Alumni Australia Awards di Nabire Adakan Sosialisasi Program ELTA
Pewarta: Redaksi
| 763 Dibaca
EDISI TERBIT: 16 Februari 2020
Foto bersama seusai ELTA Sharing Session di Dinas P dan P Nabire (Dok Panitia/PapuaLives)

Oleh Felix Degei*

Tepat Sabtu (15/02/2020 ) kemarin sore bertempat di Aula Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Nabire telah diadakan ELTA Sharing Session. Program Sosialisasi English Language Training Assistance (ELTA) diadakan oleh beberapa Alumni penerima Australia Awards Scholarships/­Indonesia (AAS/AAI). Kegiatan tersebut secara resmi dibuka langsung oleh Sekertaris Dinas P dan P Nabire Bapak Viktor Tebay, S. Sos., M. AP. Meski malam Minggu sosialisasi tersebut dihadiri oleh banyak kawula muda.

Program English Language Training Assistance (ELTA) atau program Bantuan Pelatihan Bahasa Inggris ini dirancang untuk menunjang para pendaftar yang memenuhi kriteria beasiswa namun memiliki tingkat kemahiran Bahasa Inggris di bawah persyaratan minimal IELTS 5,0 untuk pendaftaran Australia Awards Scholarships. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris di empat keterampilan dasar bahasa: mendengarkan (listening), membaca (reading), menulis (writing) dan berbicara (speaking). Selain itu ada pembinaan mental dalam hal kemandirian belajar secara efektif. Serta membangun rasa kepercayaan diri dalam berkomunikasi dengan menggunakan Bahasa Inggris baik di lingkungan akademik maupun dalam konteks sosial lebih luas.

Pengajar adalah para Alumni Australia. Semua bahan ajar disediakan oleh Indonesia Australia Language Foundation (IALF) Denpasar Bali. Perempuan dan kelompok difabel sangat dianjurkan untuk mendaftar. Program ini juga dibuka seluas-luasnya untuk pelamar dengan disabilitas. Penyesuaian akan dilakukan sehingga peserta dengan disabilitas dapat mengikuti seleksi. Apabila berhasil lolos, maka Australia Awards akan memberikan dukungan tambahan selama pelatihan berlangsung sesuai dengan disabilitas yang dimiliki.

Para pendaftar wajib memenuhi beberapa persyaratan dasar: memiliki Indeks Prestasi Komulatif (IPK minimal 2,75) pada skala 4,0 dan melampirkan bukti kemampuan Bahasa Inggris (bila ada). Sementara saat mendaftar wajib melampirkan formulir pendaftaran yang telah diisi, daftar riwayat hidup, salinan transkrip akademik, bukti hasil tes TOEFL atau IELTS bila ada, Surat Ijin Atasan bagi yang telah bekerja, kopian KTP, formulir keterangan disabilitas bagi pelamar dengan disabilitas serta surat keterangan sehat dari dokter. Untuk informasi terbaru mengenai tata cara mendaftar serta formulir pendaftaran dapat diakses melalui “http://­www.australiaawardsin­donesia.orgwww.australiaawardsi­ndonesia.org.

Kegiatan ELTA Sharing Session di Nabire tahun 2020 ini lebih istimewa karena ada sesi informasi mengenai tiga sumber pemberi beasiswa berbeda. Ada informasi mengenai Australia Awards, Beasiswa Kementerian Keuangan yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Fulbright dari Amerika Serikat.

Sesi pertama informasi tentang Beasiswa Australia Awards disampaikan oleh Bapak Freddy Mickael Edowai, S.E., MDP selaku awardee AAS tahun 2016 dari James Cook University Cairns Brisbane Australia. Pemaparan materi ini diawali dengan pengenalan Program ELTA oleh Eva Sinaga, S. Kep., Ns., awardee AAS 2017 yang saat ini sedang kuliah di Flinders University Adelaide Australia Selatan.
Selanjutnya sosialisasi Beasiswa LPDP disampaikan oleh Felix Degei, S. Pd., M. Ed., awaedee LPDP 2017 dari The University of Adelaide Australia Selatan. Sementara sesi terakhir Beasiswa Fulbright dari Amerika disampaikan oleh Ms. Juliana Tando, S.S., Gr., alumni Fulbright Teacher Exchange Program 2019. Kegiatan sharing ini diakhiri dengan sesi foto bersama.

Sejak awal masuk ruangan aula setiap peserta yang hadir diberikan Buddy-Bag berisi brosur yang memuat informasi mengenai ketiga sumber pemberi beasiswa AAS, LPDP dan Fulbright Amerika. Sehingga sepanjang pemaparan materi peserta dapat membaca informasi secara detail dari brosur yang mereka telah peroleh. Diakhir pemaparan materi dari keempat narasumber menuai banyak apresiasi oleh para perserta yang hadir.

“Walau sebentar Sharing ELTA tetapi terasa sangat meyakinkan bahwa pola belajar ELTA sangatlah bagus. Karena belajar di luar negeri adalah mimpi saya sejak kecil. Saya berharap agar kelak selalu diarahkan oleh kakak-kakak alumni dalam mendapaftar ELTA juga beasiswa lainnya.” Ujar B. Tancis Pandiangan, Guru di SMK Negeri 02 Wadio Nabire.

Sementara Christina Dumupa bersaksi jika “saya mulai tahu ternyata ada kakak-kakak juga teman dari Papua juga yang telah mendapatkan kesempatan studi ke luar negeri. Meski para alumni berasal dari latar belakang yang berbeda. Sehingga saya berharap agar kegiatan sosialisasi semacam ini akan selalu diadakan kedepannya”. “Bila perluh kegiatan semacam ini diadakan minimal dua kali setahun satu diawal tahun dan satu lagi diakhir tahun” lanjut Marcel Asyerem selaku pembaca acara (MC).

Diakhir dari sambutan Bapak Viktor Tebai, S. Sos., M. AP., selaku Sekertaris Dinas P dan P Kabupaten Nabire mengajak “setiap kita harus menjadi guru bagi sesama serta dimana saja kita berada harus jadikan sebagai tempat belajar atau sekolah. Karena tidak lama lagi kita akan masuk pada era industrial revolution 4.0 atau jaman robotik serta pasar bebas (free marketing). Pada era tersebut tentu Bahasa Inggris akan menjadi kebutuhan utama. Mari persiapkan diri Anda selagi ada kesempatan. Kalian pasti bisa!” tutupnya.

*Penulis adalah salah satu pemerhati masalah pendidikan khusus orang asli (indigenous education) di Tanah Papua. Tinggal di Kabupaten Nabire.

Berikan Komentar Anda
Share Button