Beranda Advertorial Adolfina Kum: Tailing PT.Freeport Merusak Kehidupan Warga Mimika Timur Jauh

Adolfina Kum: Tailing PT.Freeport Merusak Kehidupan Warga Mimika Timur Jauh

338
0
Adolfina Kum dalam diskusi di Aula P3W Padang Bulan, Jayapura. (Foto: Frans/PapuaLives)

JAYAPURA – Dalam dialog dampak PT.Preeport pada lingkungan hidup di wilayah Mimika dan Amugsa membahas aspek perubahan lingkungan hidup dan kerusakan lingkungan hidup karena keberadaan perusahaan pertambangan PT.Freeport. Berlangsung hari  Selasa, [01/11/2022] di Aula P3W Padan Bulan, Jayapura.

Koordinator, Lembaga Peduli Masyarakat Mimika Timur Jauh (Lepemawil) Mimika Timur, Adolfina Kum menilai sejak kehadiran PT. Freeport telah membuang limbah beracun kimia ke sungai Ajikwa/Wanogong. Kum menjelaskan selama sepuluh tahun sejak tahun 2013 pihaknya telah advokasi ke berbagai pihak.

” Kami bicara soal nasip penduduk di tiga distrik yaitu distrik Agimuga,Jita, dan Manasari, Saat Ini tidak lagi memiliki akses Jalur transportasi laut karena sungai yang menjadi jalur transportasi utama mereka telah mengalami sendimentasi dan pendangkalan akibat pembuangan limbah.”ucap Kum dalam Dialog itu.

Selaku anak adat, dirinya prihatin atas krisis air bersih, ekosistem laut dan darat rusak terkontaminasi limbah ,tempat keramat hilang ,degradasi pulau kecil ,kematian ikan secara masal ,makanan laut mulai mati perlahan-lahan.

” Masyarakat asli telah kehilangan dusun berakibat pengungsian di atas tanah adat mereka sendiri.”jelasnya.

Terkait hal itu, Menjawab aspirasi masyarakat Mimika, Ketua Poksus DPR Provinsi Papua, John NR Gobai kesempatan sama telah mendengarkan keterangan dan informasi dari aktivitas lingkungan.

” Sesunguhnya sebagai anggota DPR Papua mewakili wilayah dari Nabire sampai dengan Mimika sudah  mendengarkan  keterangan disampaikan warga dan juga aspirasi dari DPRD Mimika.”ucap Gobai [01/11/2022] kutip media dalam Dialog itu.

Gobai juga menyampaikan pihaknya  akan melakukan fokus grup diskusi dalam rangka mencari solusi dan menjembatani PT.Freeport dan Tim Lapemawil Mimika Timur Jauh.

” Tim ini (Lapemawil) untuk dapat berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait melalui fokus grup diskusi.”ujar Gobai.

Berdasarkan informasi dihimpun media kehadiran PT. Freeport selama 56 tahun bagi suku Amungme , Kamoro dan Sempan merubah kehidupan peradaban. Perusahaan dinilai telah melakukan pembuangan limbah beracun kimia ke sungai Ajikwa dan Wanogong berdampak sungai -sungai tercemar.

Dalam persentase dialog itu, Disampaikan bahwa kondisi masyarakat  mengalami krisis air bersih, Ekosistem laut dan darat rusak terkontaminasi limbah ,tempat keramat hilang ,degradasi pulau kecil ,kematian Ikan secara masal ,makanan laut mulai mati perlahan-lahan, sehari-hari mereka menghirup dan mengkonsumsi air Sungai yang tercemar , kehilangan produksi pangan lokal. Telah terjadi juga wabah penyakit kulit , Penyakit menular , sesak nafas ,badan gatal- gatal, gangguan pernapasan adalah penyakit yang  dijumpai dalam masyarakat.