Demi Ekonomi, Tokoh Pemuda Dan Adat Tolak Kesepakatan Asosiasi Bupati Meepago Tutup Jalur Darat Dan Laut

Ketua Adat Daerah Istimewa Tota Mapiha, Marthen Petenet Iyai ( baju putih) bersama Yulian Atou Mote salah satu Tokoh Pemuda di Meepago ketika menggelar jumpapers disalah satu tempat di Nabire. (Foto: Jemi/PapuaLives)

NABIRE – Akses transportasi laut dan darat di wilayah Meepago yang ditutup mementara dalam rangka mencegah penyebaran virus Covid-19 berdasarkan hasil kesepakatan Asosiasi Bupati Meepago beberapa waktu lalu itu yang dimulai tanggal 31 Juli 2021 sampai dengan 30 Agustus 2021 itu ditolak Yulian Atou Mote salah satu Tokoh Pemuda Meepago Dirinya menyampaikan pernyataan sikap menolak keputusan tersebut dengan alasan untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

Adapun Informasi dihimpun media ini, Yulian dengan tegas tegas menolak untuk lockdouwn di Meepago, sebab akan dampak mengangu stabilitas ekonomi, dan gizi buruk bagi masyarakat Meepago. Selain itu, Dirinya juga meminta kepada pemerintah dan lembaga legislatif untuk tidak memaksa masyarakat untuk melakukan Vaksinasi Covid-19 oleh Tim Kesehatan.

” Untuk mencega Covid-19. Mendesak juga kepada Asosiasi Bupati wilayah Meepago dan DPRD wilayah Meepago tidak ijinkan pasukan organik maupun non organik dari luar wilayah Meepago masuk wilayah Meepago, sebab mereka datang dari daerah merah virus Covid-19. Semua posko Covid-19 di jaga oleh tenaga medis, bukan dari TNI/Polri akibatkan rakyat takut melakukan aktivitas sehari-hari.”ungkapnya dalam jumpapers, Senin (26/07/2021)siang tadi.

Selain itu, Ketua Adat Daerah Istimewa Tota Mapiha, Marthen Petenet Iyai ketika dikonfimasi mengatakan pemerintah daerah mau di batasi dan melakukan lockdouwn semua aktifitas untuk mencega dan memutuskan rantai penyebaran Covid- 19 adalah langkah yang salah karena bukan Covid- 19 yang mengakibatkan matinya masyarakat, tapi ilegal login, itulah aktor pembunuh rakyat Pribumi.

” Ilegal login yang sedang terus-menerus di operasi baik itu ilegal login emas sepanjang kali Degeuwo Distrik Baiya Biru, Gamei jalan Tran’s meepago serta ilegal login kayu dan Kelapa Sawit di Wamih Nabire; dampaknya ilegal login jutaan rakyat Pribumi yang tidak bersalah meninggal dunia sekarang tinggal nama fam  saja. Masyarakat tidak Panik Covid-19 tapi takut pemusnaan etnis orang asli Papua wilayah meepago secara sistematis. Maka saya selaku kepala suku dan tokoh adat wilayah minta segera tarik dan tutup ilegal login emas, kayu serta kelapa sawit di wilayah meepago”bebernya kepada media ini.

Berikan Komentar Anda