Dari Audisi Miss Teen Star 2021, Sekolah Phose Models Agency Timika Berhasil Harumkan Papua dan Papua Barat

Miss Teen Star 2021 Jacline Cared Edoway -dari Papua dan Melisa Mayos Howay  dari Papua Barat  ketika berpose bersama. (Foto: Istimewa)

TIMIKA – Beberapa tahun terakhir ini, Perempuan Papua terus memperlihatkan prestasi yang luar biasa dari berbagai aspek kehidupan. Sebuah Prestasi, tidak hadir dan dimiliki secara instan tetapi merupakan sebuah proses panjang dalam setiap bidang yang digelutinya.  ” Dunia kecantikan/model misialnya. Untuk Cantik itu mahal. Butuh Cost, Good Attitude, Skill serta berwasasan luas. Apakah lagi untuk selanjutnya menjadi sebuah model dan sejenisnya.” Hal dikatakan pemilik Sekolah Modeling Phose Models Agency Timika – Papua, Petra Mahardika, Pada hari Senin, (15/06/2021).

Petra mengatakan, kedua Putri Papua asal Kabupaten Mimika itu, ialah Jacline Cared Edoway (Papua) dan Melisa Mayos Howay (Papua Barat). Jacline berhasil meraih Runner Up I untuk Provinsi Papua dan Melisa Howay sebagai Runner Up II untuk Provinsi Papua Barat. Yang keduanya merupakan pelajar SLTA di Kota Timika sekaligus siswa binaan pada sekolah models Timika.

Jacline Cared Edoway, Juara Ranner UP I Miss Teen Start Indonesia, Propinsi Papua (Foto:Istimewa)

Pada kesempatan Tour – Tanah Minang – Sumatra Barat, mereka berdua diikutikan pada kategori Grand Final Audisi Miss teen Star 2021 yang berlangsung selama tiga hari, (10 -13 Juni 2021 ) dari berbagai Provinsi di Indonesia.

“Puji Tuhan, dari berbagai kontstan Propinsi yang hadir itu, kedua Putri Papua dan Papua Barat ini dapat mempersembahkan prestasi terbaik kepada Tanah Papua dan kami sekolah modeling khususnya,”Ujar Petra dengan Bangga.

Terkait Event Nasional ini, lanjut Coach Petra menjelaskan Miss Teen Indonesia adalah kontes kecantikan Indonesia yang diperuntukkan untuk remaja wanita berusia 13 hingga 17 tahun atau berusia pelajar.

Ajang ini digagas oleh event organizer Wayan Sinema yang dipimpin oleh Andi Soraya bekerja sama dengan Rumah Sinema Multimedia sebagai penyelenggaranya. Sehingga, sejak tahun 2011 dilaksan, baru tahun ini Putri Papua ikut terlibat dan berhasil menyabet Juara walau hanya Runner UpI dan II.

“Setiap Prosesnya kami telah persiapkan. Baik selama dalam pendidikan Modeling, bahkan juga persyaratan yang ditetpkan panitia tahun ini. Beberapa persipan itu diantaranya publick speaking, catwalk, dan attitude dalam berkompetisi,” jelasnya.

Coach Petra menambahkan, persiapan lainya yang tidak kalah penting ialah melakukan pembuatan video profil, video bakat, video traditional costume dan photoshoot, guna melengkapi persyaratan untuk penilaian dari dewan juri atau pihak nasional, dan itulah hasilnya yang dapat kami raih semaksimal mungkin.

“Sebagai Pemilik sekolah modeling, yang mana ini merupakan kali pertama mengikut sertakan peserta terbaik binaan kami, tentunya kami bangga. Saya juga mau berterima kasih kepada YPMAK Timika dan Orang tua yang telah mempercayakan anak-anaknya untuk dibina dalam sekolah non formal ini,” ucap Coach/pelatih.

Dengan Bangga, Coach Petra bersama kedua putri tersebut mempersembahkan Prestasi itu kepada seuruh masyarakat di Tanah Papua yang berda di Propinsi Papua dan Papua Barat.

Melisa Mayos Howay, Runner Up II Miss Teen Indonesia,Provinsi Papua Barat berbusana  Balutan Kain Tenun Provinsi Nusa Tenggara Timur. (Foto:Istimewa)

Terpisah media papualives.com berbincang dengan Fransiska Piry, usai menyambut kedatangan Dua Putri Papua di Kota Timika, (15/06/2021) asal Kabupaten Mimika usai menyabet Juara Runer Up I dan II dari ajang kecantikan Miss Teen Star 2021 Sumatra Barat, (10-13 Juni 2021).

Wawancara ini bertujuan, untuk mengetahui, seperti peran yang harus dimainkan oleh Orang Tua, Pemerintah Daerah dan Majelis Rakyat Papua (MRP) agar ditahun yang akan datang,Perempuan Papua akan terus hadir mengisi hidupnya untuk berkarya meraih prestasi dalam segala aspek kehidupan. Terutama dalam Model dan kecantikan ini.

Fransika Piry mengatakan, Orang tua harus jelih melihat potensi yang dimiliki anak-anak sejak dini. Karena hal itu akan membantu orang tua untuk menentukan,mengarahkan kemana harus mengembangkan minat dan bakat yang dimiliki oleh anak-anak.

“Orang tua harus berkorban lebih dulu. Memfasilitasi ke eskul, atau fasilitas penunjang agar dapat melatih serta mengembangkan minat dan bakat yang ada. Baik itu Dunia Seni Tari/Musik,Olah Raga, Sains dan lainya,” kata Fransika yang juga menitipkan putrinya yang berusia SLTP untuk dibina pada Sekolah Phose Models Agency Timika.

Lanjut dirinta mencontohkan pada dunia kecantikan dan model misalnya, ada beberapa deret nama perempuan atau putri Papua yang turut mengharumkan Nama Daerah Papua dan Papua Barat di Kanca Nasional dan Internasional.

Tidak hanya itu, namun juga busana adat yang terdapat Tujuh wilayah adat Kedua Provinsi ini, terus dekenalkan dan mendapat simpati serta prestasi yang luar biasa. Beberapa mereka yang sempat hits/viral hari ini, sebut saja Ada Novelis Aprilia R.A Wayar sebagai Novelis Pertama Perempuan Papua.

Dunia Model dan kecantikan Olvah Bwefar Alhamid mewakili Papua Barat . Olvah Alhamid sendiri adalah model asal Fakfak, Papua. Ia adalah juara 4 kontes Puteri Indonesia Papua Barat tahun 2015. Olvah pernah mengikuti ajang Miss Eco Universe 2016. Agustine Ariella Nere adalah Miss Papua tahun 2006. Putri Nere pernah membintangi film Timur Matahari.

“Masih banyak prestasi lainya yang sudah dipersembahkan dan akan terus lahir dari Perempuan Papua Dalam semua aspek kehidupan maupun bidang masing-masing,” kata Fransiska

Karenannya, ia berharap agar Pemerintah Daerah, Provinsi maupun Majalis rakyat Papua dapat dengan jelish,baik dan benar melihat semua potensi di daerah untuk di programkan dan dikembangkan. Campur tangan Pemerintah dalam sentuhan Program, Fasilitasi sangat diperlukan.

” Sehingga putra/putri Papua akan senang untuk melibatkan diri dalam pembinaan karakter dan skill mereka sejak dini, terutama Dunia Modeling ini. Apakah lagi, ditambahkannya, mereka yang mewakili Papua atau berasal dari Mimika ini, tentunya akan menjadi Spion Mimika dalam berdiri dan menyampaikan Culture-Budaya dan Pembangunan Papua dalam event Nasional.”harapnya.

Terkait Transportasi dan Akomodasi pada ajang kali ini, Fransiska memabahkan, Orang Tua masih mendukung secara pribadi. Baik itu event berskala Lokal Daerah, maupun ajang Nasional seperti perhelatan kemarin. Dirinya mengatakan, Pemerintah Daerah secara khusus wajib melihat lembaga –lembaga pendidikan non formal di Kabupaten Mimika.

Diperlukan kerja sama yang baik untuk mencerdasakan generasi di Mimika ini. Dalam semua Cabang/ilmu, Club-club olah raga/atletik, Lembaga Kursus Komputer, Bahasa Asing dan Ilmu Pengetahuan misalnya, mereka ini perlu dibantu secara sarana atau fasiltas dan lain sejelnisnya. Begitupun Sekolah Modeling ini.

Berikan Komentar Anda