KNPI Dogiyai: Satgas Nemangkawi lakukan pembohongan publik menyebut latar belakang pendidikan dan organisasi ketua DPRD Tolikara

Bernardo Boma Ketua DPD KNPI Kabupaten Dogiyai (Foto: Dok.papualives.com)

DOGIYAI -Kepolisian segera memanggil Ketua DPRD Tolikara klarifikasi atas dugaan pemberian dana kepada TPNPB.Pernyataan Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi, Kombes Iqbal Alqudusy saat dikonfirmasi, Rabu (18/6/2021) kepada CNN Indonesia belum lama ini. Uang senilai Rp.370 juta tersebut diberikan oleh Sonny Wanimbo pada pertengahan April 2021 lalu di salah satu hotel di wilayah Jayapura. Sonny diduga merupakan teman kuliah Neson Murib di salah satu universitas di wilayah Denpasar, Bali.

Terkait hal itu, Ketua KNPI Dogiyai Bernardo Boma mengatakan Diwaktu itu, Sonny Wanimbo merupakan Ketua Ikatan Mahasiswa Pegunungan Se-Jawa dan Bali. Dia pun aktif dalam kegiatan-kegiatan organisasi dan kongres kemahasiswaan di pegunungan.

” Saya adalah sahabat Sonny Wanimbo sewaktu mahasiswa hingga kini bahwa saya tau Ketua DPRD Tolikara Kuliah di Universitas Nasional Jakarta bukan Di Universitas Warmadewa Bali dan saya juga tidak pernah dengar dan melihat Sonny Wanimbo adalah Ketua Mahasiswa Pegunungan Tengah yang benarnya adalah Sonny Wanimbo pernah menjabat Ketua Ikatan Mahasiswa Pelajar Tolikara dikota study Jakarta.” kata Boma kepada media ini (21/06/2021) dalam keterangan persnya.

Bernardo Boma Ketua DPD KNPI Kabupaten Dogiyai menilai pihak Satgas Nemangkawi telah melakukan pembohongan publik atas menyebutkan latar belakang pendidikan dan organisasi Ketua DPRD Tolikara dalam kasus penangkapan Neson Murib. Menyebutkan nama Ketua DPRD Tolikara juga tanpa melalui proses SOP Saksi/Tersangka.

” Pihak kepolisian jangan hanya menyebutkan Ketua DPRD Tolikara memberikan sejumlah uang kepada Neson Murib tanpa bukti foto, video dan bukti lainnya. Sebagai pemimpin pemuda, Cara kepolisian menyebutkan nama Ketua DPRD Tolikara mengarah pada pembunuhan karakter pemimpin muda aset provinsi Papua dan Bangsa Indonesia.”tuturnya..

Lanjutnya, Didaerah konflik untuk memberikan dana kepada TNI/Polri dan TPNPB adalah hal biasa dalam menjaga dan merawat kedamaian dilingkungan Pemerintahan dan Masyarakat. Pihak kepolisian jangan alergi dengan itu karena pihak Aparat juga dapat anggaran dari sumber APBD Kabupaten.

” Sonny Wanimbo adalah pejabat negara tidak mungkin memberikan uang untuk menyuruh membeli sejata.Maka dari itu untuk membuktikan Ketua DPRD Tolikara benar memberikan dana atau tidak, Kepolisian segera memanggil Sonny Wanimbo Ketua DPRD Tolikara agar mengklarifikasi dugaan tersebut demi merawat pemimpin muda aset bangsa dan menjaga kedamaian ditanah Papua.”harapnya.

Berikan Komentar Anda