Posko Dirusak dan Diancam, Paslon YUDA: Tim Jangan Terpancing

Paslon YUDA berpose bersama Tim Sukses dan Partai Pendukung ketika memberikan keterangan pers berlangsung di Media Center YUDA di Girimulyo Nabire. (Foto: Media Center YUDA)

NABIRE – Pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nabire nomor urut 1, Yufinia Mote, S.SIT dan H. Muhammad Darwis  disingkat (YUDA) menghimbau kepada seluruh pendukung maupun tim pemenangannya untuk bersabar dan tidak terpacing untuk melakukan pembalasan. Hal itu disampaikan dalam  jumpa pers, Rabu (25/11/2020) malam tadi.

“Kami menghimbau  semua tim sukses maupun masyarakat pendukung kami tetap menjaga pilkada ini berjalan dengan aman dan damai. Apapun yang terjadi itu adalah bagian dari perjalanan politik, itu yang kami ingin sampaikan. Jadi balehonya boleh dirusak, poskonya boleh dirusak tetapi yang penting mental dan karakter kami jangan dirusak , jangan dirubah, tetap semangat meraih kemenagan itu. ” kata Yufinia Calon Bupati Nabire.

Selain itu, dirinya bersama Tim sukses sangat menyayangkan tindakan oknum yang sengaja merusak posko dan baleho. Tidakan tersebut akan dilaporkan sesuai aturan-aturan yang berlaku. Pihak  YUDA mengakui timnya merasa diancam terutama hak-hak politik para pendukungnya.

” Sehingga bagi kami sudah melanggar, membatasi hal prerogatif seseorang untuk menentukan pilihannya. Jadi bagi kami, ya pendukung-pendukung kami jelas merasa terancam. Kami juga mohon pihak keamanan tetap melihat, menjaga serta melindungi semua aktivitas semua masyarakat khsusunya pendukung kami dimanapun.” ujar Yufinia juga kini Calon Bupati Pertama Perempuan di Nabire itu.

Sementara itu, Ketua Tim Sukses Paslon YUDA, Yunus Badii di kesempatan yang sama mengintruksikan kepada tim sukses , partisipan, simpatisan dan semua pendukung agar tetap tenang dan tidak melakukan aksi untuk membalas. Dirinya optimis  Pilkada tanggal 9 desember akan menang.

“Ada ayat alkitab yang menyatakan bahwa jika pipi kanan di tampar maka serahkanlah juga pipi kiri agar di tampar. Prinsip ini yang kita sampaikan kepada tim kita agar kita bisa menerima perlakuan mereka.” ujarnya.

Kemudian , Badii selaku ketua Tim Sukses YUDA menilai perbuatan oknum yang telah mengancam dan mengiintimidasi bahkan bersifat agresif dan anarkis  itu akan diselesaikan melalui dua jalur yaitu Kriminial dan Bawaslu.

” Jadi tetap kami akan jalani proses ini melalui pidana  dan juga pelanggaran pemilu. Kami kejar sampai per Bawaslu, itu punya konsekwensi hukumnya terhadap pelaku seperti apa lalu kami biarkan. Kami tidak mau pembelajaran yang kotor ini dia berlanjut.”tegas Badii kepada awak media.

Terkait hal itu, Tim Pemenangan YUDA akan tetap menunggu proses hukum dari Bawaslu, Gakumdu dan pihak Kepolisian proses hukum bagi oknum yang sudah merusak dan mengancam.

Berikan Komentar Anda