Aksi Hari HAM Se-Dunia di Nabire , Ini 7 Point Pernyataan Sikap

Salah satu Orator sedang membacakan tujuh point pernyatan sikap dalam aksi demo damai hari HAM se-Dunia di depan Pasar Karang Nabire. (Foto:Dok.papualives)

NABIRE – Petisi Rakyat Papua Tolak Otsus Wilayah Nabire menggelar aksi demo spontan secara damai dalam rangka memperingat hari Hak Azasi Manusia (HAM) Se-Dunia yang jatuh pada 10 Desember 2020. Yang mana kita ketahui bersama aksi Memperingati hari HAM se-Dunia ini juga dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia salah satunya di Kabupaten Nabire.

Sejauh pantauan media aksi HAM tersebut berlangsung di Kelurahan Karang Tumaritis Nabire. Dalam kesempatan itu dihadiri Ketua Dewan Adat, Para Gembala, dan Puluhan simpatisan masa aksi yang secara langsung spontan mengutarakan isi hati dari semua pelangaran, pembunuhan dan pemerkosaan yang terjadi di Tanah Papua.

Dalam kesempatan itu, Aksi yang berlangsung di Pasar Karang siang tadi itu, Akhirnya diberikan kesempatan untuk membacakan pernyataan sikap. Adapun 7 pernyataan sikap diantaranya:

1. Menolak dengan tegas perpajangan perlakuan otonomi khusus (Otsus) dalam bentuk dan nama apapun
2. Menolak segala bentuk kompromi sepihak sertamerta tidak melibatkan Rakyat Papua Objek dan Subjek seluruh persoalan Papua.
3. Tarik militer dan hentikan militer di Intanjaya, Puncakjaya, Nduga, Yahokimo, Oksinil dan seluruh Papua.
4. Mengutuk dengan tegas, seksualitas, serta kekerasan terhadap masyarakat sipil di Papua.
5. Segera cabut undang- undang hak cipta kerja
6. Negera segara membuka akses Investigasi HAM Internasional masuk di wilayah bangsa Papua
7. Segera berikan penentuan nasip sendiri di Negara West Papua.

Masa Aksi hari HAM se-Dunia sedang melakukan aksi damai di Kalibobo Nabire siang tadi (Foto:Dok.PapuaLives)

Pantauan media aksi berjalan lancar dengan dikawal ketat oleh Aparat Keamanan Polres Nabire. Dalam kesempatan itu salah satu Anggota Aksi, Yandi Degei menyampaikan bahwa semua sama di mata Tuhan, dan sama juga di hadapan Nasional dan Internasional. Maka negara Indonesia jangan memutar balikan fakta.

” Selama ini, kami menilai tindakan lain main di depan public lain. maka itu, buka akses ham internasional masuk ke Papua “ungkapnya dalam aksi itu (10/12/2020)di temui media papualives.com

Menurut informasi yang dihimpun media ini, Aparat Polres Nabire mengkawal ketat aksi ini dengan alasan karena menggangu kendaraan dan aktivitas masyarakat setempat. Dalam kesempatan itu Aparat Polres Nabire dan Masa Aksi melakukan Negosiasi. ” Kalian mengganggu kendaraan dan beraktivitas masyarakat, Maka itu bacakan sikap disini cepat dan Lansung pulang ke rumah masing-masing ” kutip media ini di lokasi masa aksi.

Aksi berlangsung aman , tertib dan lancar dikawal ketat oleh Aparat Keamanan Polres Nabire dengan melakukan negosiasi akhirnya berhasil membubarkan aksi itu siang tadi. Seusai informasi yang dihimpun media ini beberapa titik aksi dilakukan yakni Lapangan tai sapi Bumiwonorejo , Kelurahan Kalibobo , Depan RSUD Nabire , Pasar Karang dan Keluarahan Karang Mulia. Menurut rencana akan membacakan poin pernyataan sikap di depan kantor Bupati Nabire.

Berikan Komentar Anda