Kehadiran Polres di Dogiyai, Kembali Kepada Masyarakat
Pewarta: Andreas Rumyaan
| 289 Dibaca
EDISI TERBIT: 14 Maret 2020
Bernardo Boma Ketua DPD KNPI Kabupaten Dogiyai (Foto:Istimewa)

Dogiyai,Kunjungan Tim Mabes Polri terkait uji kelayakan dan pengecekan lokasi pembangunan pemekaran Polres dikabupaten Dogiyai yang dilakukan pada Rabu 11 Maret 2020 Menuai Pro dan Kontra di publik oleh sebab itu kami meminta Mabes Polri seharusnya membuka forum grop diskusi yang melibatkan semua pihak dengan tujuan menjelaskan ke publik terkait kehadiran Polres di Dogiyai dan pendapat semua pihak juga bisa tersampaikan langsung kepada Tim Mabes Polri untuk menjadi bahan pertimbangan dan aspirasi apakah Masyarakat Kabupaten Dogiyai membutuhkan Polres atau Tidak.hal itu diungkapkan Bernardo Boma Ketua DPD KNPI Kabupaten Dogiyai kepada awak media (14/03/2020) pagi tadi.

Boma menjelaskakan, Mabes Polri bila kunjungan ke Daerah apalagi kepentingannya untuk pelayanan publik jangan hanya ketemu Pemerintah Daerah dan DPR selesai pulang tanpa harus ketemu, berbicara dengan masyarakat.

” Hal ini sudah menjadi penyakit Pemerintah Pusat selama ini hanya mendengar aspirasi Gubernur, Bupati dan DPR tanpa melibat masyarakat Papua.”kata Boma kepada papualives.com (14/03/2020) pagi tadi.

Selaku Ketua KNPI Dogiyai Ia menyatakan Kehadiran Polres di Dogiyai sesuai tugas Polri adalah melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat.

“Tetapi dalam prosesnya tidak melibat masyarakat dan bila masyarakat tidak membutuhkan Polres untuk apa harus hadirkan Polres di Dogiyai?”tanya Boma.

Lanjutnya, Selama ini dikabupaten Dogiyai tidak ada kegiatan masyarakat yang menganggu aktivitas Pemerintahan, Ketertiban Umum dan Keamanan.

” Menolak dan menerima kehadiran Polres kembali kepada Masyarakat Dogiyai pada Prinsipnya kami akan ikuti sesuai sikap masyarakat.”jelasnya.

Berikan Komentar Anda
Share Button