Menilai lebih dekat khotbah Romo Agam tentang OAP
Pewarta: Redaksi
| 443 Dibaca
EDISI TERBIT: 8 Januari 2020

Beberapa hari lalu kita di hebohkan dengan mendengar sebuah khotbah dari Pastor Managamtua Hery Berthus Simbolon atau Romo Agam secara intelektual dan kemampuan seorang imam katolik yang memahami secara rill realita di papua bahkan ia tidak bermaksud menyinggung orang asli Papua.

Khotbah itu dinilai ia bicara jujur dalam mengangkat kenyataan pembangunan sumber daya manusia Papua dan juga tentang budaya orang papua sebagai ilustrasi dalam khotbah sehingga kita dapat melihat dengan seksama bahwa ada hal-hal yang perlu di benahi bersama.

1. Sumber daya Manusia Papua Minim

Dalam khotbah tersebut ia menceritakan perhitungan pembagian dan perkalian dalam berhitung ,selain itu juga ia menyinggung baris-berbaris dalam upacara.ia mengilustrasikan baris berbaris dengan daun ketapang dan singkong dan daun ubi.

Dalam khotbahnya ini sangat realitas,bahwa memang itu adanya sehingga kita jangan menjadi egois dan merasa pintar,tetapi ini menjadi koreksi bersama untuk meningkatkan baris berbaris khususnya di wilayah pedalaman papua.
Istilah ini juga sudah menjadi kebiasaan di Papua:
1.Ke Atas dan Ke Bawah banyak diucapkan Orang di wilayah pengunungan dan lembah
2.Ke Darat dan Laut banyak di Ucapkan Orang Pesisir Pantai

2.Budaya OAP

Selain itu,dalam khotbahnya itu ia kembali jujur dengan kebudayaan orang papua dalam sebuah ibadah budaya dengan payudara terbuka ini ia mengkritisi kepada kita bahwa harus saling menghargai satu sama lain sehingga tidak terjadi kesalahpahaman.oleh sebab itu kedepannya menjadi koreksi dalam ibadah-ibadha gereja di Papua bahwa ibadha seharusnya lebih di khususkan orang asli papua (OAP) sehingga apabila ada ibadah semacam itu hanya di khususkan orang papua,hal ini menjadi solusi yang baik bagi sesama kita dengan budaya yang berbeda.

Sebenarnya kita orang asli papua harus lebih cerdas memahami sebuah teks dan Kontektual secara utuh sehingga tidak dapat membingunkan banyak orang terutama orang awam. hal ini juga telah terjadi beberapa lalu kasus AHOK dipenjara karena kutipan pidato yang tidak utuh, dan juga seorang akademisi Rocky Gerung diciduk berkali-kali yang sebut Kitab Suci Fiksi.Padahal menurutku Rocky benar.

Hal hal ini sudah banyak terjadi dan maasih banyak contoh lainnya. Kita sebagai kaum terpelajar maupun intelektual mestinya memahami benar Teks dan Konteks dari setiap kata secara komprehensif. Mari kita terus membaca, mendengar dan menyimak setiap kata dengan saksama. Semua hanya karena metapora bahasa.

Berikan Komentar Anda