Duabelas rumah di Deiyai rusak parah akibat longsor

Kondisi rumah yang rusak parah akibat longsor di Deiyai (Foto For Rilis papualives.com)

JAYAPURA –  Kabupaten Deiyai kembali terjadi bencana alam dalam bencana tersebut mengakibatkan Duabelas rumah pemukiman milik warga di kampung Pekepa, Distrik Tigi timur terhanyut, bencana terjadi pada hari rabu, 29 Juli hingga kamis 30 Juli 2020 hal ini terjadi karena sudah dua hari berturut-turut hujan deras menguyur kampung, namun dalam bencana tersebut tidak ada korban jiwa.

Menurut informasi yang dihimpun media ini, Awal dari pada terjadinya musibah bencana alam  ini pada hari Rabu,  29 Juli hingga kamis 30 Juli dua hari berturut-turut terjadi hujan deras yang mengujur sehingga pada Jumaat 31 pukul 14:00 siang terjadi tanah lonsor yang kemudian menyakibatkan 11 rumah kondisi kerusakan parah.

Dalam musibah ini, mengalami kerugian harta benda yakni kurang lebih 30 perkebunan milik warga dan puluan kolam ikan dan juga pepohonan kasuari ditanam warga pun hanyut bersamaan pepohonan lainnya, semua rubuh dan terjatuh ke tanah.

” longsor kali mengakibatkan wajah kampung tidak kentar, oleh karena warga di kampung sedang mengunsi ke batas Kampung Pekepa. ” Kata Itu sampaikan oleh Alpius Pinibo Selaku Kepala Kampung Pekepa Ketiga memberi keterangan pers kepada wartawan Papualives.com pada Minggu 02/08/2020 pukul 10:00 Pagi tadi.

Lanjutnya, Punibo menjelaskan juga bahwa saat ini masyarakat sedang dalam, antisipasi terhadap lonsor oleh karena masyarakat sedang persiapkan untuk pindah dari Kampung Pekepa ke batas desa tempat dimana tidak melanda longsor.

Selain itu berikut ini nama-nama pemilik rumah yang mengalami bencana longsor yang dihimpun media papualives.com dari kepada kampungm ,pada mingg 02 Agustus 2020 pagi tadi, yakni, 1. Yuncen Pinibo 2. Simon Pinibo 3. Yafed Pinibo 4. Yoni Pinibo 5. Opince Pinibo 6. Santo Bobi 7. Demia Pinibo , 8. Aten Pinibo 9.Dortea Pakage 11. Eskus Pakage 12. Step Pinibo

Sementara Itu, Derek Pinibo salah satu intelektual dari Kampung Pekepa berharap kepada Pemerintah Kabupaten Deiyai dan pihak terkait untuk segera turun agar melihat kondisi yang dialami oleh masyarakat di kampung Pekepa.

“Begitu banyak rumah, kebun,kolam ikan lainnya. Masyarakat yang juga aset daerah, oleh karena itu pemerintah segera turun pantau situasi di kampung Pekepa.”harapnya.*

Berikan Komentar Anda
Share Button