Ada Oknum buka palang jalan , Ini Kronologi dari DPR Dogiyai
Pewarta: Redaksi
| 983 Dibaca
EDISI TERBIT: 10 April 2020
Anggota DPR Dogiyai diskusi bersama masyarakat (Foto:Dok.Rilis/PapuaLives)

Dogiyai, Terkait dengan adanya pembukaan pemalangan jalan Trans-Nabire Ilaga KM-200. Pemalangan jalan atau tebang kayu dengan menutup jalan Trans-Nabire Ilaga tepatnya di 130 KM Bouyaikebo hingga Kampung Epomani dibuka oleh oknum Pemuda dan Polisi dari kabupaten Paniai.

Terkait hal itu, Kronologi dihimpun media papualives.com dari Anggota DPR kabupaten Dogiyai bahwa, Pada tanggal 09 April 2020, rombongan DPRD Dogiyai turun dikilo tempat pemalangan. Tujuannya adalah kembali memantau dan memalang dengan cara menebang kayu besar.

Setelah tiba, kayu yang kami tebang untuk memalang jalan ternyata ada oknum – oknum Pemuda dari Meepago yang sudah pake parang, Kampak sapu rata habis hanya meloloskan Kendarahan Roda. Pemotongan batang kayu besar yang kami kasih melintang mulai dari Bouyaikebo KM 130 hingga KM 143 mereka kerja pada malam hari.

Rombongan Polisi dari Paniai?

Kami tidak sampai disitu, walaupun ada oknum – oknum Pemuda sudah membuka jalan , Kami kembali tebang kayu untuk memalang jalan Trans. Sekitar dua pohon kami kasih tumbang dijalan. Tiba- tiba dari arah Nabire muncul rombongan Polisi dari Paniai. Tujuannya ke Enarotali, Paniai.

“Tiba ditempat Pemalangan yang baru ditebang.” Adoh, ini baru saja mereka tebang” ,kata Polisi , Sambil mereka potong pakai Sengsor yang dibawah oleh Rombongan Polisi ini. Antara kami DPRD dan rombongan Polisi tidak jauh sekitar 20 Meter. Polisi yang dari Nabire ini , kami menahan untuk meminta keterangan terkait pembongkaran Pemalangan namun mereka tidak berhenti dan kecepatan cukup tinggi. Mereka ( Polisi) menggunakan kendarahan 2 motor dan 2 mobil. Kami tinggalkan pohon yang kami tebang, ikut kejar dari belakang. Namun mereka ( Polisi) kecepatan yang cukup tinggi. Kami sampaikan kepada Pohon, rumput yang ada disekitar kita, Polisi yang lewat agar Mobil bikin ada apa – apa dijalan. Kami tiba di Kampung Gopouya , ternyata mobil yang tumpangi Polisin , rusak ( Mesin Panas) dan berhenti dijalan. Dan mereka sedang perbaiki.

Kami Rombongan DPRD meminta kepada Polisi agarpertanggungjawaban atas tindakan yang dibuat yang sengaja membuka Pemalangan tersebut. Mereka sampaikan bahwa telah dikasih Surat jalan dari Tim Satgas karena tujuannya Emergency.
Selain itu, Pihak Polisi sampaikan ada pejabat pengusaha yang sampaikan ke saya bahwa palang sudah buka sehingga bisa naik. Atas perbuatannya Polisi Paniai juga meminta Maaf.

Terkai itu DPRD kabupaten Dogiyai ingin sampaikan bahwa :

1. Kami mengutuk dan sangat sayangkan sikap yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.
2 Pintu Penyebaran Kami Kunci, ternyata ada oknum – oknum tertentu yang sengaja membuka maut Manusia Meeuwo.
3. Segera berhenti masyarakat ( Paniai, Deiyai dan Dogiyai ) naik turun karena DPRD Dogiyai akan ambil Sikap Lain.
4. Pada intinya kami lakukan ini, atas dasar aspirasi Rakyat Meeuwo bahwa Harus tutup tetapi ada oknum – oknum yang ingin Manusia Meeuwo Habis .
5. Kami DPRD Dogiyai telah berupaya keras, tetapi ada oknum yang tidak Sadar diri, Keluarga , Kampung, Kabupaten Meeuwo. Bahwa Virus ini Bahaya untuk kita Semua
6. Kami DPRD Dogiyai tidak pernah membongkar Pemalangan
6. Kami himbau kepada semua Masyarakat Dogiyai, Deiyai dan Paniai. Tetap tenang dirumah, Kampung, Kabupaten .

Bagi yang ingin naik atau turun segera karena DPRD kabupaten Dogiyai akan ambil sikap lagi. Keselamatan nyawa Manusia Meeuwo ada ditangan kita dan semua Pihak.

Berikan Komentar Anda
Share Button