Beranda Advertorial Peringati Hari Lingkungan Hidup, Walhi Papua Ajak Pelestarian Tanah Papua Berkelanjutan

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Walhi Papua Ajak Pelestarian Tanah Papua Berkelanjutan

321
0
Leflet Walhi Papua

NABIRE – Pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni 2024 kali ini yang dihormati secara global, Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Papua menyuarakan kebutuhan mendesak akan pelestarian lingkungan hidup berkelanjutan di Tanah Papua. Direktur Walhi Papua Maikel Primus Peuki mengatakan dengan kekayaan alamnya yang tak ternilai, merupakan penjaga keanekaragaman hayati global.Kutip media papualives.com dalam siaran pers 5 Juni 2024.

” Eksploitasi sumber daya yang tidak berkelanjutan, deforestasi yang mengkhawatirkan, dan dampak perubahan iklim semakin mengancam ekosistem yang rapuh.  Di tengah gemuruh alam yang merayakan keberagaman, pulau Papua menonjol sebagai jantung kekayaan alam, warisan budaya yang berharga, dan rumah bagi sejumlah besar kehidupan. Hari Lingkungan Hidup hari ini menjadi panggung untuk menghormati keajaiban alam ini dan mengingatkan kita akan tanggung jawab kita dalam menjaga dan melindunginya.” kata Maikel [05/05/2024] siaran pers kutip media ini.

Atasnama Walhi Papua, Maikel menyampaikan dengan rendah hati mengajak pentingnya pelestarian lingkungan hidup sehingga masyarakat melihat keindahan hutan hujan yang tak tertandingi dan kekayaan hayati yang tak terhitung jumlahnya, bukti nyata akan keajaiban alam harus dijaga demi generasi mendatang.

” Eksploitasi sumber daya alam, deforestasi yang mengkhawatirkan, dan perubahan iklim yang semakin nyata menuntut tindakan segera. Kita tidak bisa lagi membiarkan kepentingan jangka pendek menggagalkan keberlanjutan jangka panjang bagi planet kita.”jelasnya.

Direktur Walhi Papua Maikel Primus Peuki (Foto: Istimewa)

Selain itu, Walhi Papua juga mengajak semua pihak untuk berkomitmen, tindakan nyata membangun kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan hidup, mendukung upaya konservasi, dan mendorong kebijakan yang berkelanjutan adalah langkah-langkah yang kita semua dapat ambil. Maka itu Berdasarkan pengamatan Walhi Papua di Tanah Papua bangga menjadi bagian dari gerakan global untuk melindungi planet kita.

” Dengan semangat kerjasama dan tekad yang kuat, kita dapat menjaga keindahan alam ini untuk generasi-generasi mendatang. WALHI Papua menekankan perlunya tindakan segera dari semua pihak terkait. Pemerintah harus meningkatkan pengawasan terhadap investasi asing yang tidak berkelanjutan dan memastikan bahwa proyek-proyek ini tidak merugikan lingkungan dan masyarakat adat Papua.”ucap Maikel selaku Direktur Walhi Papua itu.

Pengamatan Walhi Papua juga ada Perusahaan-perusahaan yang melakukan praktek deforestasi ilegal harus dihentikan dan dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku. Mikael juga mengajak masyarakat Papua dan dunia internasional untuk bersatu dalam menentang deforestasi dan investasi asing yang merusak lingkungan.

” Hanya dengan kerjasama yang kokoh dan tekad yang bulat, kita dapat melindungi hutan-hutan dan kehidupan yang bergantung padanya. Pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini, mari kita bersama-sama memperkuat komitmen untuk melindungi alam kita.”ajaknya.

Pihaknya mengakui bahwa, Masa depan Tanah Papua dan planet ini tergantung pada tindakan kita hari ini. Pihaknya mengajak semua pihak, baik pemerintah, masyarakat sipil, dan sektor swasta, untuk bergabung dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.

“Kita harus menghentikan eksploitasi yang merusak, memperkuat perlindungan terhadap hutan-hutan kita, dan mempromosikan pembangunan berkelanjutan yang memperhatikan keseimbangan antara manusia dan alam.”tutur Mikael siaran persnya.

Untuk diketahui bersama bahwa, Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, WALHI Papua dengan suara gemuruh menyuarakan keprihatinan mendalam akan ancaman deforestasi dan investasi asing yang mengancam keberlangsungan lingkungan hidup di Tanah Papua.

Tanah Papua, dengan hutan-hutan primernya yang menakjubkan dan keanekaragaman hayati yang melimpah, kini berada di titik rawan. Investasi asing yang tidak terkendali, terutama dalam sektor pertambangan dan perkebunan, mengancam untuk merusak lingkungan yang rapuh ini.