Ketua Poksus DPRP: Naftali Yogi, Pamong Praja hebat dan tenang

  • Whatsapp
John NR Gobai ketua Poksus DPR Papua dalam salah satu kesempatan belum lama ini di Jayapura. (Foto:Frans/PapuaLives)

PANIAI – Mantan Bupati Paniai Naftali Yogi,S.Sos di kabarkan meninggal dunia pada hari rabu 23 November 2022 di RSUD Nabire. Berpulangnya mantan Bupati Paniai itu meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga dan pemerintah Paniai. Namun juga duka mendalam para Tokoh adat  dan sahabatnya.

Ketua Poksus DPR Papua, John NR Gobai menyampaikan turut berduka mendalam atas kepergian Almarhum. Menurutnya Almarhum Naftali Yogi seorang pamong yang ramah dan murah senyum, yang tidak suka menceritakan kejelekan orang lain.

” Saya mengenalnya saat masih menjadi wakil bupati Paniai, saya saat itu masih tinggal di Paniai, sekali waktu tahun 2005 saya mengundang beliau hadir sebagai pemateri dalam Diskusi yang kami buat beliau sangat tenang menjawab setiap pertanyaan peserta.”kata Gobai [23/11/2022]

Lebih lanjut, Gobai menceritakan bahwa pada tahun 2007 beliau terpilih sebagai Bupati Paniai. Ketika terjadi wabah di Moanemani, Almarhum Naftali Yogi meminta dirinya memanggil wartawan dari Timika, agar bisa meliput kejadian wabah tersebut agar bisa mendapat perhatian provinsi saat itu beliau masih diluar Paniai.

” Teman-teman wartawan ke Moanemani, kemudian setelah mereka kembali ke Enaro, Pak Naftali sudah ada dan beliau minta agar bersama mereka datang, saya mengantar rekan-rekan wartawan ini ke beliau di ruang kerja Bupati saat itu.”ucap Gobai.

Bersama wartawan, Beliau Almarhum Naftali Yogi menyampaikan ke publik bahwa ruas jalan Nabire ke Paniai diusul untuk ditetapkan sebagai ruas jalan nasional agar jalan itu diselesaikan dengan dana APBN, karena tidak cukup bila hanya dengan APBD.

Gobai juga mantan ketua Dewan Adat Meepago, itu mengakui beliau almarhum juga pernah memberikan sebuah memo kepadanya yang berisi angka rupiah yang besar.

” Sekitar satu milyar duaratus lima puluh juta rupiah, untuk melaksanakan kegiatan Musyawarah Adat tahun 2009, Dana itu kami gunakan 3 tahap, tahap pertama persiapan ( buku, baju, tas,dll) dan sosialisasi, kedua, pelaksanaan (Makan minum pagi sampai malam, honor peserta, honor para kepala suku serta honor panitia) ketiga, pendokumentasian ( pembuatan laporan dan buku hasil musdat serta sosialisasi).”urainya.

Dengan bantuan dana itu, menurut Gobai pihaknya melaksanakan kegiatan Musdat didampingi bagian tata pemerintahan Setda Paniai, saat itu Kabagnya Marten Talebong. Turut mengundang dewan adat dari Agisiga sampai Kapiraya, peserta yang hadir hampir 250 orang sebagai perwakilan dari 11 Distrik di Paniai dan juga semua suku di Paniai tahun 2009.

” Kami mengadakan Musdat selama satu Minggu di Enagotadi, Paniai, Kami carter pesawat mendatangkan dan memulangkan peserta dari wilayah timur sekarang Kab Intan Jaya. Dalam Musdat itu kami hasil 11 ketetapan Adat yang dibuat dalam bentuk buku dan telah kami bagikan ke masyarakat.”jelasnya.

Banner Pemda Paniai. (Foto: Istimewa)

Sosok mantan Bupati Paniai, Beliau Alm.Naftali Yogi juga hadir ketika mengadakan diskusi sekaligus mendengar dan  menjawab tiap pertanyaan dari masyarakat. Kemudian dua tahun kemudian Pak alm.Naftali Yogi menyetujui dibangun kantor Dewan Adat Paniai, saat itu Kepala Bapeda Paniai dijabat, FX. Mote namun karena dikerjakan oleh OPD tanpa koordinasi dengan kami,  pihaknya menolak memakainya dengan alasan lokasinya jauh dari masyarakat.

” Tiap tahun kami mendapat dukungan dana hampir 200 juta tiap tahun sehingga kami sering mengadakan kegiatan diskusi-diskusi dengan mengadvokasi masalah di Paniai, ketika ada organ adat lain hadir di Paniai, beliau membagi dua dana tersebut, hal yang sama juga dilakukan Pak Hengky Kayame saat menjadi Bupati Paniai.”lanjut cerita Gobai lagi.

Menurutnya, dirinya bersama dewan adar meepago pernah mengusulkan kawasan Degeuwo di jadikan wilayah pertambangan rakyat pada tahun 2011 akhirnya 2017 telah ditetapkan oleh Mentri ESDM, berkat dukungannya juga kami menerbitkan 2 buah buku yaitu: Mengembalikan Pemerintahan Adat di Paniai dan Pertambangan Rakyat di Papua.

” Kami juga pernah mengusulkan agar distrik Duma Dama, Siriwo dan Bogobaida diberikan subsidi pesawat susi air oleh Pemda Paniai hal itu juga beliau pernah lakukan. Karya besar yang juga beliau lakukan adalah pembentukan kabupaten Paniai menjadi Kabupaten Deiyai dan Intan Jaya.”tuturnya.

Lanjutnya, Sejauh itu ketua Poksus DPR Papua melihat ada satu peristiwa dengan tenang dapat dihadapi alm.Naftali Yogi adalah ketika salahsatu Pimpinan OPM Paniai ditangkap beliau sangat tenang mengambil langkah demi ketenangan Paniai hal yang sama juga pernah dilakukan Almarhum Hengki Kayame.

” Satu hal yang juga hebat adalah ketika beliau kalah dalam Pilkada Paniai melawan Hengky Kayame dan pasangan lainnya,Pak Naftali orang yang pertama memberi ucapan selamat dan hadir dalam pelantikan Pak Hengki Kayame sebagai Bupati Paniai.” bebernya.

Di akhir kata, Gobai menyampaikan Selamat Jalan Bapade Naftali Yogi sang pamong yang murah senyum dan ramah serta santun dalam berkata kata.*

Berikan Komentar Anda

Pos terkait