Bandara Nabire di Rencanakan di Buka 6 Agustus 2020

Nabire : Ketua Asosiasi Bupati Meepago yang juga Bupati Nabire, Isaias Douw, S.Sos., MAP mengatakan, akses transportasi udara di Kabupaten Nabire akan kembali dibuka pada Kamis, 6 Agustus 2020.

Keputusan itu diambil atas koordinasi dengan para Bupati Meepago dan diputuskan dalam  pertemuan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Nabire serta seluruh kepala OPD di ruang rapat sekretariat daerah Nabire, Senin, 3 Agustus 2020.

Pada rapat tersebut, Bupati Isaias memerintahkan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Nabire, Daniel Maipon, S.STP dan Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19/Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Nabire, Victor Fun, S.Sos, M.Si untuk berkoordinasi dengan pihak Bandar Udara Nabire dan pihak maskapai untuk mengatur jadwal dan rute penerbangan.

“Saya minta Pak Sekda dan Ketua Harian untuk koordinasikan segera dengan pihak bandara dan maskapai soal jadwal dan rute termasuk penerapan protokol kesehatan covid-19 yang ketat,” pinta Bupati Isaias.

Berkenaan dengan rencan pembukaan bandara ini, Buparti Isaias menegaskan, “Kita akan perketat  pemeriksaan, masuk dan keluar harus ada hasil rapid, jika reaktif langsung isolasi. Jika tidak reaktif pun, siapapun yang datang ke Nabire harus isolasi mandiri 14 hari.”

“Saya minta kerja sama dan dukungan dari TNI dan Polri serta dari seluruh tim medis, ASN dan semua masyarakat, termasuk maskapai untuk menjaga dan mematuhi protokol kesehatan covid-19 yang akan diterapkan. Semua pihak, masuk dan keluar satu pintu,” kata Isaias.

Bupati Isaias mengatakan, pihaknya belum berani membuka akses transportasi laut karena sulit kami mengontrol. “Penumpang kapal tidak hanya tujuan ke Nabire tetapi juga ke pedalaman Meepago. Jika jebol, ini akan berbahaya karena pedalaman serba kekurangan. Ini keputusan kami untuk lindungi masyarakat kami yang ada di wilayah kami.”

“Saya minta kepada TNI/Polri dan semua pihak ikut menjaga jalur-jalur masuk lewat darat dan laut. Karena selama ini belum ada penularan lokal di Nabire, semua kasus dari luar,” pinta Bupati.

“Nabire adalah pintu gerbang utama untuk wilayah Meepago. Jika Nabire aman maka wilayah Meepago, Kabupaten Dogiyai, Deiyai, Paniai, dan Intan Jaya pasti aman. Oleh karena itu, saya mau Nabire harus bebas dari Corona.  Apa pun kebijakan yang saya dan teman-teman Bupati Meepago buat  adalah untuk keselamatan ribuan rakat saya di Meepago,” kata Bupati Isaias.

Berikan Komentar Anda
Share Button