Yoo Jae Hoon tak tahu sampai kapan bela Persipura

Yoo Jae-Hoon (Foto:IST)

Jayapura, Yoo Jae-Hoon sudah menjalani suka duka di Persipura selama tujuh tahun, hal tersebut membuatnya semakin terpesona dengan Indonesia. Striker Persipura asal Brasil Addison Aves kembali ke Persela Lamongan, namun masih berlibur ke Belanda. Lucio bek Persipura pindah ke Mitra Kukar. Lalu bagaimana dengan Yoo Jae Hoon?
Pemain asal Korea Selatan ini mengaku awalnya tujuan awalnya datang ke Indonesia adalah untuk mencari uang sebanyak-banyaknya sebagai pemain sepak bola profesional.

“Selama 7 tahun saya menerima baik banyak kasih sayang maupun dukungan doa dari orang-orang Indonesia, khususnya masyarakat Papua,” ujar Yoo Jae-Hoon sebagaimana dilansir BolaSport.com.

Jae-Hoon juga mengatakan bahwa ia belum tahu sampai kapan akan terus bermain untuk Persipura Jayapura.
”Jika masih diberi kesempatan, saya akan bermain semaksimal mungkin untuk mereka yang memberi dukungan doa dan support kepada saya.” ujar pria berumur 34 tahun tersebut.

“Saya percaya bahwa itulah yang dapat saya lakukan, dan Tuhan kehendaki sekarang.” tutup Yoon Jae-Hoon.
Jae Hoon akan selalu memberikan yang terbaik bagi Persipura Jayapura.
“Terus terang, saya sedikit kecewa,” kenang Yoo, ketika diwawancarai Bola.com beberapa waktu lalu. “Saya pikir Jayapura kota besar seperti Jakarta, tapi ternyata saya salah.”

Seiring berjalannya waktu, pria kelahiran Ulsan, 7 Juli 1983 ini akhirnya betah tinggal di ibu kota provinsi Papua tersebut. Ia lalu memboyong istri dan anaknya untuk menemaninya tinggal di sana.

“Butuh dua tahun sampai saya benar-benar bisa lancar berbahasa Indonesia,” sambungnya. “Itu membantu saya untuk beradaptasi dengan kehidupan di sini.

Bukan hanya itu, komunikasinya dengan para pilar lini belakang Persipura pun menjadi semakin lancar karena mereka bisa lebih saling memahami satu sama lain. Pemain-pemain belakang seperti Victor Igbonefo dan Bio Paulin datang dan pergi, tapi Yoo tetap setia sejak tahun 2010 hingga sekarang.

Saat ini, Yoo masih menjadi salah satu penjaga gawang paling disegani di Indonesia dalam usianya yang sudah menginjak 34 tahun.
“Saya merasa cocok di Persipura karena tim ini kompak, serta penuh kekeluargaan dan kebersamaan,” tuturnya mantap.

Salah satu kenangan manis Yoo selain tiga gelar juara domestik yang dikoleksinya adalah kesuksesan tampil sebagai semifinalis kompetisi antarklub Asia, Piala AFC, pada tahun 2014. Ini adalah prestasi tertinggi klub Indonesia di ajang tersebut.
Yoo bukannya tak pernah merasa penasaran menjajal tantangan di klub lain. Ia pernah bergabung dengan Bali United di awal Liga Indonesia musim 2015. Sayang, kompetisi terhenti di tengah jalan akibat sanksi FIFA. Sempat pulang ke Korea Selatan, mantan pemain Daejeon Citizen ini kemudian direkrut Pusamania Borneo FC untuk turnamen Piala Bhayangkara 2016. Masa singkatnya di klub Kalimantan Timur tersebut berakhir manis dengan raihan trofi juara.

Namun, saking sudah cintanya terhadap Persipura, Yoo akhirnya memutuskan untuk kembali membela Mutiara Hitam mulai tahun 2016. Setelah kembali sukses menjadi juara Torabika Soccer Championship (TSC 2016), posisinya tak tergoyahkan dari bawah mistar gawang Persipura di Go-Jek Traveloka Liga 1 2017.

Pemain yang sudah sangat fasih berbahasa Indonesia ini punya ketertarikan terhadap pengembangan usia muda. Sesekali, ia meluangkan waktu untuk melatih anak-anak kecil secara cuma-cuma di sekolah sepak bola setempat. Ia bahkan dengan optimis mengutarakan niatnya untuk ikut serta mengembangkan bakat-bakat muda di tanah Papua.

“Nanti kalau sudah pensiun sebagai pemain, saya tidak akan langsung pulang ke Korea Selatan,” tuturnya, masih dikutip dari Bola.com. “Saya ingin menjadi pelatih kiper Persipura agar klub ini punya bakat-bakat potensial sebagai penjaga gawang.”

Yoo sendiri mengaku terinspirasi oleh sosok penjaga gawang legendaris Italia, Gianluigi Buffon. Peraih Piala Dunia 2006 ini dianggapnya bukan hanya sebagai kiper hebat, melainkan juga sebagai panutan di luar lapangan.
Sepertinya dengan kesetiaannya kepada Persipura dan niat mulianya mengembangkan bakat-bakat muda di Papua, Yoo pun sebenarnya sudah menjadi panutan kita semua!(*)

goalpapua/admin/red

Berikan Komentar Anda