Video Viral Pasien, Jubir Covid-19 Nabire : Kami sudah tangani sesuai Pedoman Kemenkes RI

Jubir Covid-19 Nabire bersama Plt.Sekda melakukan jumpa pers terkait pelayanan kesehatan Covid-19, di Aula rapat kantor Bupati Nabire. (Foto:Frans/PapuaLives)

Nabire,Jujur bicara (Jubir) Tim Gugus Tugas Covid-19 bersama Pemerintah Daerah Nabire melakukan jumpa pers dengan awak media di Nabire guna mengklarifikasi video viral pasien dan informasi terkait pelayanan kesehatan pasien positif Covid-19 di Nabire, berlangsung di Aula kantor Bupati Nabire, Senin (4/5/2020)

Pasien covid-19 yang dinilai sering Bandel tanpa konfirmasi Tim Gugus Tugas Covid-19 Nabire yang ditayang  televisi metro tv. (Foto:Dok.PapuaLives)

Dalam kesempatan itu, dr.Frans Sayori selaku Ketua Jubir Tim Gugus Covid-19 Nabire mengatakan pihaknya telah melakukan sesuai pedoman baku yang diperlakukan secara Nasional.

” Untuk karantina mandiri, walaupun terkonfirmasi positif covid-19 tetapi tidak mengalami gejala atau gejalanya sangat ringan mereka disebut sebagai OTG, sehingga sesuai kriteria OTG diwajibkan untuk menjalani karantina mandiri.”kata Sayori

Lanjutnya, Sesuai pedoman seperti 13 pasien positif Covid-19 saat ini, kondisi mereka tidak mengalami gejala atau gejalanya sangat ringan sehingga mereka disebut sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG).

“karena itu mereka wajib menjalani karantina mandiri, tempatnya dirumah sendiri atau fasilitas sendiri, untuk tanggungan pembiyaaan pun mandiri alias diluar tanggungan Pemerintah,” beber dr. Sayori,ketika bacakan buku pedoman Kemenkes RI hal : 15.

Terkait hal itu, Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nabire, Daniel Maipon menegaskan bahwa adanya informasi yang beredar di media sosial, maka Pihaknya akan mejatuhkan sangsi kepada penyebar hoax sesuai aturan yang berlaku.

“Bagi ASN kabupaten Nabire yang gemar menyebar HOAX, atau memprofokasi situasi dengan memberi stetmen dan opini terkait upaya penanggulangan wabah covid-19, dengan narasi-narasi tidak benar dan tidak dapat di pertanggung jawabkan melalui medsos. Maka akan diproses hukum dan akan dipecat secara tidak hormat.” tegas Maipon ketika jumpa awak media.

Selain itu, Pemerintah Nabire meminta kepada semua pihak yang ada agar bersama-sama memberikan informasi-informasi yang pasti, dan tidak memicu kepanikan masyarakat, dari sumber sumber yang dapat di pertanggung jawabkan kebenarannya.

Berikan Komentar Anda