Persinas ASAD Manokwari Hadiri Peringatan Satu Abad Terate Emas untuk Dunia

Berpose bersama ketika usai acara Peringatan Satu Abad Terate Emas untuk Dunia. (Foto: Muslimin/PapuaLives)

MANOKWARI – Persinas ASAD Kabupaten Manokwari ikut memeriahkan pelaksanaan Upacara Satu Abad Terate Emas untuk Dunia ini bersama seluruh perguruan pencak silat yang berada di Manokwari, unsur pimpinan forkompinda, ketua IPSI Manokwari dan Pengurus FKPPI Papua Barat. Bertempat di halaman Gedung KNPI Papua Barat, Jalan Yos Sudarso , Sabtu (25/6/2022).

Acara yang digelar dalam rangkaian Kirab Budaya dan Upacara Perayaan Satu Abad secara nasional ini diawali dengan kirab seluruh anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) cabang 164 Manokwari. Dimulai dari Lapangan Borarsi melalui jalan utama Kota Manokwari seperti Jalan Yos Sudarso, Jalan Trikora Wosi dan berakhir di halaman Gedung KNPI Papua Barat.

Bacaan Lainnya

Diakhiri dengan penyerahan tanah dari Setia Hati Terate cabang Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Manokwari, Kabupaten Kaimana dan Kabupaten Teluk Bintuni.

Wahyudi Irwanto, Ketua Pengurus Pusat Perwakilan PSHT Papua Barat menyampaikan bahwa kegiatan ini mengambil tema “Menjaga Konsistensi Jati Diri Setia Hati Terate Dalam Rangka Memperkokoh Nilai-nilai Kebangsaan dan Nasionalisme Sebagai Pelopor Ajaran Berbudi Luhur”. Rangkaian kegiatan yang diawali dengan pengambilan tanah dan air secara serempak dari semua cabang Setia Hati Terate di seluruh Indonesia yang terdiri dari 354 cabang ini kemudian dilanjutkan dengan kirab dan serah terima tanah dan air kepada perwakilan pusat provinsi secara estafet.

Adapun peta perjalanan kirab nusantara secara estafet ini diikuti oleh 5 tim yang terbagi menjadi Tim Bima, Tim Yudistira, Tim Nakula, Tim Sadewa, dan Tim Arjuna. Kelima tim pada akhirnya akan bertemu di Padepokan Agung Persaudaraan Setia Hati Terate Jalan Merak nomer 10 Nambangan Kidul, Kota Madiun, Jawa Timur, pada 28 Juli 2022.

“Selanjutnya, semua tim yang sudah tiba di Madiun, tanah dan air akan disemayamkan di Pendopo Agung untuk disatukan dalam Monumen Satu Abad Terate Emas yang jatuh pada tanggal 2 September 2022 yang akan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pusat Drs Moerdjoko HW dan Ketua Dewan Pusat H Issoebiantoro SH,” urai Wahyudi.

Wahyudi Irwanto menambahkan bahwa maksud dan tujuan kegiatan kirab ini adalah untuk mempererat rasa persaudaraan 354 cabang dan anggota keluarga besar PSHT di seluruh Indonesia, sebagai organisasi terbesar di Indonesia, Setia Hati Terate merasa wajib dalam mempersatukan keragaman budaya di negara Indonesia, menyadari adanya keberagamaan budaya dari Sabang sampai Merauke yang harus diwariskan kepada generasi muda bangsa.

“Mewariskan pemahaman kepada generasi yang akan datang bahwa Setia Hati Terate sangat majemuk dari berbagai aspek latar belakang kehidupan dan budaya maka harus dijaga sehingga tidak kehilangan jati diri dan mampu menjaga rasa persaudaraan. Sesuai semboyan masuk usia satu abad “Selama matahari masih bersinar, selama bumi masih dihuni oleh manusia, selama itu pula Setia Hati Terate tetap kekal, abadi, jaya selama-lamanya,” imbuh Wahyudi.

Sementara itu, Arik Sekretaris Persinas ASAD Papua Barat melaporkan bahwa hubungan silaturahim yang dibangun antara Perguruan Pencak Silat Setia Hati Terate dan perguruan-perguruan yang ada di Kota Manokwari sangat baik. Persinas ASAD mengapresiasi kegiatan silaturahim ini karena sesuai dengan motto Persinas ASAD bahwa ilmu beladiri yang telah dimiliki adalah untuk mencari teman, kawan dan sahabat bukan untuk mencari lawan.

“Dengan Aman untuk Selamat, dengan Ampuh untuk Damai, untuk itu Persinas ASAD bertekad untuk membangun sinergi dalam persaudaraan kepada semua perguruan,” kata Arik.

Berikan Komentar Anda

Pos terkait