Balik Atas
Dari Sidang Umum PBB ke 74 ” Indonesia Naik Kelas, Papua Tahan Kelas”
 
Pewarta: Redaksi Edisi 25/09/2019
| 978 Views

Oleh Freddie Hosio, SE

Indonesia Naik Kelas, Emang Jago
Timika, 23 Septermber 2019
Pada Sidang Umum (SU) di Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB) ke 74 di New York, USA akan berlangsung hari ini hingga selesai dengan ratusan Negara yang akan hadir. Kali ini SU mengangkat Tema besar ialah menyoroti Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Saya menilai Negara Indonesia Naik Kelas. Wakil Presiden Jusuf Kala hadir sebagai pembicara yang juga akan menyampaikan sambutnnya nanti. Indonesia pada kali ini mengankat Topik Galvanizing multilateral efforts for poverty eradication, quality education, climate action and inclusion’, atau Menggali upaya multilateral untuk pengentasan kemiskinan, pendidikan berkualitas, aksi iklim. Jadi, sudah bisa dipastikan Indonesia bagai promadona disana serta terjadi komunikasi dan lobi-lobi tingkat tinggi.
Indonesia akan dilirik karena mengankat topik yang sangat terkini, sesuai dengan tantangan dan kemajuan global. Sukses Negara Indonesia dalam membangun Propinsi Papua dan Papua Barat merupakan satu-satunya posisi tawar nanti guna meyakinkan Mr. Presiden di PBB dan semua Negara, Perdena Mentei yang hadir, terutama USA dan Negara pasifik nantinya. Negara kita sengaja menyuarakan topik tersebut karena menurut saya, itu sangat friendly tetapi juga Indonesi menyimpan semua strategi yang akan di perdebatkn nanti apabila ada, terutama Kasus Papua dan Kebakaran hutan yang belum lama ini.

Indonesia akan naik kelas dengan segala upaya yang telah sukses dikerjakan selama ini, serta terobosan-terobasan baru yang akan ditawarkan nanti. Sementara Negara-Negara Kepulauan Pasific termasuk Papua yang mau di dongkrak nanti melalui Komunike Kondrensi Tingkat tinggi Forum Pulau Pasific (PIF) akan tahan kelas. Begitu pula dengan sederet Negara-negar di Benua Afrika. Kedua Bagian, antara Afrika dan Melanesia ini akan coba ,enypalkan isu Papua disana, tetapi akan mentah karena Indonesia bukan baru bermain strategi dengan PBB. Selain itu, kedua bagian Negara itu masih punya polemik lokal tersendiri yang akan dibicarakan pd SU kali ini.
Mengapa demikian, tentu saja ia, karena Bangsa Papua, Ras Melanesia dari Ufuk Timur Tanah Papua ini punya nilai-nilai yang berharga dimata Tuhan dan nilai Hostori antara Belanda-Amerika dan Indonesia. Kedua itu yang sulit dipecahkan. hingga jalan keluarnya bukan melalui Duduk Perkara Sidang PBB Unga kali ini. Catat itu dan Ingat kalau saya pernah katakan ini. Bangsa Papua akan bangkit dan memimpin dirinya sendiri. Itu!

Papua Tahan Kelas, Kok Bisa?

PIF akan kembali mengakat topik isue Papua dalam menyampaikan aspirasi mereka. Apapun yang akan disampaikan oleh Para Negara PIF yang terdiri dari tujuh Negara itu, tentunya Delegasi Indonesia akan menggunakan hak jawabnya sekaligus menanyakan dalam pembahasan agenda SU nantinya. PIF hadir dan mengangkat isue Papua sebagai agenda pelengkap Sidang, walalu nanti ada topik lainnya juga. Sehingga dalam hal ini, kehadiran PIF untuk menyuarakan Papua terlepas dari Negara Kesatuan Repoblik Indonesia (NKRI) dimata saya adalah semata untuk Pencitraan belaka. Ini merupakan SU PBB ke 74, sebagaimana pada SU ke 71, Saya kira, kita semua sudah mengikutinya, sehingga tidak perlu saya ulas kembali disini. Walau demikian, PIF tentu masih bisa meyakinkan Mr. President serta semua tamu undangan yang hadir akan gejolak Papua belakangan ini. Namun dimata saya, kembali lagi kalau itu hanyalah sebuah pemanis bibir belaka kalau PIF hadir sebagai bagian dari ras melanesia yang mempunyai rasa senasib sepenanggungan.
Perlu kita ketahui bersama bahwa, penandatanganan Dokumen Aspirasi dari propinsi Papua dan Papua Barat bersama beberapa Kabupaten/kota, saat ini juga sudah dibawah ke Usa. Yang mana muatanya tidak lain adalah Otsus Jilid II lanjut dan Pencabutn Moratorium dari Kementrian dalam Negeri (Kemendagri) sekaligus pendirian Daerah Otonomi Baru (DOB) Administratif di Papua dan Papua Barat. Dokumen Aspirasi itu akan dijadikan bagai bukti otentik apabila dimintai keterangan lebih lanjut terkait isu Papua yang kemarin bergejolak. Tujuannya agar meyakinkan Mr. President dan para anggota SU yang hadir. Dengan demikian maka, jelas dapat dipastikan bahwa saya, kau dan dia serta kita semua tetap ada dalam Bingkai NKRI ini selama kontrak 20 Tahun kedepan, bersamaan dengan Kontrak Kerja (KK) PT. Freeport dan Indonesia sampai pada tahun 2040 nanti. Artinya, kalau saat ini, saya berusia 31 tahun, maka 20 tahun kedepan lagi, saya akan hidup dan ,menjadi 51 tahun. Bagaimana dengan saudara-saudara sekalian?

Posisi ULWP dan KNPB
Mr. Beny wenda sebagai Ketua Eksekutif United Leberation of Movement West Papua (ULMWP) adalah sebagai Peninjau dan tidak memiliki hak apapun saat sidang berlangsung. Ulmwp merupakan organisasi sosial yang mana, dalam asas-asas PBB serta piagam-piagam yang mengatur itu, sudah jelas termuat disana. Dengan demikian maka, saya mau katakan disini ialah, Papua Tahan Kelas lagi. Sementara itu, Komite Nasional Papua Barat (KNPB) bersama kerja-kerja mereka dan kita semua orang asli Papua (Oap) sejauh ini juga belum mampu menerobos sampai masuk ke meja hijau PBB untuk penentuan nasib sendiri. Apapun itu, kita harus mengucap syukur pada Tuhan karena kami ada, walau masih berjalan tertatih-tati namun terus berlangkah. Tuhan sudah buka jalan, melalui Kasus Rasisme kemarin dan masih berlanjut sampai sekarang. Namun sangat disayangkan karena, kita sendiri masih baku jual.
TNPB bikin apa?

Tentara Nasional Papua Barat (TNPB) di Papua dan Papua Barat akan menungguh Perintah. Apabila putusan SU selesai dan Papua tetap hidup berdampingan dengan NKRI maka, Perintah akan diberikan pertama yakni melalui kode alam. Itu artinya TNPB tidak akan tunduk pada Perintah serta petunjuk dari UlMWP, KNPB dan Gubernur Papua. Dengan itu, Maka TNPB akan bangkit dan melawan dengan cara apapun itu, tidak peduli hidup atau mati. Penyerangan secara frontal akan dilakukan, terutama bagaimana melumpuhkan objek vital (Obvit) Nasional milik Perusahaan Indonesia PT. Freeport Indonesia, Timika – Papua yang akan menjadi sasaran empuk disini. Nantikan itu.
Kode alam yang saya maksudkan disini, ialah TNPB selama ini berjuang, bertahan hidup naik turun gunung dengan kaki telanjang, berbeban amunisi, senjata serta bekal seadanya, mereka sudah sangat cape dengan permainan NKRI ini. Dimata TNPB rupanya secara lobi-lobi sampai dengan besok putusan sidang itu, bisa dipastikan belum juga membuahkan hasil. Karenanya, Tanah, Kayu, Batu, Pohon, Air, daun dan semua yang benyawa diatas Tanah Papua ini akan mengamuk. Akan bangkit dan melawan, Mati sekrang dan mati besok sama saja.

Peran OAP,
Tidak perlu harus jadi penjilat di atas bangsamu guna mendapatkan apa yang kau idam-idamkan. Sudah cukup banyak darah tidak berdosa yang kembali tercurah diatas tanah ini. Buat mereka di Tingkat legislatif dan eksekutif, usai semua ini, mari bangun Papua dengan hati. Posisi yang kau duduki itu merupakan titipan Tuhan untuk melayani sesama. Jangan salah gunakan, karena buntutnya akan seperti ini, bahkan apabila tidak segera berbalik dari gaya lama, maka akan sangat parah lagi.

Penulis adalah Pekerja Sosial, tinggal di Timika-Papua

Berikan Komentar Anda