Pemuda Baptis Papua Menilai Putusan Majelis Hakim Tak Adil

Sepi Wanimbo Ketua Pemuda Baptis se-Papua dalam salah satu kesempatan (Foto:Michael/PapuaLives)

JAYAPURA –  Pemuda Baptis di tanah Papua, menilai putusan Majelis Hakim di balikpapan pada hari ini 17 juni 2020 lalu, terhadap korban Rasisme ketuju aktivis Papua. Tuan Buctar Tabuni, Agus Kosay, Steven Itlay, Irwanus Urabmabi, Hengky Hilapok, Alex Gobay dan Fery Gombo yang korbang Rasisme bagi orang Papua di hukum 11 – 10 bulan penjara. Hali itu dikatakan Sepi Wanimbo selaku Ketua Pemuda Baptis di tanah Papua ketiga menghubungi media papualives.com  melalui seluler, Rabu (17/6/2020).

Dijelaskan, Padahal pelaku yang mengukapkan Rasisme terhadap orang Papua di Surabaya yang menyusut berbagai aksi protes atas Rasisme terhadap orang Papua ini hanya di tuntut 1 tahun penjara dan akhirnya hanya di vonis 5 dan 7 bulan penjara. Yang seharusnya di vonis 10 – 11 bulan penjara adalah pelaku yang mengukapkan Rasisme bagi orang Papua itu.

” Karena itu pemuda baptis Papua menilai, putusan Majelis Hakim tak adil, sehingga para penegak hukum, hukum jangan jadikan lahan bisnis untuk mendapatkan uang dengan nilai besar, juga jangan melindunggi orang yang bersalah, atau jangan memberikan keringanan bagi pelakunya yang mengukapkan Rasisme.” ungkanya.

Selain itu Sepi juga menjelaskan dengan jujur  bahwa kami rakyat Papua saat ini manusia yang sempurna, tidak ada yang kurang, orang Papua punya harga diri dan punya martabat, Sama dengan manusia di Negara lain. Tetapi kami di injak – injak dan di permainkan sangat tidak manusiawi melalui tindakan- tindakan nyata yang kami sudah liat dan rasakan hari ini.” jelasnya.

Terkait itu, Timotius Murib  selaku Ketua MRP Papua belum lama ini, menyampaikan bahwa ke tujuh Tahanan Politik (Tapol) Papua, Pihaknya turut merasakan rasa tidak adil seketika mendapatkan vonis yang dilakukan oleh JPU di Balikpapan.

“Sehingga setelah aspirasi yang disampaikan oleh beberapa penguruan tinggil Negeri maupu Swasta di tanah Papua kemudian dari Mahasiswa Exodus dan hari ini dari organisasi cipayung numun kami akan himpun semua aspirasi dan kami juga akan sampaikan kepada Bapa Presiden Joko Widodo.” kata Murib ditemui diruang kerjanya.

Berikan Komentar Anda