Kapolres bersama Bupati Laksanakan Anev Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 di Mamberamo Tengah
Pewarta: Redaksi
| 126 Dibaca
EDISI TERBIT: 12 Mei 2020

Jayapura – Pada hari Senin tanggal 11 Mei 2020, bertempat di RS Lukas Enembe Kobakma telah berlangsung Anev Gugus Tugas Penanggulangan Covid -19 Kabupaten Mamberamo Tengah, yang membahas beredarnya berita yang dipolitisir oleh oknum masyarakat Theo Hesegem selaku aktifis HAM. Mengenai pembubaran paksa pos relawan Covid di desa Wunan distrik Wolo Kabupaten Jayawijaya Oleh Kapolres Mamberamo Tengah..

Hadir dalam kegiatan:
Ricky Ham Pagawak S.H,Msi (Bupati Mamberamo Tengah), Yonas Kenelak, S. Sos. (Wakil Bupati MamberamoTengah). Selaku ketua Tim, AKBP Deni Herdiana S.E,S.H (Kapolres Mamberamo Tengah), Mayor Inf. Abdul Muthalib Talassa (Pabung Satgas Apter Kerangka Kodim Kobakma), Para Kordinator Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Mamberamo Tengah.

Penyampaian dari Bupati Mamberamo Tengah yang intinya, Pertama-tama mari kita panjatkan Puji dan Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Karna dengan rahmatnya kita masih bisa bertemu dan melakukan pertemuan.

Saya mau mengkomfirmasi terkait dengan beredarnya berita yang dipolitisir oleh oknum Theo Hesegem selaku aktifis HAM, mengenai pembubaran paksa pada pos relawan Covid di desa Wunan distrik Wolo. Oleh Bapak Kapolres Mamberamo Tengah. Kepada Bapak Wakil Bupati selaku Ketua Gugus Tugas, Setelah pemeriksaan Rapid Test dilakukan Harus ada laporan Tertulis Kepada Sekda Provinsi Papua.

Penyampaian dari Kapolres Mamberamo Tengah yang intinya, Terimah Kasih atas Waktu yang diberikan, saya akan menyampaikan kronologis Kegiatan yang Saya lakukan di Distrik Wolo. Kami kesana hanya melakukan pengecekan Pos Yang Dijaga oleh Masyarakat, dan pada saat Disana juga kami tidak melakukan pembubaran paksa dan pembongkaran Pos yang didirikan oleh Masyarakat yang mengatas namakan relawan Covid-19.

Mengenai pemberitaan yang beredar di media sosial itu semua tidak benar. Saya juga sudah melaporkan hasil Kegiatan tersebut kepada Kapolda Papua, wakapolda, irwasda, Karo Ops, Dir Intel, Kabid Propam dan berkordinasi langsung dengan Kapolres dan Dandim Jayawijaya. Saya sudah Klarifikasi permasalahan tersebut di RRI Wamena dan telah disiarkan tadi Pagi.

Penyampaian sekaligus Tanggapan dari Wakil Bupati Mamberamo Tengah yang intinya, Saya selaku ketua Tim Gugus Tugas akan menindak lanjuti penyampaian Bapak Bupati dalam pelaporan terulis atas Hasil Rapid Test yang Kami sudah lakukan dan yang akan kami tindak lanjuti.

Saya akan memberitahukan kepada Sekretariat untuk membuatkan Laporan hasil Rapid test ini dalam melengkapi laporan tertulis kepada sekda provinsi. Saya juga membenarkan tindakan yang dilakukan Kapolres di wolo karena pada saat itu tidak ada pembubaran paksa yang dilakukan Oleh Bapak Kapolres Mamberamo Tengah.

Penyampaian dari Pabung satgas Apter Kerangka Kodim Kobakma yang intinya, Terima kasih atas waktu dan kesempatan yang diberikan. Tindakan yang diambil Kapolres sudah benar, bukan mengada- ngada, pemeriksaan yang menggunakan alat tajam dan tidak didampingi oleh tim medis dan tidak dilengkapi APD juga itu tidak dibenarkan. Permasalahan ini juga harus ditindak lanjuti dengan mengklarifikasi pemberitaan tersebut.

Tanggapan dari Bupati Mamberamo Tengah, Kita masih menunggu hasil koordinasi Bupati Jayawijaya dengan Wakil Bupati Jayawijaya mengenai Pos di Distrik Wolo. Besok kalau sudah ada hasil keputusan dari Bupati Jayawija, saya akan melakukan Pertemuan dengan Bupati Jayawijaya di Distrik Wolo dan dari keamanan ikut ke sana.

Masyarakat tidak boleh mengatur kebijakan pemerintah dalam penanganan Covid-19 ini. Apabila terjadi bentrok antara masyarakat dengan pihak keamanan saya akan menuntut Bupati Jayawijaya.

Kita akan memperketat lagi di perbatasan, kita tidak boleh memberi peluang kepada masyarakat untuk keluar masuk ke Kabupaten ini. Untuk tim Gugus Tugas Covid juga tidak boleh keluar masuk karna ini juga dapat memicu aksi Protes dari Masyarakat.

Berikan Komentar Anda
Share Button