Mahasiswa RPM-Simapitowa se-Jayapura apresiasi bantuan paket sembako dari Anggota MRP Papua

Anggota MRP ketika memberikan bantuan kepada ketua RPM-Simapitowa se-Jayapura (Foto:Michael/PapuaLives)

Jayapura, Rumpun Pelajar Mahasiswa Siriwo Mapia Piyaiye Topo Wanggar (RPM-Simapitowa) se-Jayapura menyampaikan Apresiasi dan terima kasih kepada Majelis Rakyat Papua (MRP) utusan Mee-Pago yakni, Frans Tekege,Mingkus Madai dan Petornelah Bunapa, telah memberikan bantuan Sembako kepada mahasiswa RPM-Simapitowa se-Jayapura. Penyerahan diterima badan pengurus organisasi pada Jumat (08/05/2020) siang.

” RPM-Simapitowa se-Jayapura menyampaikan banyak terima kasih kepada anggota MRP asal Mee-Pago yakni Bapa Frans Tekege,Mingkus Madai dan juga Ibu Petornelah Bunapa yang yang mana telah memberi bantuan terhadap maka mahasiswa asal Simapitowa” diungkap Hengki Mote  Ketua organisasi RPM-Simapitowa Jayapura, ketika dihubungi papualives.com (10/05/2020 ) Via telepon seluler.

Ke dua Anggota MRP tersebut , mendistribusikan Sembako berupa 116 Minyak Goreng yang berisi 2 liter dan beras 200 sak berisi 10 kg.

” Sesuai dengan kemapuan kami pengurus RPM-Simapitowa se-Jayapura,kami juga telah salurkan sembako kepada beberapa gubuk dan kos kosan sepertin Gubuk Bambuh Kuning Pasir dua,Gubuk Hotel Tewai,Gubuk Uncen Atas (Untas),Asrama Nabire,Gubuk Buper dan beberapa kost lain dengan 10 Kilo beras dan 2 liter minyak goreng.” beber Mote.

Sementara itu, Petronela Bunapa selaku anggota MRP menyatakan bahwa, MRP bentuk 6 kelompok sesuai wilayah adat. Untuk penyaluran bantuan sosial kepada konstituen yang tersebar di wilayah adat tabi saja.

“kami juga telah salurkan bantuan berupa sembako kepada 8 asrama-asrama kerit, Tunas harapan, asrama mimika, asrama seminari menengah, asrama hagar kasih, asrama paniai, asrma kamu, asrama intan jaya.”urainya kepada media ini.

Bunapa , juga berharap seluruh mahasiswa Mee-Pago yang ada di kota Studi Jayapura agar selalu tertib dan mengikuti aturan dan himbauan pemerintah.

“Jaga jarak jaga kesehatan jaga kebersihan diri dan selalu menggunakan APD alat pelindung diri, hindari kerumunan demi menyelamatkan manusia Papua yang ada ini dari virus corona. Mengisi waktu bantu orangtua wali di Jayapura dengan berkebun karena, kita tidak tahu virus Corona ini kapan, berakhir dan dampaknya apa kedepan.”pintanya.

Berikan Komentar Anda