Mahasiswa Intan Jaya Tuntut Dana Studi Akhir Dicairkan

Perwakilan Mahasiswa Intan Jaya se-Indonesia ketika memberikan surat pernyataan kepada anggota DPRD Intan Jaya ketika disela-sela aksi siang 13 Juli 2021 kemarin. (Foto:Jemi/PapuaLives)

NABIRE – Mahasiswa Kabupaten Intan Jaya yang tersebar di 17 kota studi se-Indonesia mengelar aksi demo damai dalam rangka menuntut kepada Pemerintah  Intan Jaya dalam hal ini Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Intan Jaya untuk segera mencarikan dana Akhir Studi (TA) tahun anggaran 2021 agar segera dicarikan.

Pantauan media dilokasi ratusan mahasiswa se-Indonesia memegang spanduk dan melakukan orasi berlangsung, halaman KPR Wadio Nabire yang dimulai pukul 7 pagi  sampai setengah 10 siang pada hari Selasa, 13 Juli 2021 kemarin.

Aksi berlangsung aman dan tertib dengan tetap mengikuti protokoler kesehatan covid-19. Sesuai informasi yang dihimpun media ini berikut pernyataan sikapnya :

  1. Kami mahasiswa meminta kepada kabag Kesra agar segera salurkan bantuan pendidikan mahasiswa/i dalam Minggu ini, karena SPP dalam Minggu akan tutup dalam bulan Juli dan jika tidak maka banyak mahasiswa/i akan beresiko cuci kulia, dan itu akan berpengaruh pada sumber daya manusia (SDM) kabupaten Intan Jaya.
  2. Kami mahasiswa/ meminta agar dominal bantuan mahasiswa/i di naikan volume dana yang sebelum Rp.5.000.000 perorang menjadi Rp.10.000.000 sebab perekonomian telah lumpuh tahun 2019 sehingga banyak orang pengungsi dan telah berpengaruh pada pendapatan orang tua.
  3. Kami mahasiswa mendesak agar dalam sidang perubahan angaran APBD kabupaten, intan jaya anggarang dana pemeliharaan asrama sebab asrama merupakan aset pemda kabupaten intan jaya.
  4. Kami mahasiswa meminta dengan tegas agar Kabag kesra menjaring komunikasi dengan pimpinan mahasiswa 17 kota studi seluruh Indonesia asal kabupaten Intan jaya sebab pimpinan mahasiswa merupakan Mitra kerja Kabag Kesra.
  5. Kami meminta agar bupati ganti Kabag kesra putra daerah,sebab sejak Kabag kesra di lantik sampai saat ini, tak pernah ada komunikasi yang baik dan tak pernah melayani  chat dan telepon dari pimpinan mahasiswa 17 kota studi seluruh Indonesia.

Puluhan mahasiswa yang terbabung 17 kota studi se-Indonesia ketika menggelar aksi demo damai. (Foto:Jemi/PapuaLives)

Sela-sela aksi, Marius Wamuni selaku Penanggung jawab ketika ditemui wartawan mengatakan saat ini seluruh pimpinan mahasiswa kota studi di Indonesia melaksanakan aksi demo damai berjalan dengan baik dan aman.

” Semoga pemerintah kabupaten  Intan Jaya dapat menjawab aspirasi mahasiswa. Dana tugas studi akhir kami mahasiswa seluruh kota studi Indonesia asal kabupaten Intan Jaya, akan kami tunggu satu dan dua minggu kedepan.” tegasnya, kepada media papualives.com,  Selasa (13/7/2021).

Sementara itu Anggota DPRD kabupaten Intan Jaya, Melianus Kogobau hadir dalam kesempatan itu menjawab aspirasi proses pencairan bantuan dana tugas akhir. Kobogau juga menyampaikan kepada mahasiswa untuk menunggu satu minggu kedepan.

” Minggu ini dan minggu depan, lalu bantuan pendidikan mahasiswa sebelumnya Rp.5.000.000 kini naik menjadi Rp.10.000.000. ” kata Kobogau kepada massa aksi.

Kobogau juga menambahkan bahwa saat ini pihaknya sedang berupaya mendorong biaya studi mahasiswa dari lima juta menjadi sepuluh juta di tahun 2022.

” Kami DPRD akan dorong biar tahun 2022 bisa naik volume dana mahasiswa per mahasiswa Rp. 10.000,000.”pungkasnya.

Aspirasi diterima langsung oleh dua anggota DPRD Intan Jaya yakni Ketua Komisi B, Martinus Maiseni dan Ketua Komisi C, Malinus Kobogau masa aksi demo bubar dengan tertib dan aman. Hampir seluruh masa aksi terlihat mematuhi protokoler kesehatan covid-19.

Berikan Komentar Anda