Ketua DPRD Deiyai : Vaksinasi jangan ada unsur paksaan kepada warga

DEIYAI Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Deiyai, Petrus Badokapa menyampaikan sudah banyak mendapat masukan dan aspirasi dari warga terutama warga Papua wilayah Meepago atas keresahan terhadap vaksin.

“Beberapa hari belakangan, warga banyak mengeluh atas kewajiban dari pemerintah untuk wajib vaksin.”kata Ketua DPR Deiyai Petrus Badokapa dalan rilis persnya diterima,Sabtu[10/07/2021]pagi tadi.

Maka itu,Dirinya sebagai wakil rakyat dengan tegas meminta kepada pemerintah dan para petugas kesehatan serta pihak-pihak terkait agar jangan memaksa kepada warga untuk melakukan vaksinasi.

” Dalam melakukan vaksinasi jangan ada unsur pemaksaan kepada warga. Biarkan warga memilih yang terbaik untuk mereka sendiri dan melakukan secara sukarela.”pintanya.

Dirinya juga menjelaskan bahwa memaksa warga untuk melakukan vaksin hanya menambah rasa khawatir dan takut terlalu berlebihan. Dan, memaksa hanya meresahkan bagi warga. Karena, beberapa waktu belakagan ini banyak warga telah menonton banyak video, melihat gambar dan membaca berita tentang kejadian-kejadian aneh yang terjadi pada tubuh manusia setelah divaksin. Hal ini tentu mempengaruhi jiwa bagi warga.

Lanjutnya,Untuk kepentingan keberangakatan hanya diperketat dengan surat antigen dan PCR yang benar-benar telah dilakukan dari pihak yang diterangkan bahwa World Health Organization (WHO) juga telah meminta agar tidak memaksakan warga untuk melalukan vaksinasi pada beberapa waktu lalu.

” Saya sarankan kepada Pemerintah terutama Dinas Kesehatan harus pro aktif dan perbanyak dalam memberi sosialisasi dan edukasi terkait Vaksin terlebih dulu.”pungkasnya.

Dirinya mengakui sudah bicara banyak juga kepada petugas di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Agar, jangan memaksa warga untuk melakukan vaksin. Perketat untuk Test Swab dan Test PCR.

Berikan Komentar Anda