LLDikti Wilayah III dan Badiklat Kemenhan Sukses Gelar PMM – PKB

Kepala LLDIKTI III Paristiyanti Nurwardani (kiri) dan Mayjen TNI Tandyo Budi (kanan)

KOTA BEKASI – Program ini menjadi unggulan karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk dapat menggunakan hak belajarnya di luar program studi dan perguruan tinggi asal. Program PMM akan mendorong pemulihan pandemi dan membawa Indonesia menyongsong ke masa depan. PMM juga membuka kesempatan antar mahasiswa dan antar perguruan tinggi untuk saling berkolaborasi. Kegiatan ini dilaksanakan Senin (12/9/2022) kampus UBSI /UNM.

Kabadiklat Kementerian Pertahanan Mayjen TNI Tandyo Budi didampingi Kepala Pusdiklat Kemenhan Brigjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia meyakini bahwa informasi dan komunikasi saat ini sudah menjadi bagian dari infrastruktur pembangunan sebuah bangsa yang menyentuh hampir seluruh aspek kehidupan “Bela negara tidak selalu identik dengan pendidikan militer, tetapi melalui hal lain. Misalnya saja di bidang keamanan siber yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Kita menyadari saat ini ada saja serangan di dunia maya dan telah menjadi trend baru dalam perang modern di abad-21,” jelasnya.

Bacaan Lainnya

Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III menginisiasi program Pertukaran Mahasiswa Merdeka melalui Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PMM-PKBN). Program yang menargetkan 5.000 mahasiswa sebagai peserta ini bertujuan untuk menciptakan talenta digital unggul dari perguruan tinggi.

Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala LLDikti Wilayah III Paristiyanti Nurwardani selaku inisiator PMM-PKBN menggandeng Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pertahanan (BADIKLAT Kemenhan) dalam menyinergikan PMM dengan Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN). PMM-PKBN menjadi program kolaborasi baru antara Kemendikbudristek dan Kemenhan sebagai upaya penguatan literasi digital di era revolusi industry 4.0 dan society 5.0, antara lain digital skill, digital culture, digital etic, dan digital safety.

Dalam peluncuran PMM-PKBN yang dibuka dengan upacara 5.000 mahasiswa dan kuliah umum 3 Menteri, Paris menuturkan, output dari program PMM-PKBN ini adalah mahasiswa dapat menyetarakan Satuan Kredit Semester (SKS) setara 20 SKS, mendapatkan sertifikasi dari Lembaga Sertifikasi Profesi dari Perguruan Tinggi yang telah ditunjuk, dan sertifikat Bela Negara dari Badiklat Kemenhan yang dapat meningkatkan daya saing.

Paris menambahkan “Kenapa harus PMM-PKBN profesi digital? Karena hidup bernegara itu dipengaruhi oleh konten yang lekat dengan ruang-ruang digital, yang dalam hal ini kita implementasikan melalui perguruan tinggi, para dosen, dan mahasiswa. Oleh karena itu, dari Jakarta untuk Indonesia, kita bersama-sama membela negara dengan membangun kekuatan siber melalui program PMM-PKBN,” lanjutnya.

Program ini menjadi unggulan karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk dapat menggunakan hak belajarnya di luar program studi dan perguruan tinggi asal. Program PMM akan mendorong pemulihan pandemi dan membawa Indonesia menyongsong ke masa depan. PMM juga membuka kesempatan antar mahasiswa dan antar perguruan tinggi untuk saling berkolaborasi

Acara ini ditutup dengan kuliah umum dari Menko PMK Prof. Dr. Muhadjir Effendy. “Kemampuan bela negara yang baik di tengah keberagaman bangsa adalah salah satu kunci untuk pembangunan manusia di Indonesia. Kita semua harus turut serta. Program PMM-PKBN ini mendukung program transformasi digital di Indonesia yang dicananangkan oleh Presiden Jokowi, salah satunya pengembangan roadmap transformasi digital di sektor-sektor strategis, terutama sektor pendidikan dan menyiapkan kebutuhan SDM yang berkompetensi talenta digital,” tandasnya.

Program PMM-PKBN menggandeng enam perguruan tinggi sebagai konsorsium, yaitu Universitas BSI, Universitas Gunadarma, Binus University, Ukrida, UPN Veteran Jakarta, dan LSPR Jakarta.

Berikan Komentar Anda

Pos terkait