PMKRI Jayapura minta Pemerintah harus lindungi Rakyat Papua
Pewarta: Michael Edowai
| 419 Dibaca
EDISI TERBIT: 23 Desember 2019
Wakol Yelipele Ketua Presidiun PMKRI Cabang Jayapura,dalam salah satu kesempatan (Foto:Michael/PapuaLives)

Jayapura,Pemerintah Provinsi Papua harus melindungi Rakyat sebagai Aset Negara,dengan ada perkumpulan masyarakat yang menempati dan hidup diatas Bumi Cenderawasih Yakni Papua maka di mekarkan pula pemekaran Provinsi dan juga beberapa kabupaten di atas Tanah Papua oleh karena itu, Masyarakat layak disebut Aset Negara.Masyarakat ada punggung bangsa maka pemerintah membelah dan melindungi rakyat Papua seutuhnya.
Rakyat merupakan salah satu unsur untuk memenuhi kriteria dari sebuah Negara.pendududuk atau penghuni suatu wilayah negara,mereka secara sosiologis lazim dinamakan dengan rakyat Negara. Hal itu diungkapkan Wakol Yelipele Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Jayapura, pada Minggu (22/12/2019) ketika menghubungi Wartawan Papualives.com melalui telepon seluler.

“Negara menilai rakyat Papua sebagai Separatis,Papua adalah bagian dari NKRI namun Negara gagal untuk mensejahtera rakyat Papua dengan begitu meningkatnya pelanggaran HAM di setiap waktu.”Ungkap Wakol via selulernya (22/12/2019) kemarin.

Wakol menjelaskan bahwa Rakyat Papua Mayoritas umat kristiani namun,Hari Raya Natal panik dengan situasi di Papua.Tahun 2018 lalu tepatnya pada tanggal 03/ Desember lalu Terjadi tragedi luar biasa yang berlansung di Kabupaten Nduga namun kini kembali terjadi hal yang demikian pula terjadi Kabupaten Intan Jaya dan Kabupaten Paniai yang begitu banyak penambahan TNI Polri tanpa alasan yang jelas.namun sekarang terjadi lagi hal yang luar biasa di kabupaten Intan jaya dan Paniai.

Selaku Ketua Presidium, Dirinya berharap agar Pemerintah dan Pimpinan TNI-Polri agar segera tarik pasukan dari kabupaten Intan Jaya dan Paniai agar rakyat Papua merayakan hari raya Natal dengan aman dan tidak ada bedan dalam hati rakyat Papua.

” Negara juga hari menghargai kepercayaan karena rakyat Papua mayoritas Kristen maka hari raya Natal tahun ini dan tahun lalu sangat tergangu dengan situasi menjelang Natal. Latar belakang rakyat Papua adalah mayoritas kaum lemah maka pemerintah harus membelah kaum kaum yang tertindas, dengan kita membelah kamu yang tertindas kita sekamatkan Aset Negara dari bernilai di hadapan Allah.”harapnya.

Berikan Komentar Anda