Polisi Lerai Perang Suku di Kampung Nogolaid, Distrik Kenyam

Situasi ketika dilerai aparat keamanan Polres Nduga di Kenyam siang tadi. (Foto:Frans/PapuaLives)

JAYAPURA – Pada hari Rabu tanggal 18 Agustus 2021 pukul 13.00 WIT, bertempat di Kampung Nogolaid Distrik Kenyam Kabupaten Nduga telah terjadi pertikaian antara Masyarakat Distrik Wosak dengan Masyarakat Distrik Iniye.

Kronologis Kejadian:
Pada hari dan tanggal di atas pukul 13.00 WIT, personel Polres Nduga memperoleh informasi dari masyarakat bahwa di Kampung Nogolaid Distrik Kenyam Kabupaten Nduga telah terjadi pertikaian antara masyarakat Distrik Wosak dan Distrik Iniye.

Pukul 13.10 WIT, mendapati informasi tersebut Kapolres Nduga Kompol I Komang Budiartha, S.I.K., bersama personel Polres Nduga langsung mendatangi TKP.

Pukul 13.20 WIT, tiba di TKP, selanjutnya Kapolres Nduga bersama personel menghalau massa serta mengimbau massa untuk mundur dan membubarkan diri, namun massa dari kedua belah pihak masih bersikeras serta melepaskan anak panah ke arah personel. Sehingga personel memberikan tembakan peringatan ke udara, agar massa dari kedua belah pihak mundur.

Pukul 13.25 WIT, didapat informasi adanya korban luka an. Isen Tabuni yang mengalami luka terkena anak panah pada bagian pantat sebelah kiri, sehingga personel membawa ke Puskesmas Kenyam guna penanganan medis.

Pukul 13.40 WIT, Massa dari kedua belah pihak yang bertikai berangsur-berangsur mundur dan Kapolres Nduga memberikan pemahaman kepada massa dari masyarakat Distrik Wosak yakni apabila saudara-saudara mempunyai masalah jangan diselesaikan dengan jalan perang suku atau saudara.

Hal tersebut tidak akan meyelesaikan masalah namun akan menambah masalah baru, sebaiknya saudara melaporkan hal tersebut kepada kami pihak Kepolisian sehingga kami dapat membantu menyelesaikannya dengan cara kekeluargaan maupun dengan Tindakan hukum sesuai dengan Undang-undang yang berlaku.

Agar permasalahan ini tidak berlanjut, saya meminta beberapa perwakilan dari masyarakat Distrik Wosak dan masyarakat Distrik Iniye untuk ke Polres Nduga guna menyelesaikan masalah ini, agar pertikaian ini tidak berlanjut yang dapat menimbulkan korban jiwa serta kerugian besar dari kedua belah pihak.

Pukul 13.55 WIT, Kapolres Nduga I Komang Budiartha, S.I.K., kembali mendatangi massa dari keluarga Distrik Iniye untuk memberikan himbauan agar tidak melakukan tindakan – tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Pukul 14.35 WIT, Sekretaris Daerah Kabupaten Nduga Namia Gwijangge S. Pd, M.Si tiba di lokasi massa dari keluarga Distrik Iniye yang berkumpul dan memberikan arahan kepada massa supaya dalam menyelesaikan dengan cara kekerasan dihentikan kemudian masalah ini harus diselesaikan dengan hukum Nasional di Kantor Polisi Polres Nduga, akan tetapi massa tetap menolak diselesaikan secara hukum, mereka harus membalas karena sudah ada korban luka dari pihak kami.

Pukul 14.50 WIT, Kapolres Nduga bersama dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Nduga menuju ke Puskesmas Kenyam Kabupaten Nduga guna membesuk korban luka – luka akibat terkena anak panah.

Pukul 15.30 WIT, Kapolres Nduga bersama dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Nduga kembali menuju ke massa dari keluarga Distrik Wosak. Kemudian Sekretaris Daerah Kabupaten Nduga dalam kesempatannya menyampaikan Kami disini tidak menginginkan adanya pertikaian, apabila ada masalah segera lapor ke pihak Kepolisian nanti dari pihak Kepolisian akan mencari solusi dalam penyelesaian masalah tersebut.

Jika ada keluarga yang terkena atau lukanya berat segera di bawah ke Puskesmas Kenyam guna mendapatkan perawatan medis. Saya berharap untuk saudara-saudara tidak boleh menyerang lagi, cukup sampai disini tidak boleh terulang kembali.

Pukul 16.10 WIT, personel Polres Nduga bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Nduga kembali ke Polres Nduga guna melakukan konsolidasi.

Pukul 16.50 WIT, Tim kembali memperoleh Informasi bahwa telah terjadi pertikaian kembali di tempat yang sama yakni di Distrik Nogolaid Kampung Nogolaid Kabupaten Nduga, sehingga Tim merespon informasi tersebut dan kembali ke lokasi TKP.

Pukul 17.10 WIT, Tim yang dipimpin Kapolres Nduga Kompol I Komang Budiartha, S.I.K., tiba di TKP, kemudian Tim bersama personel Polres Nduga langsung menghalau massa serta mengimbau untuk mundur dan membubarkan diri.

Namun massa dari kedua belah pihak masih bersih keras sambil melepaskan anak panah ke arah personel Polres Nduga sehingga personil melepaskan tembakan peringatan ke udara, agar massa dari kedua belah pihak mundur.

Pukul 17.30 WIT, Tim berhasil melerai kedua belah pihak yang melakukan pertikaian, namun setelah massa dari Suku Wosak mundur terdengar bunyi letusan dari arah hutan dari sebelah kiri sebanyak 3 (tiga) kali, sehingga Tim mencari perlindungan ke Mobil Armourd.

Pukul 17.40 WIT, Tim memanggil Kepala Kampung dari masyarakat Distrik Wosak untuk memerintahkan massa membubarkan diri dan kembali ke Rumah masing-masing.

Pukul 18.00 WIT, Tim bergeser menuju ke massa dari masyarakat Distrik Iniye kemudian mengimbau massa untuk membubarkan diri dan kembali kerumah masing-masing.

Identitas korban:
1. Isen Tabuni (20), laki-laki, warga Kampung Nogolaid Distrik Kenyam Kabupaten Nduga. (mengalami luka panah pada bagian pantat sebelah kiri karena terkena anak).
2. Dogeles Tabuni (30), laki-laki, warga Kampung Nogolaid Distrik Kenyam Kabupaten Nduga. (mengalami luka panah pada dada bagian sebelah kiri atas karena terkena anak).
3. Ebes Tabuni (19), laki-laki, warga Kampung Nyie Distrik Nie Kabupaten Nduga. (mengalami luka panah pada paha bagian sebelah kiri karena terkena anak).

Salah satu korban kena panah ketika ditangani medis. (Foto:Frans/PapuaLives)

Langkah-langkah Kepolisian:
Menerima Laporan, Mendatangi TKP, mengevakuasi korban dan melerai kedua belah pihak untuk membubarkan diri, melakuka pendekatan terhadap para tokoh. Kasus ini tengah di tangani Sat Reskrim Polres Nduga.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal SH menyampaikan bahwa kami sangat menyayangkan hal ini bisa terjadi dikarenakan kedua belah pihak yang bertikai merupakan suku yang saling bersaudara.

Saat ini para korban sudah berada di Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Untuk diketahui Pertikaian ini terjadi akibat perselingkuhan yang terjadi pada 5 Juli 2021, permasalahan tersebut sebenarnya sudah di selesaikan secara adat dengan kedua belah Pihak di Kampung Nogolaid dan juga Pihak Masyarakat dari Distrik Wosak sudah membayar Denda Uang Tunai kepada keluarga dari Distrik Iniye.

Kemudian ada beberapa dari keluarga masyarakat Distrik Iniye dengan terus menerus mendatangi pihak keluarga dari Distrik Wosak dengan maksud meminta masalah ini diselesaikan atau mengungkit kembali masalah yang lama.

Kemudian pada hari ini Rabu 18 Agustus 2021, datang lagi dengan beberapa sanak keluarga dari Distrik Iniye sambil membawa surat, namun pihak keluarga dari masyarakat Distrik Wosak tidak menerima dan marah sehingga terjadi adu mulut kemudian dari masyarakat Distrik Wosak marah dan tanpa bicara banyak langsung melakukan atau melepaskan anak panah ke arah keluarga dari masyarakat Distrik Iniye sehingga mengenai korban luka akibat terkena anak panah.

Karena tidak terima kemudian pihak keluarga berkumpul setelah itu bergerak ke Kampung Nogolaid Atas untuk melakukan perang.

Situasi saat ini sudah aman dan kondusif dan para kedua kelompok warga telah membubarkan diri.

Berikan Komentar Anda