Balik Atas
Kehidupan Ilegal Memonopoli Tatanan Hidup Masyarakat Daerah Mapia
 
Pewarta: Redaksi Edisi 06/05/2019
| 1250 Views
Mikael Edowai (Foto :Dok,,PapuaLives)

Oleh : Mikael Edowai

Kehidupan Ilegal Memonopoli Tatanan  Kehidupan Masyarakat Daerah Mapia. Gaya hidup masyarakat yang berada diseputaran daerah Mapia kabupaten Dogiyai terbagi lima Distrik yakni; Distrik Mapia, Mapi Tengah, Mapia Barat, Piyaiye dan Disrtik Sukikai Selatan. Dengan adanya berbagai perkembangan terutama Pemekaran membuat gaya hidup mempengaruhi hampir sebagaian lapisan masyarakat. Barang Ilegal seperti Narkoba,memang sudah sering terdengar,namun kali ini barang ilegal juga  yang sudah sangat familiar berada di lingkungan kita baik yang berada di kampung maupun  perkotaan yaitu; Togel,Dadu, Judi, Mabuk, Konsumsi Pinang.

Seiringan dengan adanya perkembangan globalisasi, kebanyakan masyarakat semakin tidak betah untuk tinggal berlama-lama di kampung halamanya terutama dalam mengembangkan dan melestarikan budaya. Dalam hal ini seperti; budaya berkebun,menanam dan memelihara ternak. Malah sebaliknya kebanyakan masyarakat dari berbagai kampung maupun distrik berbondong-bondong berada di Moanemani,Ibu Kota Kabupaten Dogiyai untuk selalu bermain togel,dadu,judi dan lain-lainnya.

“Kebanyakkan masyarakat yang sedang berkeliharan di moanemani, walaupun tidak ada kepentingan. Hanya karena keinginannya sangat tinggi untuk main judi, togel dan lainnya . maka dengan sendirinya budaya asli yang ada di daerah asal terutama di kampung  halaman semakin terlihat jelas bahwa semakin hari semakin menipis. Nmun kita bisa prediksi juga bahwa  sepuluh tahun kedepan bisa hilang bahkan punah di lingkungan itu.”

Salah satu komoditi bahan makanan seperti; Beras yang masuk dalam sendi kehidupan tanpa kompromi telah berhasil mencuriperhatian masyakat hingga masyarakat setempat mulai perlahan jadikan beras sebagai makanan sehari-ari dalam kehidupannya,dengan adanya ada beras maka masyarakat tidak lagi bekerja berkebun maka dengana sendiri budaya berkebun, menanam, memeliharah semakin menipis. Ketika kita mencoba menengok ke belakang bahwa mata pencarian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan kehidupan pada zaman dulu yaitu dengan Berkebun,menanam dan juga memeliharah akan akan tetapi kehidupan pada zaman ini bagi orang Mee Mapia kebanyakkan orang yang mata mencariannya di Togel dan judi apakah pantas!, dengan banyak yang sedang andalkan dengan togel dan judi sebagai mata pencarian dalam kehidupannya maka budaya Mapia Dengan sendirinya akan menipis.

“Dengan masuknya budaya illegal ke daerah Mapia, kehidupan masyarakat sangat dipengaruhi oleh budaya illegal namun dengan sendiri masyarakat Mapia lupa dengan budaya yang sebenarnya. udaya yang sebenar yang turun temurun dari tete nene moyang adalah budaya Koteka Mogee,budaya berkebun, budaya menanam, budaya memeliharah dengan sendirinya menipis sampai hari yang ada ini.”

Kehidupan Koteka Moge

Budaya Koteka Mogee, Koteka adalah busana adat  yang dipakai oleh seorang pria yang disebut koteka, namun Mogee adalah pakaian yang di pakai oleh seorang wanita akan tetapi pada zaman ini. pada zaman ini sebagian orang tidak berani menggunakan Koteka Mogee karena ruang gerak budaya asli sudah dimonopoli oleh budaya illegal ilannyamaka masyarakat jadi malu untuk meenggunakannya.

Salah satu mata pencarian dalam kehidupan Masyarakat Mee  Khsususnya  Mapia adalah budaya Berkebun bagi seorang laki-aki tau berkebun karena, ketika seorang tidak tau berkebun maka seorang tersebut tidak ada seorang lambat untuk mendapat jodoh bahkan tidak ada jodoh karena latar belakang tidak kuat untuk berkebun.

Pada zaman dulu, budaya berkebun kewajiban seorang laki laki namun kejiban seorang perempuan menanam kebun yang telah di kerjakan oleh seorang laki laki atau suaminya, penanaman yang di kerjakan oleh seorang adalah menanam berbagai jenis tanaman yakni (Nomoo) Keladi, (Tobonuwee) Keladi Menando, (Noutaa) Uwii sejenis tanaman ini yang wajib di tanam oleh seorang perempuan dan juga banyak jenis tanaman yang ditaman Tambahan lainnya yaitu sejenis sayur sayuran. Setelah seorang menanam kebun tersubut itu dari ujung hingga ujung, tahapan tahapan kedua yang di kerjakan oleh seorang seorang perempuan atau istri adalah pembersihan rumput-rumput yang ada dalam kebun tersebut namun tahan terakhir adalah panen hasil yang ditanam itu,lalu di kelolah menjamin untuk menjamin keluarganya dan memeliharah ternak, ayam, bebek dalan lainnya itu juga bisa ambil makannya dari kebun tersebut ini.

Penulis Adalah Jurnalis Media Online papualives.com,saat  ini tinggal di Jayapura.

Berikan Komentar Anda