Papua Tak Terapkan New Normal tapi Relaksasi Kontekstual
Pewarta: Eman You
| 349 Dibaca
EDISI TERBIT: 4 Juni 2020

 

Susana rapat Evaluasi Forkopimda Papua dan Bupati/Walikota se-Papua di Jayapura, Rabu (03/06/20).

JAYAPURA- Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua bersama seluruh Bupati/Walikota se-Papua menggelar rapat evaluasi penanganan dan pencegahan Corona Virus Disease (Covid-19) di Jayapura, Rabu (3/6/20).

Pertemua yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal cukup menyita waktu. Betapa tidak pertemua mulai star pukul 13.00 Wit hingga berakhir pada pukul 21.00 Wit.

Semua Kepala Daerah memberikan laporan penanganan dan pencagahan Covid-19 di masing-masing daerah (Kabupaten/Kota) yang dipimpinnya. Pertemuan pun berjalan demokratis, alot dan melelahkan dalam memberikan masukan kepada Gubernur Papua.

Akhirnya pengujung dari pertemuan tersebut memutuskan di Provinsi Papua tidak akan terapkan New Normal, tetapi Releksasi Kontekstual Papua.

Relaksasi yang dimaksud adalah kemudahan akses dan fasilitas untuk tetap menjamin keberlangsungan kesehatan, ekonomi bisnis, sosial budaya, dan pendidikan serta keagamaan.

“Jadi Papua dipandang belum layak bisa menerapkan New Normal karena kondisi memang belum membaik sehinga tetap dilakukan PSDD (pembatasan sosial diperluas dan diperketat),”ungkap Wagub Papua Klemen Tinal usai rapat evalusi penanganan dan pencegahan Covid-19 di Jayapura, Rabu (3/6/20).

Dikatakan Tinal, untuk pemberlakukan akses udara dan laut akan di atur teknis, dan tertulis oleh Dinas Perhubungan Papua. Sedangkan pembukanaan Rumah Ibadah secara teknis dan tertulis akan ditindaklanjuti lembaga Keagamaan yang ada (MUI, Kristen, Khatolik, Hindu dan Budha). Akan dibuka hanya hari-hari tertentu.

“Semisal Kristen Hari Minggu, Advent hari Sabtu, Muslim Hari Jumat, Hindu Budha sesuai harinya dll, dengan protokoler kesehatan ketat, dikontrol oleh Pengurus Masjid, Gereja dan tetap berkoordinasi dengan kepala daerah dan Forkopimda setempat sebagai Gugus Tugas,”tuturnya.

Pembukaan sekolah, kata Tinal, masih diliburkan dangan belajar dari rumah (online), karna kesepahaman bersama Kepala Derah bahwa Sekolah dipandang masih beresiko tertular virus corona. Lalu untuk Pasar, Kios, Warung, Tukang cukur, salon, took jam buka di perpanjang. Awalnya di papua pukul 6.00 hingga pukul 14.00 Wit, menjadi 6.00 hingga pukul 17.00 Wit .

Lebih lanjut Tinal mengatakan, untuk ASN, Mulai 8 Juni 2020 mendatang masuk kantor kembali dengan teknis diatur masing-masing OPD, jumlah staff, jaga jarak, dan lain-lain.

Terkait kepulangan Warga atau ASN yang terjebak disalah satu kota dan ingin kembali ke rumah, Tinal mengaku, akan di atur oleh Dinas Perhubungan Papua, dengan syarat protokoler kesehatan yang ketat.

“Iya, surat Ijin keluar masuk, Hasil Rapid test non reaktif, surat kesehatan, surat tugas/surat ijin jalan, pake masker sarung tangan, jaga jarak dan cuci tangan dan lain-lain,”katanya.

“Apa mau ibadah silahkan, mau apa pun silahkan, tapi Kepala Daerah masing-masing kabupaten/kota harus bertanggung jawab untuk memastikan masyarakatnya,”tukas Tinal. ***

Berikan Komentar Anda
Share Button