Pemda dinilai belum mampu benahi asrama, Mahasiswa Nabire di Jayapura tolak pemekaran

Sejumlah mahasiwa, IPMN se-Jayapura ketika gelar jumpa pers di Kali Kamp wolker di Waena, Jayapura. (Foto:Minggi/PapuaLives)

Jayapura, Sejumlah mahasiswa asal Kabupaten Nabire kota studi Jayapura tergabung dalam Ikatan Pelajar Mahasiswa Nabire (IPMN) menolak Pemekaran Provinsi Papua Tengah yang sedang di rencanakan pemerintah pusat, Ibu kota di Nabire.

Dalam jumpa pers, Daniel Yeimo selaku Sekretaris IPMN kota studi Jayapura mengatakan, pemekaran hanya kepentingan para elit. Sampai saat ini pihaknya menilai pemerintah daerah (Pemda) Nabire belum mampu melihat secara baik persoalan di Kabupaten Nabire masalahnya seperti apa.

” Masalah kecil seperti, asrama mahasiswa saja berantakan, asrama yang seharusnya dibangun saja di biarkan begitu saja. Apa lagi yang lain , jadi untuk pemekaran provinsi di papua, kami tolak.”tegas Yeimo, jumat [23/03/2022] siang.

Loami Gobai senior IPMN se-Jayapura menambahkan bahwa jika dilihat dari sudut pandangan akademisi, menurut Gobai perlu adanya pertimbangan dari pemerintah pusat. Pemekaran harus dikaji secara terminologis secara kontes di Papua.

” Kami juga ingin beritahu bahwa, mau terima dan tidak. Itu harus diuji secara baik dulu bagaimana sudah siap sumberdaya manusianya, sosialnya, ekonominya dulu, soal terima dan tolak kembali timbangkan oleh pemerintah setempat.” tutur Gobai kepada media ini.

Menurut informasi dihimpun, IPMN di Jayapura menolak pemekaran selain belum mampu benahi asrama, pemekaran juga aka berdampak mempengaruhi eksistensi masyarakat di Nabire. Menurut mereka proses pemekaran provinsi harusnya ada persetujuan dari MRP dan juga melalui DPR Provinsi selanjutnya diserahkan ke Mendagri namun nyatanya sampai saat ini belum ada.

Berikan Komentar Anda

Pos terkait