Beranda Artikel Di Manakah Mata Iman Papua ?

Di Manakah Mata Iman Papua ?

731
0

Oleh Selpius Bobii

Jumat 25 Agustus 2023

Mata jasmani adalah jendela dunia;
Mata hati nurani adalah jendela jiwa;
Mata jasmani ‘tuk lihat hal nyata;
Mata hati iman ‘tuk lihat hal misteri.

Tuhan sudah buka JALAN;
Tapi kenapa Papua tak lihat;
Tuhan sudah buka PINTU;
Tapi kenapa kita tak lihat.

Papua putar putar pada porosnya;
Mata hati kita tak gunakan;
Pakai mata akal kita ‘tuk lihat;
Tak lihat jalan yang Tuhan buka.

Kapan mata hati kita lihat jalan-Nya;
Kapan mata nurani kita lihat pintu-Nya;
Semakin bingung dijalan kita;
Makin tersesat dijalan akal kita.

Sudah keliling dunia minta tolong;
Tapi teriakan kita diabaikan;
Itu bukan salah mereka;
Tapi karna kita tak pahami maksud-Nya.

Dunia tak kan’ menolong kita;
Hanya Tuhan penyelamat Papua;
Pandanglah ke atas kepada Tuhan;
Pahami kehendak-Nya lalu lakukan itu.

Dunia mengabaikan Papua;
Tapi Sang Khalik mengasih kita;
Dunia memanfaatkan derita kita;
Tapi Tuhan nanti mata hati kita terbuka.

Kapan kita sadar kembali ke Jalan-Nya;
Kapan kita lihat pintu-Nya yang terbuka;
Sang khalik menanti kita kembali;
Sang khalik siap menolong Papua.

Semakin Papua pandang dunia;
Makin tersesat dijalan budi kita;
Semakin Papua pandang ke Tuhan;
Makin mudah temukan solusi.

Pintu dunia sudah tertutup;
Jalan dunia resmi ditutupNya;
Hanya jalan Tuhan sudah terbuka;
Hanya pintu Tuhan terbuka lebar.

Hentilah beri harapan semu;
Hentilah bawa warga dijalan tak pasti;
Itu hanyalah bawa derita;
Itu hanyalah bawa korban.

Jalan yang ditempuh ditutupNya;
Kuasa hikmat dicabutNya;
Pada temu akbar akhir ini;
Bersatulah di jalan Tuhan.

Kuburkan ego, ambisi kita;
Rendahkan diri di bawah hadiratNya;
Bawa pergumulan pada-Nya;
Dengar Tuhan bicara dalam hati kita.

Bawa noda pada kerahiman-Nya;
Damailah dengan segala ciptaan-Nya;
Rekatkan hubungan dengan-Nya;
Bangun persekutuan dalam Tuhan.

Tak ada jalan lain bagi Papua terbebas;
Kecuali jalan yang Tuhan sudah buka;
Yang sedang dikawal JDRP2;
Mari bersatulah meraih impian.

Bolehlah abaikan suara kenabian;
Penyesalan nanti adalah sia sia;
Lebih baik buka hati dengar suaraNya;
Daripada keraskan hati kita.

Hidup ini sudah diaturNya;
Ziarah bangsa ini bukan kebetulan;
Semua tertata dalam kalender-Nya;
Tetapkan iman harapan kasih padaNya.

Sudah banyak Musa bawa bangsa ini;
‘Kan sampai pada penggantinya;
Yosua yang diurapi-Nya;
Yang sudah ditentukan dari semula.

Buku gaya dunia ditutupNya;
Buku gaya baru dibukaNya;
Dunia tak sadari hal itu;
Kehendak-Nya ‘kan terjadilah.

Rasa ironis mendengarnya;
Tapi segala sesuatu dalam rancanganNya;
Rancangan manusia, bukan rancanganNya;
Rencana, ketetapan, janji-Nya itu ya amin.

Penulis selaku Koordinator JDRP2 tinggal di Jayapura.