Balik Atas
BEM Stikom Jayapura : Kita Bukan Bangsa “Monyet” Kita Bangsa Melanesia
 
Pewarta: Michael Edowai Edisi 19/08/2019
| 528 Views
Pengurus BEM dan MPM Stikom Muhammadiyah Jayapura dalam salah satu kegiatan belum lama ini (Foto:Michael/PapuaLives)

Jayapura,Menanggapi insiden mahasiswa Papua yang berada di Surabaya terkait oknum yang menyebutkan mahasiswa papua monyet, yang kini menyakitkan hati orang papua terkait hal itu, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Stikom Muhammadiyah Jayapura mengatakan dengan tegas bahwa kita bukan bangsa “monyet” kita bangsa melanesia.

” Kami bukan bangsa monyet akan tetapi kami bangsa melanesia. Maka itu perlu diketahui yang mengintimidasi Mahasiswa Papua yang ada di Surabaya dan Malang dan juga semua rakyat bangsa Papua” tegas Alexander Ibiah Ketua BEM Stikom Jayapura kepada wartawan papualives.com pada Senin (19/08/2019) di ruang kerjanya.

Menurut dia.Sejak tahun 1963 kami bangsa Papua selalu diintimidasi oleh negara karena diduga sebagai separatis dan bangsa monyet, sebenarnya kami juga bangsa melanesia dan juga bagian dari negara ini Indonesia namun dari negara ini salah menilai maka terjadilah berbagai sengketa diatas tanah Papua ini.

” Negara juga jangan menutupi ruang demokrasi terhadap kami bangsa monyet yakni bangsa melanesia. Negara harus tau keberadaan kami bangsa Papua karena  kami juga bagian dari NKRI. Maka stop menindasan terhadap rakyat bangsa Papua. Namun kalau memang negara tidak mau hidup dengan kami bangsa monyet maka berilah kami kebabasan dari penjajahannya,agar kami juga mengatur negara kami sendiri.”jelas Alexander.

Lanjut dia.Negara juga harus kembali menyadari bahwa apa yang di lakukan diatas tanah Papua, dan itu kepentingan orang Papua atau kepentingan negara Indonesia. Namun realiatanya PT.Freeport Indonesia dan PT.Minyak Bumi Di Sorong itu demi kepentingan negara namun masih banyak perusaan Ilegal yang sedang kuras kekayaan alam Papua,namun itu semua itu kepentingan negara akan tapi negara masih saja menyebut orang Papua monyet.

” Kami bukan monyet akan tetapi kami bangsa melanesia yang di ciptakan oleh Allah bapa sendiri,serupanya maka itu harapan kami agar negara tidak terulang kembali hal-hal yang di katakan oleh ormas di Surabaya.”terangnya.

Terkait hal itu,Gubernur Papua Lukas Enembe dalam keterangan persnya kemarin, mengatakan bahwa warga Papua selama ini sangat menyambut baik dan memperlakukan warga non Papua secara terhormat dan sejajar. Dengan demikian Gubernur berharap agar hal yang sama juga berlaku bagi warga Papua yang berada di luar Papua. Ia juga meminta warga Papua dimanapun berada untuk merespon insiden di Surabaya, Malang dan Semarang dengan wajar, tanpa ada tindakan yang bertentangan dengan adat budaya dan peraturan yang berlaku.

“Kepada warga non Papua untuk tidak melakukan hal-hal yang sifatnya rasis dan diskriminatif kepada warga Papua, karena sudah 74 tahun negara ini merdeka, sehingga tindakan seperti itu seharusnya tidak boleh lagi terjadi.”harap Gubernur dalam keterangan persnya,minggu (18/08/2019) kemarin.

Berikan Komentar Anda