Beranda Artikel HARI KEMATIAN BURUNG GARUDA KEKUATAN RAJA PAPUA 84 TAHUN

HARI KEMATIAN BURUNG GARUDA KEKUATAN RAJA PAPUA 84 TAHUN

524
0
Wearing seluruh atribut lencana kebesaran Wigamba (Raja)ke XIV. burung Garuda ditangkap tanggal 4 september 2020 di Paniai.

Oleh  Agus Bulibega Zonggonao

Wigamba wagamba KE XVI

Papua merupakan sebuah pulau yang terbesar dunia nomor kedua, yang dimana tempat ini menjadi tempat perebutan berbagai bangsa. Sejak dahulu sulit masuk karena ada janji raja pertama yang mengatakan siapapun masuk dibumi ini kamu harus gigit dia, kalau masih melawan bunuh dia, masih melawan makan dia. Karena janji itu.
Maka semua bangsa sulit masuk karena ada raja. Raja yang pertama tenggelamkan bumi bagian utara dan raja ke X bumi bagian selatan. Kedua Raja bernama : MBUGUMBAMBA dan NANANI Sesuai dengan namanya. Pulau ini nama dari nenek moyang adalah HEGENAGAI. Implikasi dari nama raja itu adalah mbugu = tenggelam turun atau tenggelam masuk atau tenggelamkan pergi, Mbamba = terbang pergi menghilang. Artinya Buminya ditenggelamkan rajanya terbang pergi menghilang.
Mengapa tengelamkan buminya lalu beliau pergi menghilang karena membunuh anaknya. Beliau memiliki kekuatan yang luar biasa turun temurun memiliki kekuatan ajaib. Hegenagai itu artinya rumah yang memberi nama kehidupan.
Kaitan dengan hal itu yang memberi kehidupan ini membuat banyak orang merekayasa segala-bahasa dan kalimat untuk menghancurkan yang memiliki kepulauan ini supaya menjadi miliknya kulit berwarna putih.
Perlu diinformasikan informasi baru bagi semua manusia Papua pada umumnya bahwa : kekuatan Raja Papua adalah Burung Garuda.
Burung Garuda mati dibunuh oleh orang Indonesia yaitu Ir. Soekarno pada hari selasa tanggal 5 September 1939 di istana Raja Papua yaitu di Kugapa Kabupaten Paniai Provinsi Papua Tengah sudah memasuki 84 tahun Selasa tanggal 5 September 2023.
Pada hari Rabu tanggal 6 September 1939 masyarakat datang menuntut ganti rugi burung kekuatan mereka dengan nyawa Ir. Soekarno dan Dr. Jean Victor de Bruijn, maka diganti dengan kigi atau kulit bia bukan Dollar, Golden atau Rupiah oleh Raja atau Wigamba wagamba.
Janjian yang diberikan oleh raja Igoemaboei Djonggonaoe adalah suatu ketika saya datang meminta sesuatu yang menolak, kalau tidak saya akan cabut bawa pulang, saya akan cabut bawa kembali, saya akan cabut bawa datang, saya akan cabut bawa pergi, atau saya akan cabut bawa buang implikasinya “PAPUA.” Jadi PAPUA itu adalah ilmu kesatriaan Raja Papua bukan nama pulau yang kita sebut saat ini.
Nama Papua bukan diberikan oleh siapa siapa seperti yang di katakan dalam tiktok itu semuanya rekyasa demi kepentingan, Papua itu diberi janjian kepada Soekarno oleh raja ketika tembak burung Garuda dengan perjanian yang harus ditaati. Kalau tidak akan menjadi tulah.
Pembuktiannya itu ayah wigamba wagamba raja ke XV memberikan nama saya Bulibega Djoenggonaoe atau Burung Garuda Djoenggonaoe setelah 19 tahun, saya lahir di Kugapa tanggal 22 Juni 1958 ketepatan dengan hari ulang Tahun kota Jakarta, setelah tiga hari 25 Juni 1958 pemberian nama saya Burung Garuda atau Bulibega, penetapan burung Garuda sebagai Lambang Negara tanggal 26 Juni 1958 nomor 43 tahun 1958 berarti cerita ini ajaib bukan bohon atau hoax. Baca dalam buku yang ditulisnya.
Karena itu ayah saya menyampaikan untuk saya lakukan deklarasi Kerajaannya MBUMBUMBAMBA setalah usiamu 65 tahun. Maka saya berusaha untuk menyerbitkan buku kerajaan Mbumbumbamba sebelum usia masuk 22 Juni 2023 karena usia saya akan memasuk usia tahun ke 65 pada tanggal tersebut.
Sedangkan usia burung Garuda sudah memasuki 84 tahun dari hari selasa 5 Sept 1939 s/d selasa 5 Sept 2023. Hari ini saya peringati sebagai hari Raja Gugurnya Kekuatan Raja Hegenagai pada tanggal tersebut di atas.
Pada kesempatan ini, saya sampaikan kepada seluruh manusia Hegenagai atau Papua bahwa pada saat itu juga Raja tunjukkan Mbagelapigu dan Puyapigu (Erstberg dan Grestberg) kepada Bruijn dan Soekarno dan disuruh menulis suku dan marganya di atas peta yang dibuatnya sebagai peta Paniai Meer itu.
Pada saat perpisahan pada tanggal 15 Nopember 1939, beliau menyerahkan atau memberi 4 macam kekuatan yaitu Burung Garuda, Ugindame, Baidole, dan Perjajian ilmu kesatriaan atau “Papua”.
Sesuai dengan peristiwa itu, maka Presiden Soekarno dan John F Kennedy menanda tangani perjajian tempat penyimpanan emas Grestberg Erstberg untuk raja di Swiss pada tanggal 15 Nopember 1963, yang disaksikan Paus Paulus ke VI dari Fatikan.
Sehubungan ini pada tanggal 15 Mei 1995 Freeport di tutup oleh anak-anak wigamba wagamba maka kita memperoleh 1 % yang di nikmati oleh Amungme dan Kamoro.
Sepadan dengan itu tanggal 28 April 1998, Tuhan menyamapaikan dalam mimpi untuk menulis buku kerajaan Mbumbumbamba di bumi Cenderawasih Papua. Kemudian tanggal 29 April 1998 mulai menulis buku tersebut sampai selesai 22 Juni 2012.
Bersama dengan itu, pada tanggal 15 Nopember 2001 wigamba wagamba atau Raja menyerahkan atribut kekuasan kerajaannya kepada saya ketika saya masih kuliah di Unipa Maknowari. Sebagai kekuatan keselamatan wigamba wgamba.
Selanjutnya saya sampaikan kepada saudara-saudara, apa yang saya menulis itu tidak masuk akal budi mereka, diluar kapasitas berpikir anda, sehingga ada yang malas membaca, tapi kuharapkan ini ilmu, itu kan ilmu selama ini kita tidak tahu kalau malas membaca anda jangan memarahi aku. Karena tempat ini tempat yang berpotensi dan edukasi.
Saya berusaha untuk memasukan pengetahuan ini sedikit demi sedikit, sehingga anda mempunyai kemampuan selajaknya sama dengan kita punya guru besar orang Papua Yoman yang kita cintai itu.
Di sinilah tempat ujian kemampuan kita dan keinteletualan kita dalam memperjuangkan nasip hidup kita bersama dalam pinindasan itu.
Saya sebagai wigamba wagamba saya akan berbicara sesuai kemampuan saya dan sekarang saya bilang Raja manusia siapa yang mau tegur kepada saya, karena saya anak keturunan Wigamba wagamba, sehingga segala syarat dan kelakuan kerajaan saya tahu selama saya hidup banyak saya melihat tindakannya.
Contoh perubahan nama nama suku yang diberikan Raja Moni, semua suku mengabaikan karena pengetahuan orang lain, sekarang mulai merubah ke sana kemari, tidak sayang kepada masa sebelumnya, sebelum mengenal huruf dan merangkai kata mereka mampu memberi inspirasi nama namanya seperti itu. tindakannya sesuai dengan nama sukunya.
Pastor Dr. Bruno Otto van Nunnen, OFM mengatakan dalam Bulletin the community of Kugapa (1973) yang mengatakan “siapapun merubah nama-nama suku yang diberikan oleh suku Moni, merupakan karunia atau anugerah yang diturunkan Tuhan melalui mereka, tanpa dengan sebuah tulisan, sehingga mentalitas dan moralitas apapun tidak akan berubah sepanjang masa hidup manusia, walaupun kita menjadi manusia yang professional maupun intelektual yang segala-galanya dan luar biasapun tidak akan pernah perubahan dan tidak akan berubah.
Selanjutnya saya menyampaikan kelebihan dan kelakuan selama hidup di atas tanah kita ini oleh manusia dari seluruh manusia Papua gunung datang dari mana-mana, mereka datang sampai di Kugapa sekarang, sebelumnya di disebut Mbekugapa artinya tempat berakhir perjalanan kerajaan). Yang sekarang di sebut Kugapa.
Semua orang datang ke sana tujuan utama adalah supaya mereka dapat diberkati, karena mereka tidak tahu Tuhan. Tuhan mereka hanya wiwao. Karena setiap saat kita berkelahi, perang suku mereka mengatakan wiwao itu mereka menyebut raja raja supaya mereka datang membantunya, sehingga meminta kekuatan dalam kegiatan mereka itu.
Maka wigamba wagamba sudah menerbitkan tulisan buku tentang wasiat wasiatnya itu dalam buku Kerajaan Mbumbumbamba (Mbua) yang ditulis oleh Agus Bulibega Zonggonao maka anda akan mendapat kekuatan di situ.
Siapa yang mau akan menyangkal tantang tulisan buku ini, hati-hati saja karena cahaya Tuhan ada di sini, kekuatan Tuhan sudah menyatakanNya.
Sejak tanggal 15 Nopember 2019 pendropan TNI di Kabupaten Intan Jaya istana raja Moni kepentingan Blok Wabu, tanggal 18 Nopember 2019 di atas bukit itu tertembaknya sineper Sidabutar oleh OPM terpecehnya Korona dioses di Hoan China tanggal 19 Nopember 2019 ada apa dibalik itu. itu memenuhi janji raja ke IV Moni.
Ketika tanggal 23 Agustus 2021 buku ini tiba di Pelabuhan Nabire terjadi pelangi yang kurung rumah saya jam 17.00 WIT cahaya bercahaya seperti dalam foto di bawah ini dua kali terjadi yaitu tanggal 19 April 2023 jam yang sama seperti di atas.
Pada tanggal 2 Pebruari 1935 dua orang membawa kabar kedatangan Pastor di Modio yaitu Pastor Herman Tillemans kepada wigamba wagamba di Kugapa. 6 Pebruari 1935 komunikasi dengan Auki Tekege antar ke Kugapa.
Tanggal 11 Pebruari 1935 pertama kulit putih tiba di istana wigamba wagamba. 12 pebruari 1935 pemeriksaan kotoran tai seorang imam dan tangal 14 pebruari 1935 pemberkatan Lembah Paniai. Peristiwa itu balance dengan pelantikan uskup pertama orang asli Papua.
Pada tanggal 2 Pebruari 2022 pentabisan uskup, 11 pebruari 2022 datang ke Nabire gerejaNya Wigamba wagamba, tanggal 12 Pebruari 2022 perayaan misa perdana, tanggal 14 Pebruari 2022 pemberkataan lembah Paniai kali kedua sudah terpenuhi.
Bapak Dr. Socratis Yoman guru politik Papua penulis buku yang cerdas dan pintar serta luar biasa, di sini bisa kami juga memberi dan menerima semua kebutuhan bersama demi dalam membangun politik Papua. Saya sebagai Raja Papua, Papua mulai akan bersuara sesuai dengan pesanan ayahku adalah.
Tugasmu adalah hanya untuk menulis, jika anda telah menulis sudah menyelamatkan sejarah suku dan bangsamu. Akan tetapi jika anda tidak menulis, maka sejarah suku dan bangsamu cukup hanya sampai engkau atau cukup sampai di sini.
Kita melihat kembali perkembangan kota Singapura seorang Perdana Menteri Singapura Lu Kuan Yew, yang mengatakan bahwa “ kami merebut Singapura karena politik adu domba bukan dengan kekuatan senjata, jika kekuatan senjata pribumi tidak pernah akan dikalahkan”.
Maka untuk membangun di Papua tidak akan sama dengan seperti Singapura maling rebut ambil makan habis. Papua sebuat pulau besar nomor ke dua dunia yang susah diduduki oleh orang lain. Yang penting kolonialisme Indonesia dan Amerika bisa mengerti.
Maka pada tanggal 5 September 2023 merupakan hari kebangkitan wigamba wagamba (Raja) akan memperingati kembali gugurnya kekuatannya dan mengulang kembali gugurnya pucuk pohon Papua Melanesia tanggal 15 Mei 2023 sudah mencapai tahun perjanjian, tahun ke 28 sesuai mimpi wiwao.
Dengan itu saya segera akan ambil alih untuk berbicara tentang Freeport McMorran Indonesia karena pada saat itulah Raja Papua atau ayah saya mengantarkan sampai menunjuk Mabigela dan Puyapigu (Grestberg dan Erstberg).
Jika pemerintah tidak terima dan respon ada sangksinya yaitu ilmu kesatrian wigamba wagamba akan bertindak dan bergeser sendirinya mulai sejak terbunuhnya pucuk pohon Papua itu sampai dengan waktu yang pernah di sampaikan tahun 1998 melalui mimpi itu.
Sekarang telah ditebangnya pucuk pohon Papua, sedang kekuatannya ditebang oleh Ir. Soekarno tanggal tersebut di atas, dulu Raja pinjamkan kekuatannya kepada Indonesia, sekarang saya datang minta kembali untuk bawa pulang kekuatanku biar saya juga ingin berusaha.
Kalau memang ditebang pucuk pohon Papua karena kerajaan Mbumbumbamba dan Raja, untuk mengambil kekayaan saya maka puing puinglah sudah Indonesia, karena Jesus di bunuh karena Raja herodes tidak mau di atas dia ada raja yang lain. Anak saya dibunuh karena Raja dan buku yang berjudul Kerajaan Mbumbumbamba di Bumi Cenderawasih Papua. Maka di sana ada sangksinya.
Akan tetapi tidak ada analisa jalan lain, untuk membunuh saya dan anak saya. Saya bukan OPM dan Saya juga bukan BMP, saya adalah Raja Wigamba Wagamba tugas saya adalah Independen dan melindungi masyarakat dan saya bangsa Indonesia suku Papua bangsa Melanesia. Dan saya tidak pernah melakukan sesuatu yang tidak baik terhadap Indonesia sebagai bagian dari warga negara yang baik yang mengantar dan menunjukkan Grestberg dan Erstberg, yang menjadi juru bahasa adalah militer Belanda Mariner Anthonius Emobagakigi Djoenggonaoe.
Membunuh Raja Papua tanggal 15 Mei 2023 sudah berakhir Pemerintah Indonesia di atas tanah Papua karena batas waktu sudah genap 28 tahun sesuai dengan demontrasi tutup Freeport tanggal 15 Mei 1995 oleh msyarakat Timika dibawa pimpinan Videlis Bulimbuga Zonggonau.
Maka Raja menyampaikan kepada setiap orang Papua segera mendapatkan atau memiliki buku yang berjudul tersebut diatas, karena penulisan tentang wasiat-wasiat tentang kalian. Anda tidak akan rugi karena buku ini namanya “POGA” artinya penanggis, penada, pemandul, penantang dan penentang. Karena suatu saat janjian Raja itu akan bertindak ada “Bulibega”. Kalau ada yang butuh pesan melalui admin dengan nomor Hp. 082125234558. Zonggonao A. Kampung Gerbang sadu, Distrik Nabire Barat Kabupaten Nabire Provinsi Papua. AMAKANIEE.