Balik Atas
Mahasiswa Tambrauw Menilai Pemecatan Aparat Kampung Langgar Aturan
 
Pewarta: Fransiskus Kobepa Edisi 04/07/2019
| 770 Views
Koran PB NEWS Judul Berita Ketua DPRD Tambrauw Pecat Aparat Kampung (Foto:Istimewa)

Jayapura,Beberapa Organisasi Mahasiswa kabupaten Tabrauwyang berada di kota studi Jayapura Menilai Pemecatan Aparat Kampung yang dilakukan Ketua DPRD Tambrauw Cosmas Baru telah Langgar Aturan Undang-Undang Desa. Sebagaimana yang dilansir media Koran halaman PB NEWS “Ketua DPRD Tambrauw Pecat Aparat kampung”. Dengan meminta pula pihak penyelengara pemilu dan pimpinan partai Golkar melihat pelangaran yang telah dilakukan, sebab akan menjadi masalah yang berakar dan kami yakin Cosmas tak pernah membaca UU Desa.Hal itu sesuai ditulis dalam persrilis (04/07/2019) yang diterima media papualives.com dari kota Jayapura.

Pemecatan aparat kampung sepihak, di tiga Kampung Welfani,Waramui, dan Manggaprut, Distrik Amberbaken, kabupaten Tambrauw oleh Ketua DPRD Tambrauw Cosmas Baru hingga muncul kecemasan dimasyarakat, ultimatum pemecatan ini disuarakan oleh beberapa organisasi Mahasiswa Tabrauw di Jayapura.

Ketua Ikatan Mahasiswa Tambrauw (IMT) Jayapura Nicodemus Momo, menilai tindakan yang dilakukan oleh Ketua DPRD Tambrauw, Cosmas Baru adalah tindakan politik pemilu yang mengancam masyarakat ditiga kampung Welfani,Waramui, dan Manggaprut, Distrik Amberbaken.

” lni membuat kami bertanya apakah DPRD berhak memecat dan menggantikan aparat atau kepala kampung. Berdasarkan Undang-undang No 6 tahun 2014 pada bagian keempat tentang pemberhentian kepala desa, DPRD tidak ada kewenangan memecat aparat atau kepala kampung, hingga Cosmas tidak berhak untuk memecat kepala kampung, apa lagi saat itu Cosmas sebagai peserta Caleg, otomatis ada indikasi pelangaran. ” katanya.

Hal senada juga disampaikan Pilemon Wabia Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Aberbaken (IPPMA) di Jayapura bahwa  tidak mau hal yang dilakukan oleh ketua DPRD Tambrauw, Cosmas Baru. Sebab menimbulkan perpecahan pada keluarga di kampung.

“Ini juga menjadi virus yang akan digunakan oleh siapapun calon-calon DPRD Tambrauw kedepan.”Jelasnya.

Kesempatan yang sama,Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Kebar ( IPMK) Jhon Yefta Wabia berharap agar contoh yang kurang baik seperti ini jangan lagi terulang di kabupaten Tambrauw, sebab ini akan membuat perpecahan pada masyarakat Tambrauw.

“Hal ini bukan saja terjadi di Distrik Amberbaken, tapi dibeberapa wilayah, seperti di Distrik Kebar juga ada pergantian kepala kampung serta aparat kampug yang membuat masyarakat tidak akurat seperti dulu lagi. Perilaku yang dilakukan oleh Cosmas Baru akan memicu konflik pada masyarakat.”tuturnya.

Berikan Komentar Anda