Jemaat Kingmi Edoutou Argapura Ibadah Perdana di Lokasi Baru Pembangunan Gereja
Pewarta: Michael Edowai
| 207 Dibaca
EDISI TERBIT: 1 Juni 2020
Ibadah perdana Jemaat Kingmi, Edoutou di Argapura Jayapura, Minggu (31/05/20)

JAYAPURA- Usai Geraja Kingmi Edoutou di Argapura diludes api pada, Selasa (13/05/20) dua pekan lalu waktu setempat. Jemaat kembali merayakan ibadah perdana di lokasi baru pembangunan Gereja yang terletak di Jalan Pipa Argapura, Japura Papua. Minggu (31/05/20).

Ibadah perdana yang dipimpin oleh Pdt, Simon Bunai selaku Pimpinan Gereja Viktori turut dihadiri kurang lebih 100 Jemaat Kingmi, dan berlangsung sebagaimana biasanya umat Kristen beribadah pada hari mingu biasa.

Terkait dengan pemindahan lokasi baru rencana pembangunan Gereja tersebut,Pdt. Simon Bunai menyampaikan alasan yang dipertimbangkan pihak Gereja terhadap pemindahan lokasi lama ke lokasi pembangunan Gereja tersebut.

Menurut Simon, karena lokasi lama terkesan menjadi langganan musibah. Diamana peristiwa pertama tertimpah pada tanggal 1 Desember 2015 silam terjadi kebakaran rumah Pastori hingga anak seorang gembalah direnyut si jago merah.

Pertimbangan kedua menurut Simon, setelah beberapa tahan kemudian, tepat pada tanggal 13 Mei 2020 kembali si jaga merah berulah hingga meludeskan Gereja.

Lantaran itu, kata Simon,rencana pembangunan Gereja tersebut dianggap tidak layak untuk di pertahankan untuk membangunkan kembali Gedung Gereja dan rumah Pastori. Sehingga pihak Gereja memutuskan untuk pidahkan ke lokasi baru.

“Lokasi baru ini, milik 4 orang jemaat, tapi mereka serahkan dengan gratis kepada pihak Gereja guna bangun Gereja baru. Pa Reko,Hans Tatago,Ibu Yuliana Pekei dan ibu Yohana Mote mereka itu orang-orang yang luar biasa,”tandasnya puji.

Maka itu, disebutkan Simon, ada lima organisasi internal gereja yang sudah sepakat pada 17 Mei 2020 lalu untuk pindah ke lokasi baru, dan merekan siap bekerja selama proses pembangunan itu berjalan.

“Organisasi dalam internal gereja yakni,Sekolah Minggu, Pemuda, Pemberdayaan Perempuan,Perkarya dan simpatisan dalam Gereja,”ujar Simon.

Selain itu Simon mengaku, Willem Wandik, Bupati Puncak Papua, bersedia untuk membangunan gedung gereja baru berlantai dua. Namun lokasi Gereja lama dengan Dena rencana pembangunan terlalu besar sehingga dipandang perlu untuk memindahkan ke lokasi baru.

“ Bupati Puncak Papua Willem Wandik suda bersedia bangunkan gereja berlantai dua, tapi lakasi yang ada saat ini tidak pas, maka kami siapkan lokasi baru, sehinggal pada hari minggu ini adalah minggu perdana kami lakukan misa perdana di tempat rencana bangun gereja,”kata Simon.

Dikatakan Simon, karena lokasi Gereja yang baru sangat luas, sehingga Ia berencana untuk kedepan akan bangun Koperasi Gereja,Pendidikan Anak Usia Dini (Paud), rumah Pastori dan bak air, agar di tercover dalam satu lingkungan dengan gereja yang akan di bangun tersebut.

Diakui Simon, Umat Katholik yang ada di Jalan Pipa Arga Pura telah berjanji kepada pihaknya untuk bekerja dalam membangun Gereja tersebut.

“Saya percaya komitmen mereka karena ada bukti dimana mereka gotong royong bangun gereja dalurat dengan beratap tenda ini,”akunya.

Salah satu intelektual Jemaat setempat, Jhon Bunai mengatakan, pemindahan dari lokasi lama ke lokasi baru ini tentunya atas kesepakatan dari jemaat Edoutou, dan disaksikan oleh Ketua Klasis Kota, Pdt. Marten Mauri.

Lanjut Jhon, Kesepakatan tersebut telah dilaporkan bapak Pdt, Marten Mauri kepada Ketua Sinode Pdt. DR. Benny Giyai.

Karena itu, Jhon menegaskan pemindahan Lokasih baru ini bukan ilegal akan tetapi melalui aturan baku organisasi, dan sudah disetujui pemimpin Gereja Kingmi di tanahh Papua.

“Kami pemindahani ini resmi.Jemaat lebih sepakat untuk pindah lokasi baru hanya karena ada kabar gembira yang datang dari Bapak Bapati Willem Wandik beliau siap untuk membangun gedung gereja baru,”akunya lagi.

“Kami intelektual siap kerja dan mendukung dalam proses pembanguna gereja itu berlangsung hingga selesai,”tandas Jhon.

Sala satu Pemuda Jemaat, Amos Gogai mengutarakan, lokasi baru tersebut kendaran bisa masuk sampai di lokasi pembangunan, sementara lokasi gereja yang lama dari jalan raya cukub jauh, sehingga pemuda-pemudi jemaat menyepakati untuk bangunkan Gereja di lokasi baru karena lebih mudah untuk drop bahan bangunan.

“Pada prinsipnya kami sebagai pemuda, siap kawal dalam proses pembangunan hingga peresmian gedung gereja di resmikan,”tukasnya.

Untuk itu, Amos mengajak kepada para pemuda mari bersama-sama bergotong royong dan kerja bergandengan tangan guna menyelesesaikan pembangunan gereja hinggi peresmian. Ibuhnya berharap.(**)

Berikan Komentar Anda
Share Button