Balik Atas
Polres Nabire gelar Operasi Patuh Matoa 2019
 
Pewarta: Andreas Rumyaan Edisi 25/09/2019
| 495 Views
Kapolres Nabire AKBP Sonny M. Nugroho T, SIK,ketika memimpin Apel patuh Matoa 2019 di Mapolres Nabire (Foto:Dree/PapuaLives)

Nabire, Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Matoa 2019 dilaksanakan bertempat di Lapangan Apel Mapolres Nabire, pukul 09.15 Wit, Selasa (24/09/2019) pagi. Pada pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Ops Patuh Matoa 2019 ini, sebagai Pimpinan Apel Kapolres Nabire AKBP Sonny M. Nugroho T, SIK, Perwira Apel Kabag Ops AKP Samuel D. Tatiratu, SIK, dan Komandan Apel Ipda Sidiq.

Yang mana dihadiri oleh Waka Polres Nabire Kompol Steyven J. Manopo, SIK, Danyon Brimob Polda Bali Kompol I Komang Budiartha, SIK, Para Kabag, Kasat, serta Para Perwira TNI/Polri.

Adapun peserta apel Ops Patuh Matoa 2019 Polres Nabire, 1 Regu Gabungan Sub Den Pom/Sie Propam Polres Nabire, 1 Pleton Brimob Den C Pelopor, 1 Pleton BKO Brimob Polda Bali, 1 Pleton Sat Lantas, 1 Regu Sat Polairud, 1 Pleton Unit Dalmas, 1 Pleton Gabungan Staf Polres, dan 1 Pleton Gabungan Reskrim/Intel/Narkoba Polres Nabire.

Pelaksanaan Ops Patuh ahun 2019 ini yang semula dilaksanakan serentak di Indonesia pada tanggal 28 Agustus s/d 11 September 2019, Polda Papua menunda pelaksanaan Ops Patuh melihat situasi dan kondisi dilapangan namun Polda Papua tetap melaksanakan Ops Patuh pada tanggal 24 September s/d 7 Oktober 2019 dengan mengedepankan persuasif kepada masyarakat.

“Lalu lintas merupakan urat nadi perekonomian suatu negara oleh sebab itu pemeliharaan kamseltibcar lantas sangatlah penting dalam menunjang kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Pimpinan Apel AKBP Sonny.

Oleh sebab itu Polri khususnya Polantas bersama stakeholder dan pemerintah bertanggung jawab untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang LLAJ.

“Sehingga dianggap perlu melaksanakan Operasi Kepolisian dibidang lalu lintas untuk mewujudkan negara yang tertib dan berevolusi dari segi mental masyarakatnya,” ucap Pimpinan Apel.

Perlu diketahui bersama data jumlah pelanggaran lalu lintas berupa :
1. Tilang tahun 2019 dari bulan januari sampai dengan bulan agustus sejumlah 6.426 tilang.
2. Teguran tahun 2019 dari bulan januari sampai dengan bulan agustus sejumlah 7.269 pelanggaran.

“Yang didominasi oleh pengendara R2 sebanyak 6.541 kendaraan dan R4 sebanyak 594 kendaraan,” ungkap Pimpinan Apel.

Jumlah kecelakaan lalu lintas tahun 2019 dari bulan januari sampai dengan bulan agustus dari data IRSMS (Integrated Road Safety Management System) Ditlantas Polda Papua dan Jajaran sejumlah 546 kejadian.

Dengan korban Meninggal Dunia sebanyak 73 orang, korban luka berat sebanyaj 305 orang, korban luka ringan sebanyak 585 orang dan kerugian material sebesar Rp. 2.606.900.000.

Pada pelaksanaan Operasi Patuh Tahun 2019 kali ini berbeda dengan Operasi Patuh Tahun sebelumnya dan di Polda lain dimana Polda Papua beberapa waktu terhadi aksi demo anarkis yang terjadi di Kota Jayapura yang menyebabkan kerugian baik korban nyawa maupun harta benda.

“Untuk itu momen kali ini menjadi pedoman untuk Polisi Lalu Lintas agar lebih selektif dalam melaksanakan tugas dilapangan baik pelanggaaran yang kasat mata serta menjadi sasaran berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas tetapi jangan menjadi pemicu di dalam melaksanakan penindakan dilapangan,” tegas Pimpinan Apel.

Diakhir sambutan Pimpinan Apel menyampaikan bahwa beberapa penekanan dan arahan untuk pedoman dalam pelaksanaan tugas, yaitu :
1. Selalu bertaqwa terhadap Tuhab Yang Maha Esa.
2. Jaga keselamatan anda dalam pelaksanaan tugas.
3. Peningkatan displin anggota Polantas dan Terwujudnya Pelayanan Polantas yang bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme.
4. Terwujudnya masyarakat yang tertib dan patuh hukum berlalu lintas.

Berikan Komentar Anda
Link Banner Link Banner