Mengatasi Kelangkaan Stok Darah, PMI Nabire Gelar Diskusi Lintas Sektor

dr.Andreas Pekey,Sp.PD ketua PMI Nabire ketika memberikan sambutan dalam diskusi lintas sektor di Kabupaten Nabire. (Foto:Frans/PapuaLives)

NABIRE- Dalam rangka mengatasi kelangkaan stok darah dimasa pandemi covid-19 merupakan kebutuhan yang mendesak dan penting dalam rangka memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan. Hal itu yang mendorong Palang  Merah Indonesia (PMI) Nabire melakukan diskusi bersama lintas sektor yang ada di Kabupaten Nabire, Sabtu (03/07/2021) bertempat di Aula Hotel JDF Karang Mulia,Nabire.

Diskusi berlangsung baik dan lancar dihadiri Anggota DPRD Nabire,Drs.Musa Malisa Wakil ketua Komisi B bidang Pendidikan dan Kesehatan, Kabag Sumda Polres Nabire, Kompol Nunuk Haryono.Diskusi tentang berbagai hal mengenai transfusi darah melibatkan pengiat donor darah yang ada di Nabire.

Dalam sambutan Ketua PMI Nabire, dr.Andreas Peket,Sp.PD menyampaikan bahwa keterlibatan lintas sektor terkait dalam pemenuhan stok kebutuhan darah sangat penting.

“Untuk memenuhi kebutuhan darah PMI tidak bisa bergerak sendiri, dengan melibatkan lintas sektor terkait akan semakin meningkatkan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat.”katanya.

Dokter Pekey juga selaku Direktur BLUD RSUD Nabire juga mengatakan stok darah hanya mampu dapat menghasilakan 80 kantong darah. Sedangkan stok darah yang dibutuhkan perbulan itu sebanyak hampir 350 kantong darah sehingga hal ini menjadi kepedulian kita bersama dan diskusi bersama dalam rangka mencari solusi terbaik.

“Saat ini hanya mencapai 80 kantong darah sehingga untuk melengkapi kebutuhan darah lagi akan kami coba untuk datangkan dari Bandung.”ucapnya dalam diskusi itu.

Steven Simanjuntak dan Imam Dahlan Dua pendonor terbanyak dapat hadiah dan sertifikat penghargaan dari PMI Nabire. (Foto:Frans/PapuaLives)

Dalam Diskusi tersebut dilakukan juga pembagian hadiah bagi dua pendonor darah terbanyak  dan diskusi seputar berbagai pengalaman donor darah dan langkah langkah solusi selanjutnya dalam mengatasi persoalan kelangkaan stok  darah di UPD RSUD Nabire.

Terkait hal itu, Drs.Musa Malisa Wakil ketua Komisi B bidang Pendidikan dan Kesehatan dalam kesempatan itu menjawab aspirasi terkait anggaran dalam rangka mendukung pelaksanaan donor darah dan operasional PMI kedepannya.Selaku pihak DPRD akan mencoba memperjuangkan melalui rapat anggaran.

“Saya tidak janji,tetapi sebagai anggota DPRD Nabire akan berupaya melalui komisi saya. Nantinya akan melalui rumah Sakit atau Dinas kesehatan akan coba kami bahas melalui anggaran.”kata Musa.

Dirinya juga berharap partisipasi semua pihak untuk mendukung mengatasi kelangkaan stok darah di Nabire termasuk mengajak dan mensosialisasikan kepada paguyuban paguyuban dan tokoh agama untuk peduli terhadap stok darah, karena ini adalah aksi kemanusiaan bersama.

“Diskusi ini sangat baik dan menjadi satu poin yang bagus bagi kami DPR untuk memperjuangkannya nantinya.”pungkas Musa dikutip media ini.

 

Berikan Komentar Anda