Para Pemimpin di Papua Mohon Jaga Masyarakat Nduga dan Intan Jaya
Pewarta: Redaksi
| 309 Dibaca
EDISI TERBIT: 19 Januari 2020
Pius Tenouye (Foto:Dok.Pribadi)

Oleh: Pius Tenouye

Wajar saja hidup dimuka bumi ini tidak terlepas dari dunia peperangan atau konfik dilihat dari banyak perspektif mungkin karena masalah agama, masalah ekonomi, masalah kemiskinan dan masalah-masalah lainnya. Sehingga orang-orang dari planet ini bisa menciptakan masalah besar atas keinginan yang datang dari hikmat dunia.

Disini penulis melihat bahwa salah masalah besar yang ada saat ini adalah masalah kemanusiaan yang jatuh pada Indonesia bagian Timur Papua lebih khusus antara di Nduga dan Intan Jaya sehingga Pemimpin-Pemimpin Papua Mohon jaga Masyarakat biasa yang ada di Nduga dan Intan Jaya” karena mereka tidak punya apa-apa.Pemimpin-pemimpin Papua mohon jaga masyarakat biasa yang sedang diancam oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) & Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB) di atas tanah Papua, Indonesia.

Saya anak muda pecinta Indonesia yang berasal dari tanah Papua ingin merekomendasikan kepada Bapak Gubernur Papua (Lukas Enembe), Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) dan para Dewan Perwakilan Rakyat Propinsi Papua (DPRP) beserta Dewan Perwakilan Daerah di Intan Jaya dan Nduga bahwa mohon segera membuat regulasi tentang pengurangan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) di Tanah Papua lebih khusus di Intan Jaya dan Nduga.

Karena saya melihat bahwa masyarakat di Nduga dan Intan Jaya saat ini sedang dalam trauma dikarenakan kekuatan militer Indonesia dan kekuatan militer Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB). Saya mengerti soal kedatangan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) di Tanah Papua sebagai anak negeri Indonesia karena mereka mau menjalangkan tugas negara diseluruh Indonesia termasuk Papua. Tugas itu memang wajib untuk dijalangkan karena itu kepercaan oleh negara sehingga TNI dan POLRI tidak dilarang untuk menjalangkan tugas dan tanggung jawab tersebut.

Namun, maksud daripada tulisan ini, penulis melihat bahwa masyarakat di Nduga dan Intan Jaya saat ini tidak aman dikarenakan ada perlawanan antara militer Indonesia dan militer Pejuang Ppaua Merdeka sehingga penulis memintah kepada pemimpin-Papua mulai dari Bapak Lukas Enembe selaku Gubernur Propinsi Papua, Majelis Rakyat Papua (MRP ) dan para Dewan Perwakilan Rakyat Propinsi Papua (DPRP), Dewan Perwakilan Daerah di Intan Jaya dan Nduga mohon segera membuat regulasi soal pengurangan militer Indonesia di tanah Papua khsusnya di Nduga dan Intan Jaya.

Kalau Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) datang di Tanah Papua dengan tujuan untuk baku tembak dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB), maka penulis ijin untuk datang baku tembak dengan militer di Papua Barat karena Papua mau merdeka dari Indonesia, tapi ingat hai TNI Indonesia dan TPN-OPM Papua Barat mohon jaga masyarakat bisa yang ada di Nduga dan Intan Jaya jangan sampai mereka yang menjadi korban karena masalah besar adalah ada antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) & Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB), jadi kalau mau baku bunuh, baku bunuh sajalah antara TNI Indonesia dan TPN-PB jangan masyarakat biasa yang jadi korban.

Penulis adalah Pecinta Indonesia yang berasal dari Tanah Papua

Berikan Komentar Anda