Pemuda Katolik : Pewarta ditembak , Lima Keuskupan harus bersuara

 

 

 

 

TAMBRAUW – Pemuda Katolik Komcab Kabupaten Tambrauw di Papua Barat, juga mengharapkan kepada lima keuskupan di tanah Papua untuk berani menyuarakan kekerasan yang terus menerus terjadi di tanah Papua karena masa depan umat Allah sedang di tindas dan dibunuh.

” Kalau Gereja tidak bersuara maka Gereja ikut membiarkan proses Genosida terhadap bangsa Papua dan juga mendesak Komnas Ham serta Lembaga kemanusian untuk turun lapangan melakukan Investigasi.” kata Isak Bofra Penggurus Pemuda Katolik Komcab Tambrauw (26/10/2020) kemarin.

Selain itu juga, Pihaknya Mendesak Panglima TNI untuk segera mencopot Pandam Cenderawasih karena bertangung jawab atas insiden penembakan tersebut agar ke depan peristiwa tersebut tidak terulang dikemudian hari.” jelasnya.

Sebelumnya, diberitakan dimedia massa bahwa Keuskupan Timika membenarkan kejadian yang menewaskan Rafinus dari Pastor Paroki Jalae bahwa Rafinus meninggal karena ditembak. Dia dituduh sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB). Pihak Keuskupan Timika menyatakan Rafinus sudah sejak lama menjadi pewarta gereja Katolik di Jalae di Kabupaten Intan Jaya

Bofra menegaskan bahwa Papua bukan tempat latihan perang sehingga selalu harus ada korban yang ditembak oleh aparat Negara atau Militer.
“Karena beberapa waktu sebelumnya seorang pendeta juga menjadi korban, sudah keterlaluan dan sangat tidak manusiawi.”tegasnya (26/10/2020).

Berikan Komentar Anda