Beranda News Masuk 10 Besar OAP Seleksi KPUD Nabire, FRB Apresiasi Timsel KPU Zona...

Masuk 10 Besar OAP Seleksi KPUD Nabire, FRB Apresiasi Timsel KPU Zona 1

762
0
Jackson Ikomou ketua Presidium FRB dalam salahsatu kesempatan. (Foto: Frans/PapuaLives)

NABIRE – Belum lama ini telah diumumkan  nama-nama 10 besar hasil seleksi Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Zona I Provinsi Papua Tengah yang mencakup Kabupaten Nabire, Dogiyai, Puncak Jaya dan Puncak, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia.

Kabupaten Nabire masuk 10 besar merupakan semua Orang Asli Papua (OAP)  hal itu telah menjawab  aspirasi yang selama ini diperjuangkan Forum Rakyat Biasa (FRB) dalam rangka memproteksi hak kesulungan dan Otsus Papua. Hal itu disampaikan ketua Presidum Forum Rakyat Biasa (FRB) se-Tanah Papua, Jeckson Ikomou, melalui keterangan tertulis kepada media ini, Jumat , [01/9/2023] kemarin.

Sejak dari awal tahapan proses seleksi dimulai sejak bulan juli kami FRB Papua Tengah telah kawal dengan menggelar demo damai dan audiensi agar utamakan Orang asli Papua terutama di Nabire.

” Upaya ini kami lakukan berdasakan UU No. 2 Tahun 2021 tentang Otonomi khusus di Papua serta pernyataan Mengkopolhukam Mahfud MD bahwa Papua di afirmasikan dalam bidang politik dan pendidikan .”ucap Ikomou [01/09/2023] kepada media ini.

Mewakili FRB pihaknya hadir di Papua Tengah sebagai rumah adat yang memperjuangkan hak-hak orang asli Papua. Maka menurut Ikomou perjuangan FRB hanya untuk semua sektor wajib orang asli Papua.

“Kami anak asli papua tidak mungkin datang ikut tes KPUD di provinsi luar Papua. Serta upaya kami untuk menekan angka pengangguran orang asli Papua, “jelasnya.

Kesempatan itu, FRB juga ucapkan terimakasih KPU RI dan Tim Seleksi KPUD Zona 1 Papua Tengah telah mendengarkan aspirasi kami Forum Rakyat Bisa (FRB) dengan mengutamakan orang asli Papua sehingga 10 Besar di Kabupaten Nabire orang asli Papua.

” Nama-nama 10 besar yang diumumkan adalah anak asli Papua dan mereka benar-benar mengerti tentang wilayah admistrasi di Nabire serta mereka pengalaman dalam proses pemilu dan pilkada di Nabire.”pungkas Ikomou.*