Perdana, PKBM KODIPA di Nabire Gelar Ujian Sekolah Paket C

Suasana Ujian Sekolah Paket C Setara SMA di Ruang Kelas SMA YPPGI Karang Mulia yang diselenggaran PKBM KODIPA di Nabire. (Foto: Yemi/PapuaLives)

NABIRE – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) KODIPA Distrik Nabire Barat di Kabupaten Nabire Menggelar Ujian Sekolah Paket C setara SMA tahun 2020/2021 dalam ujian perdana diikut sebanyak 8 Siswa/i berlangsung dengan lancar dan tertib dengan tetap mengikuti Protokol Kesehatan Covid-19.Bertempat di Ruang Kelas SMA YPPGI Karang Mulia Nabire,Senin (12/04/2021) pagi hingga siang berlangsung hampir seminggu itu.

Terkait hal itu, Esau Tatogo S.Hut selaku Ketua PKBM KODIPA ketika di temui media papualives.com menjelaskan bahwa pendidikan non formal atau di sebut dengan PKBM pendidikan kesetaraan Paket C setara SMA, Paket B Setara SMP dan Paket A setara SD, ini adalah satuan pendidikan yang akan di layani bagi warga yang sudah putus sekolah formal dan sudah lewat usia formal.

” Maka hadirlah PKBM untuk bisa membantu mereka untuk menyelesaikan pendidikan kesetaraan sesuai perjenjangan. Kami juga wajib melaksanakan KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) sesuai dengan peratuaran Permen Dikbud No 23 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional bagi Pendidikan Luar Sekolah.” jelas Tatogo kepada media ini.

Selain itu, Esau Tatogo mengatakan PKBM tidak hanya muncul saat melaksanakan ujian sekolah saja, Pendidikan kesetaraan ini juga adalah sama dengan reguler atau pendidikan formal, pelaksanaan ujian pendidikan kesetaraan tahun 2021 di Provinsi Papua, dan Khusus di Kabupaten Nabire.

” Sedang berlangsung Ujian Paket C , Mulai dari tanggal 06 April sampai 10 April 2021, jumlah satuan pendidikan yang melaksanakan Ujian Paket C adalah 21 Lembaga dan 320 Peserta ujian, muda-mudahan pelaksanaan ujian ini berlangsung dengan baik, sesuai harapan kita bersama.” harap Tatogo juga selaku Pendiri PKBM KODIPA itu.

Dalam kesempatan sama, Melianus Yeimo Guru Paket PKBM KODIPA menyampaikan hal ini dilakukan demi menyelamatkan anak-anak yang putus sekolah,atau tidak mampu biaya pendidikan sehingga mereka bisa mendapat ijazah agar melamar pekerjaan baik swasta maupun pemerintah.

” Bagi anak-anak atau orangtua yang putus sekolah mari mendaftar diri yang untuk memperoleh ijazah sesuai paket.”ajaknya.

Untuk diketahui bersama bahwa pendidikan non formal  di PKBM ini dilaksanakan demi menyelamatkan anak-anak muda yang sudah putus sekolah untuk mendapatkan ijazah untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.

Berikan Komentar Anda