Balik Atas
Prinsip Kedamaian Besifat Universal (Umum) untuk Semua Kalangan
 
Pewarta: Redaksi Edisi 17/11/2014
| 820 Views
Beberapa kelompok, berpandangan berbeda tentang apakah damai itu, bagaimana mencapai kedamaian.yang kita inginkan bersama  :

Foto : bersalaman dalam perdamaian/ist

ada 10 Prinsip antara lain sebagai berikut :

1. Jangan mencampuri urusan orang lain, kecuali diminta
Banyak
diantara kita mempunyai masalah karena terlalu mencampuri urusan orang
lain.Kita melakukannya karena yakin bahwa cara kita adalah cara terbaik,
logika kita adalah logika yang sempurna dan siapapun yang tidak sesuai
dengan pemikiran kita harus dikritik dan ditunjukkan arah yang benar,
arah kita.Pemikiran ini menyangkal keberadaan individu dan keberadaan
Tuhan. Tuhan menciptakan setiap kita dengan cara yang unik. Tidak ada
dua manusia yang berpikir persis satu sama lain. Setiap pria/wanita
bertindak sesuai yang mereka inginkan karena memang Tuhan membentuknya
demikian. Uruslah urusan kita sendiri dan tetaplah dalam kedamaian. Jika
diminta barulah kita membantu…..
2. Maafkan dan Lupakan:
Ini
adalah hal paling berpengaruh besar dalam kedamaian hati dan pikiran
kita. Kita selalu membangun perasaan sakit hati kepada orang yang
membuat gara-gara atau menyakiti kita. Kita memelihara keluhan. Pada
gilirannya ini akan menyebabkan kita kurang tidur, menyebabkan sakit
maag & tekanan darah tinggi. Luka ini hanya terjadi satu kali, tapi
efeknya bisa berlangsung sepanjang masa karena kita selalu mengingatnya.
Buanglah kebiasaan buruk ini. Hidup terlalu singkat dan terlalu berarti
untuk dihabiskan dengan hal-hal seperti itu. Maafkan, Lupakan lalu
bergeraklah maju. Kasih itu berkembang dari memberi dan memaafkan.
3. Jangan mengejar Pengakuan
Dunia
ini penuh dengan orang egois. Mereka jarang memuji seseorang tanpa
maksud tertentu. Mereka mungkin memuji anda hari ini karena anda
berkuasa, tapi segera setelah anda tidak berkuasa lagi, mereka akan
melupakan apa yang sudah anda raih dan mulai mencari kesalahan anda.
Mengapa kita harus membunuh diri kita sendiri dengan mencari pengakuan
dari orang semacam itu? Pengakuan dari mereka tidaklah layak untuk
dijadikan alasan kita sakit hati. Kerjakanlah tugas kita dengan
ber-etika dan tulus, tidak mengejar pengakuan
4. Jangan iri kepada orang lain
Kita
semua tentunya pernah mengalami betapa rasa iri dapat mengganggu
kedamaian hati dan pikiran kita. Anda mengetahui bahwa anda bekerja
lebih keras dari rekan anda di kantor, tapi seringkali merekalah yang
mendapatkan promosi, anda tidak. Anda memulai bisnis beberapa tahun yang
lalu, tapi anda tidak sesukses tetangga sebelah yang bisnisnya baru
satu tahun. Begitu banyak contoh seperti ini dalam kehidupan
sehari-hari. Haruskah kita iri? Tidak, Ingatlah bahwa kehidupan
seseorang ditentukan oleh Yang Maha Kuasa, yang mana sekarang sudah
menjadi kenyataan. Jika kita ditentukan untuk jadi kaya, tidak ada
sesuatupun di dunia yang bisa menghentikan kita. Jika kita tidak
ditentukan demikian, tidak seorangpun dapat menolong kita. Tidak ada
sesuatu apapun yang kita dapatkan dari menyalahkan orang lain untuk
ketidak-beruntungan kita. Iri tidak membuat kita kemana-mana, rasa iri
hanya membuat kita kehilangan rasa damai di hati.
Berdoalah dan
memohon kepada Tuhan agar dibukakan pintu dan jalan yang baik untuk
kita. Jika Tuhan sudah membuka pintu, siapakah yang dapat menutupnya?
5. Sesuaikan diri kita sesuai dengan lingkungan yang berlaku (sampai batas tertentu)
Jika
kita ingin merubah lingkungan seorang diri, besar kemungkinan kita akan
gagal. Sebaliknya, sesuaikanlah diri kita untuk menyesuaikan diri
dengan lingkungan. Ketika melakukan ini, meskipun lingkungannya kurang
bersahabat dengan kita, akan terjadi perubahan secara misterius menuju
kedamaian dan lebih menyenangkan.
Ini memang tidak mudah dan
mungkin menyakitkan, tapi tetaplah pada jalan kebaikan dan kebenaran,
kebaikanlah yang akan menang pada akhirnya.
Tambahan: satu hal
penting lainnya adalah kita harus memutuskan, apakah kita memang perlu
menyesuaikan diri dengan lingkungan itu, ataukah justru meninggalkannya
sama sekali kalau memang tidak sesuai dengan kebaikan dan kebenaran.
6. Bertahanlah jika belum mendapat pemulihan.
Inilah
cara terbaik merubah ketidak-beruntungan menjadi keuntungan. Setiap
hari kita menghadapi berbagai ketidakpastian, sakit-penyakit, musibah
dan kecelakaan yang diluar kendali kita. Jika kita tidak dapat
mengontrol atau merubahnya, kita harus belajar untuk mengatasi berbagai
hal-hal ini. Kita harus belajar untuk bertahan dengan tidak berduka.
Percayalah pada diri sendiri dan kita akan memperoleh kesabaran,
kekuatan batin dan iman. Dan jangan lupa berdoa, percayalah bahwa Tuhan
tidak memberikan ujian melebihi kekuatan seseorang untuk menanggungnya.
7. Jangan menggigit lebih dari yang bisa kita kunyah
Ungkapan
diatas sebaiknya kita ingat-ingat terus. Kita seringkali ingin
menanggung tanggung jawab lebih berat dari yang bisa kita tanggung. Hal
ini untuk memuaskan ego kita. Ketahuilah batas-batas kemampuan kita.
Mengapa harus memuat beban tambahan yang membuat hidup tidak tenteram
dan banyak kekuatiran? Kita tidak bisa mendapatkan kedamaian batin
dengan memperluas kegiatan di luar diri kita. Kurangilah ikatan dengan
materi, dan lebih banyaklah meluangkan waktu dalam doa, introspeksi dan
meditasi. Hal ini akan mengurangi pikiran-pikiran yang membuat
seakan-akan kita tidak pernah istirahat. Pikiran dan hati yang tenang
akan menghasilkan pikiran dan hati yang damai.
8. Ber-meditasilah secara teratur
Meditasi
menenangkan pikiran dan menyingkirkan pikiran-pikiran yang mengganggu.
Ini adalah keadaan tertinggi dari kedamaian pikiran. Cobalah dan alami
sendiri. Jika kita bermeditasi secara teratur setengah jam sehari,
pikiran dan hati kita akan menjadi lebih tenang dalam dua puluh tiga
setengah jam sisanya. Pikiran dan hati kita menjadi tidak mudah
terganggu seperti sebelumnya. Kita akan makin mendapat manfaat jika kita
meningkatkan waktu untuk meditasi secara teratur. Kita mungkin akan
berpikir hal ini bisa mengganggu pekerjaan kita sehari-hari. Justru
sebaliknya, hal ini akan meningkatkan efisiensi dan kita akan bisa
memproduksi hasil yang lebih baik dalam waktu yang lebih singkat.
9. Jangan biarkan pikiran dan hati kita kosong
Pikiran
dan hati yang kosong merupakan makan empuk bagi iblis. Semua aksi jahat
selalu dimulai dari pikiran dan hati yang kosong. Jagalah agar pikiran
dan hati kita selalu terisi dengan hal-hal positif, hal-hal yang
bermanfaat. Aktiflah melakukan kesukaan kita. Mengerjakan sesuatu yang
menarik bagi kita. Kadang kita harus memilih mana yang lebih kita
utamakan: uang ataukah kedamaian hati. Hobby kita, kerja sosial atau
pelayanan, tidak selalu menghasilkan uang bagi kita, tapi kita akan
merasakan kedamaian dan kemajuan. Bahkan saat kita sedang beristirahat
secara fisik, selalu lah menjaga pikiran dan hati kita dengan selalu
mengingat nama Tuhan
10. Jangan menunda dan jangan pernah menyesal
Jangan
membuang waktu dengan selalu bertanya-tanya “Haruskah saya atau Tidak
haruskah saya?”. Berhari-hari, berbulan-bulan dan bertahun-tahun waktu
mungkin terbuang untuk debat mental yang melelahkan itu. Kita tidak
merencanakan dengan SEMPURNA karena kita TIDAK MUNGKIN mengantisipasi
SEMUA yang akan terjadi di masa depan. Hargailah waktu yang ada dan
kerjakan apa yang mungkin dilakukan saat ini. Tidak masalah jika
mengalami kegagalan. Kita dapat belajar dari kegagalan itu dan meraih
sukses di kesempatan berikutnya. Duduk dan berkhawatir tidak akan
membuat kita kemana-mana. Belajarlah dari kesalahan kita, tapi tidak
terus merenungi masa lalu.
Jangan menyesali yang sudah terjadi.
Apapun yang sudah terjadi, memang sudah seharusnya terjadi seperti itu.
Masa lalu tidak bisa diubah lagi, yang bisa kita lakukan adalah
melakukan sesuatu untuk SAAT INI, menuju masa depan yang lebih baik.
Sumber : Motivasi,Insirasi
Berikan Komentar Anda