Bupati Nabire Terpilih Letakan Batu Kedua Pembangunan Gedung Gereja Santo Antonius Padua Di Bumi Wonorejo

Mesak Magai,S.Sos,M.Si. Bupati Nabire terpilih ketika meletakan batu kedua pembangunan gereja katolik Santo Antonius Padua, Kelurahan Wonorejo Nabire. (Foto: Jhon/PapuaLives)

NABIRE – Bupati Nabire terpilih Mesak Magai,S.Sos.M.Si. meletakkan batu kedua Pembangunan Gedung Gereja Katolik Paroki Santo Antonius Padua Bumi Wonorejo Nabire Dekenat Teluk Cenderawasih Keuskupan Timika Papua didampingi oleh, Administrator Diosesan Uskup Timika, Pater Marten Ekowaibi Kuayo, Pr. Pater Paroki Benyamin Magai,Pr. beserta Dewan Paroki serta undangan lainnya. Berlangsung pada hari minggu [24/10/2021] kemarin.

Kepada media ini, Bupati terpilih Kabupaten Nabire periode periode 2021-2024, Mesak Magai,S.Sos,M.Si kesempatan itu memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan yang maha kuasa, atas persatuan dan kesatuan umat serta daya upaya dalam membangun gedung gereja ini.

” Sebagai pemerintah daerah saya tarukan batu kedua Pembangunan Gedung Gereja Katolik ini” ucap Magai disaksikan belasan umat katolik  gereja katolik  Santo Antonius Padua, Minggu [ 24/10/2021].

Selaku Bupati terpilih, dirinya secara resmi belum dilantik sebagai bupati Nabire. Namun tetapi dirinya diundang sebagai Bupati dan dibanggakan sebagai Bupati Nabire, Magai juga menyampaikan apresiasi yang sangat setinggi-tinggi kepada seluruh umat Katolik Paroki Santo Antonius Padua Bumi Wonorejo serta Administrator Diosesan Uskup Timika, Para Fater, Diakon dan suster yang berada di wilayah Keuskupan Timika ini.

“Selamat Ulang Tahun kepada Paroki Santo Antonius Padua Bumi Wonorejo Nabire Genap Umur 1 Tahun. Kita perlu mengetahui bahwa di Papua bahwa di Nnabire sebagai satu kota sentral dan mendiami berbagai suku bangsa dan agama, Sehingga kami pemerintah daerah tetap mendukung sehingga kami diminta masyarakat kabupaten Nabire tetap menciptakan Nabire Sabagai aman,damai dan sejahtera”ungkap Magai dikutip media ini.

Ketua Panitia Pembangunan Gedung Gereja, Osea Petege,SE menerangkan bahwa akan dibangun gedung gereja berukuran 30 x 40 RAB dan Dena yang dibuat oleh konsultan, Menurutnya pembangunan itu membutuhkan uang senilai Rp.12 Milyar 600 juta lebih.

” Sehingga lebih penting partisipasi umat dan pemerintah daerah kabupaten Nabire mohon dukungannya.”tutur Osea kepada seluruh umat.

Terkait Pembangunan Gereja, Administrator Diosesan Uskup Timika,Pater Marten Ekowaibi Kuayo,Pr berharap kepada Pemerintah daerah di Nabire mohon perhatikan suku-suku asli Nabire.

” Sepertinya Suku Watee, Ausee, dan lainnya sehingga mereka sebagai garda terdepan untuk melibatkan membangun pembangunan dan melindungi hak-hak mereka agar kedepannya mereka bisa bersaing dengan suku-suku lain di Papua.”harap Kuayo.

Dalam kesempatan itu, dalam rangka mengalang dana pembangunan gedung gereja baru itu,   diadakan juga tradisi Meepago yakni ” Ebamukaii” (Alas tikar)  berjalan aman lancar.

Berikan Komentar Anda