Beranda Advertorial Legislator Sebut Adat Bukan Kafir, Adat Itulah Undang-Undang dari Tuhan

Legislator Sebut Adat Bukan Kafir, Adat Itulah Undang-Undang dari Tuhan

714
0
John NR Gobai Anggota DPR Papua. (Foto: Istimewa)

JAYAPURA – Anggota DPR Provinsi Papua John NR Gobai mengatakan dirinya mengutip potongan teks dari buku Mazmur dan Nyanyian Rohani buku 1,Mazmur 81 ayat 4 Adat inilah undang-undang Tuhan; Israel telah memegangnya terus sejak ditebus dari perhambaan. Adat dikenal tentang Sang Pencipta, Bapa Yang Kudus, Bapa di Tempat Yang Maha Tinggi. Itulah yang disebut tentang Pribadi Allah yang dalam berbagai suku di Papua. Menurutnya Sebutan-sebutan itu disebutkan untuk Allah yang kita kenal dalam Alkitab. kutip media papualives.com [01/04/2024] dalam tulisan singkatnya.

Legislator asal Meepago ini menerangkan bahwa dalam Alkitab, kita kenal hukum Taurat yang ajarannya dimulai sejak jaman Nabi Musa yang kita kenal dengan 10 Perintah Allah. Hukum Taurat dapat juga disebut Nilai Nilai dan Norma-norma adat yang merupakan nilai dan norma yang ditaati para leluhur bangsa Israel, perintahkan kepada nenek-moyang bangsa israel sama halnya di Papua kita kenal dengan adat dengan nilai nilai dan norma norma adat yang baik.

” Pandangan Alkitab tentang Taurat atau adat. ketika keruntuhan Israel, Allah kecewa terhadap bangsa ini karena mereka tidak berpegang pada perjanjian dengan nenek moyang Israel tidak berpegang pada ketetapan-Nya dan Undang-undang-Nya, dan Tuhan memperingatkan kepada Israel. Tuhan telah memperingatkan kepada orang Israel dan kepada orang Yehuda dengan perantaraan semua nabi dan semua tukang tilik; Berbaliklah kamu dari pada jalan-jalanmu yang jahat itu dan tetaplah ikuti segala perintah dan ketetapan-Ku, sesuai dengan segala undang-undang yang telah Kuperintahkan kepada nenek-moyangmu dan yang telah Kusampaikan kepada mereka dengan perantaraan hamba-hamba-Ku, para nabi” (II Raja-Raja 17:13).” Jelas Gobai.

Lanjutnya, Setelah kelahiran Yesus dan setelah tiba waktunya untuk bersaksi tentang BapaNya yang mengutus, Yesus kembali mengajarkan kepada Murid-muridnya dan kepada umat. “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.” (Mat 5:17). Jelas bahwa Yesus tidak membatalkan Hukum Taurat. Dalam Matius 5:19, bahwa siapa yang tidak melakukan dan tidak mengajarkan hukum Taurat, bila ia masuk surga, maka tempatnya adalah yang paling rendah.

” Tetapi bagi siapa yang melakukan dan mengajarkan hukum Taurat, maka tempatnya akan tinggi di dalam Kerajaan Surga. Surat Rasul Paulus ke Jemaat di Roma, Rasul Paulus juga menulis tentang Hukum Taurat. “Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan.” (Roma 2:13).” terang Gobai.

Dirinya melihat dari kacamatanya bahwa Realitas hari ini Sejumlah orang mengatakan adat itu kafir tanpa memahami lebih jauh tentang nilai-nilai adat yang ada, perintah dari nenek-moyang/ leluhur yang diwarisi turun temuran berisi nilai nilai ajaran, perbuatan yang baik, bahwa ada nilai, norma hidup yang baik, ada orang bisa menyembuhkan sakit, mengusir roh roh jahat. Pandangan ini juga yang melintas dalam ilmuwan masa lampau yang menilai adat dengan pandangan yang tidak tepat. Kaum ini yang mengatakan adat itu kafir, tidak melihat lebih jauh tentang nilai dan norma hidup yang telah hidup dan berkembang dalam masyarakat adat, yang telah mengatur keharmonisan dan keserasian dengan Allah, sesama dan alam sekitarnya.

” Kaum ini juga tidak melihat adanya larangan dalam adat yang juga disertai dengan sanksi bagi yang melanggar. Kaum ini juga tidak melihat adanya ritual penyesalan permohonan kepada Yang Maha Pencipta melalui penyucian dengan media pengorbanan, babi, sama seperti Bangsa Israel dengan domba, yang kemudian mencapai Kanaan, negeri yang dijanjikan Tuhan. Dalam buku, Mazmur dan Nyanyian Rohani buku 1,Mazmur 81 ayat 4. Adat inilah undang-undang Tuhan; Israel telah memegangnya t’rus sejak ditebus dari perhambaan.”tukasnya.

Gobai juga ketua Poksus DPR Provinsi Papua mengiatkan bahwa ada akibat termakan oleh ajaran baru, banyak juga orang Papua yang merasa adat itu kafir, adat itu tak perlu diikuti, sehingga mereka merasa adat tak perlu ditaati, akibatnya dalam kehidupan kita seperti manusia kadang bimbang antara mengikuti Alkitab, Adat dan Adat Baru yang dikenalkan oleh jaman ini. Gobai menilai  semua baik.

” Banyak kali saya membaca banyak tulisan orang Papua yang mengutip kata-kata dari I.S. Kijne: “… bangsa ini akan bangkit dan memimpin dirinya sendiri”. Yang kemudian menjadi pertanyaan l adalah bangkit dengan menggunakan apa? Ingat buku Mazmur dan Nyanyian Rohani buku 1,Mazmur 81 ayat 4 Adat inilah undang-undang Tuhan; Israel telah memegangnya t’rus sejak ditebus dari perhambaan. Mari kita juga menaati adat yang baik yang ada dalam masyarakat adat.”ajak Gobai diakhir kutipannya itu.