Beranda Birokrasi Meriahnya Peringatan Hari Disabilitas Internasional di SLB Petra Nabire

Meriahnya Peringatan Hari Disabilitas Internasional di SLB Petra Nabire

323
0

NABIRE – Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional, SLB Petra Nabire menggelar aneka kegiatan, Rabu [13/12/2023] pagi bertempat di Aula Sekolah berlokasi di Kelurahan Siriwini, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah.

Mengusung tema “Mari Rayakan Keberagaman dan Inklusivitas”, para siswa unjuk bakat dan prestasi mereka dihadapan hadirin serta undangan. Pada acara tersebut dihadiri langsung Kepala Sekolah SLB Petra Nabire, Yosafat Nawipa,S.Pd, Dewan Guru SDLB, SMPLB dan SMALB, Pengurus Yayasan Armeniah Papua, Dewan Guru dan Orangtua murid.

Kesempatan itu, Kepala Sekolah SLB Petra Nabire, Yosafat Nawipa,S.Pd mengatakan Hut Disabilitas Internasional dirayakan setiap tanggal 3 Desember namun bertepatan dengan hari minggu dan ada pula enam guru berangkat ke Bali sehingga  ditunda dan diselenggarakan 13 Desember 2023.

” Kementrian kesehatan mereka yang tangani mereka yang dalam panti-panti, kalau kementrian pendidikan tangani mereka pola pendidikan tingkat SDLB, SMPLB dan SMALB.” Jelas Nawipa [13/12/2023] dalam sambutannya.

Lanjutnya, Hut Disabilitas Internasional dirayakan tiap tahun. Dikatakan Nawipa pada tahun 2023 tahun ini, tema yang dipilih Kemendikbudristek adalah “Mari Rayakan Keberagaman dan Inklusivitas”.

” Jadi semua pendidikan tidak ada beda baik pendidikan luar biasa maupun pendidikan umum tidak ada yang beda semua sama.”ungkapnya.

Pentas seni dari siswa siswi SLB Petra Nabire dalam memeriahkan Hut Disabilitas Internasional 2023 (Foto: Frans/PapuaLives)

Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional tahun 2023, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) mengajak Bapak, Ibu, adik-adik semua untuk bergerak bersama dalam menggaungkan inklusivitas. Menjadikan peringatan ini sebagai momentum untuk menegaskan kepedulian dan solidaritas dalam meletakkan prinsip dasar inklusivitas yaitu No One Left Behid.