Faktor Penyebab Menurunnya Pertumbuhan OAP

Anak Papua bermain di alam,mencipkatakan, kreasi permainan yang unik. (Foto:Ist)

Oleh Yulian Pugiye

Dua faktor penyebab sedang dan terus menurunnya jumlah Orang Asli Papua (OAP) :

a.Faktor diri sendiri atau internal
b. Faktor luar atau eksternal.

Faktor internal:
1, Kita sedang tidak menyadari atau mungkin sadar tapi sengaja bahwa Miras, Ektrajoss/Kukubima dan sejenisnya sedang menjadi budaya minuman favorit orang Papua khususnya orang pedalaman terutama kalangan orang mudah pada usia produktif yg pelan tapi pasti menghabiskan OAP.

2, Mendapat jabatan di birokrasi atau politik menjadi ajang menambah istri KJ yg kemudian istri dan anak2 yg sdh ada jadi korban hidup melarat, tdk jelas masa depan ekonomi, pddk, kesehatan, dan investasi lainnya menjadi kabur atau pupus.

3.  Penyebaran virus HIV-AIDS terlihat sedang subur yang pelan tapi pasti menurut hitungan medis jika tdk berobat benar stelah 5 tahun pasti habis. Ini subur saling menularkan dari satu ke lainnya baik karena UANG atau NAFSU.

4. Setelah Miras bawa motor atau mobil menabrak atau ditabrak akibatnya mati, Denda dll.
5, Entah sadar atau tidak sadar adakalanya anak-anak perempuan jadi korban perkosaan dan pendidikan akibatnya mereka kawin tidak benar satu ( itu sebabnya sayang dan jaga mereka),
5, Suntikan atau Pil KB yang dipakai juga ikut mendukung penurunan pertumbuhan OAP. Hal ini baik jika untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi agar mereka tetap sehat.

Faktor Luar atau Eksternal:
1, Kekerasan dan Pelanggaran HAM oleh Negara dengan lebel OPM, GPK, KKB, KKB TERORIS, SEPARATIS  dan lainnya akan terus menerus terjadi di tanah Papua.
2, Pengungsian kehutan paska kekerasan Negara yang mengakitkan OAP mati di hutan, pindah ke PNG, pindah ke daerah lain dan hidup menumpang dengan keluarga yang kebetulan hidup pas- pasan yang akibatnya hidup sama sama serba kekurangan ekonomi, pendidikan, kesehatan, sakit dan mati.
3, Kematian anak dan bayi yang sering meningkat akibat:
– Fasilitas kesehatan kurang atau bahkan tidak ada.
-Tenaga medis jarang di tempat tugas bahkan tidak ada.
– orang tua jarang anak diantar ke Posyandu.
-Sakit berat dulu barulah cari obat ke rumah sakit atau puskesmas sebelumnya tahan di rumah, cari adat yang umumnya tidak membantu penyembuhan tapi pemborosan hidup.
4,Terus meningkat penduduk pendatang di Tanah Papua melalui program Transmigrasi mapun program pekerja kasar di Papua atau mereka yang datang terus karena lowongan pekerjaan yang mudah didapat karena pemerintah daerah yang adalah OAP sendiri siapkan pekerjaan baik PNS maupun pekerjaan yang lain seperti Proyek-proyek.
5.Belum ada larangan yang tegas untuk penjualan. MIRAS justru melegalkan penjualannya oleh pemerintah. Ada kabupaten yang ada Perda nya tapi realitasnya tidak ada penegakkan hukumnya belum maksimal bahkan tidak ada.

Demikian sedikit ulasan tentang kenapa OAP menurun.
Silahkan ditambah dan komentarnya. 🙏

Berikan Komentar Anda