BALIK ATAS
Rakyat Papua Sebelum Globalisasi,Era Globalisasi dan Sesudah Globalisasi
PENERBIT:PPWI MEDIA Redaksi PAPUALIVES.COM 14th Februari 2019
| 235 DIBACA
Maksimus Sirmbu Syufi (Foto:Dok Pribadi)

Oleh Maksimus Sirmbu Syufi *

Secara harafiah Globalisasi diartikan sebagai sebuah proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya. Globalisasi merupakan proses peralihan yang akan melahirkan dampak positif dan negative bagi penikmat globalisasi. Bagaimana kita melihat globalisasi yang kini terjadi di tengah-tengah rakyat papua, dibandingkan dengan kehidupan rakyat papua sebelum globalisasi dan kita perlu menganalisis apa yang kerap terjadi setelah globalisasi yang kini sedang terjadi.

Kita perlu meninjau kehidupan rakyat papua ketika sebelum globalisasi, memasuki era globalisasi dan apa yang bakal terjadi setelah peralihan antara era globalisasi dan era setelah globalisasi.

Rakyat papua sebelum hidup pada era globalisasi sangat jauh berbeda dengan kehidupan pada masa globalisasi. Hal ini Nampak kita lihat pada perilaku, budaya, serta cara hidup yang diekspresikan. Berbagai kemudahan hidup terjadi saat rakyat papua hidup dalam globalisasi. Melalui globalisasi rakyat papua hidup dengan cara yang lebih modern, kehidupan bangsa Eropa sedikit tercium pada manusia papua. Hal ini dapat terjadi pada segala aspek kehidupan seperti: pendidikan, ekonomi yang lebih modern, serta budaya yang sedikit modern artinya perilaku manusia juga ikut berubah sesuai dengan perubahan kehidupan yang terjadi melalui globalisasi. Dalam sebuah kehidupan, manusia perlu mendapatkan sesuatu yang lebih baru demi kemudahan hidup. Terjadi perubahan dunia secara besar-besaran pada abad ke-17 dan ke-18. Abad ke-17 terjadi keinginan manusia untuk berpikir dengan akal budi (perubahan pemikiran), abad ke-18 kerap disebut sebagai abad revolusi, berbagai perubahan dunia terjadi antara lain: revolusi Perancis, revolusi pertanian serta revolusi teknologi terjadi di Inggris, dll. Hal ini terjadi karena manusia merasa tidak puas dengan cara hidupnya. Ketika manusia hidup dalam perkembangan global, maka pikiran manusia terus berkembang untuk menciptakan sesuatu yang lebih modern. Perkembangan computer terjadi dalam tiga periode, artinya perkembangan dunia terus mengalami perubahan dan hal ini akan melahirkan sebuah perubahan terbesar setelah era globalisasi.

Proses perubahan dunia yang terjadi pada masyarakat papua, nampak pada teknologi. Rakyat bertani dengan peralatan modern (Parang, kapak,cangkuldll), pada lembaga pendidikan berbagai media teknologi telah difungsikan (computer, handphone, internet dll), berbagai bahan modern digunakan sebagai upacara adat atau ritual-ritual adat tertentu ( music, kain, parang, dll). Hal ini dapat dinilai dan diterima oleh public sebagai sesutu yang baik serta berdampak positif pada masyarakat.

Namun kita perlu menyadari bahwa perkembangan dunia memang baik, namun dibalik kebaikan itu, globalisasi telah menghilangkan sesutu yang semestinya dirawat, dijaga dan dilestarikan sebagai eksistensi budaya. Yang sangat disayangkan adalah globalisasi telah mengubah perilaku manusia papua, globalisasi telah melahirkan dampak negative yang terjadi pada generasi papua.

Yang perlu saya soroti atau menjadi bahan pembicaraan utama pada ulasan ini ialah perilaku rakyat papua yang telah diubah oleh globalisasi.

Kita melihat kembali perilaku manusia papua sebelum lahirnya globalisasi. Betapa besarnya rasa persaudaraan, budaya kekeluargaan, serta kerukunan masyarakat. Kebiasaan itu sangat nampak terlihat pada hubungan social sesama warga. Namun dengan kehadiran era globalisasi, dapat membawa dampak yang negative bagi masyarakat papua. Persaudaraan, kekeluargaan dan kerukunan telah terkikis oleh arus globalisasi. Kebiasaan rakyat papua yang terlihat harmonis kini telah tenggelam dan terkubur oleh sampah globalisasi. Kini telah tertimbun dan menjadi hama terhadap sesama manusia papua.

Hal ini dipengaruhi oleh globalisasi. Globalisasi membuat manusia menjadi hamba terhadap teknologi, manusia lebih menghormati teknologi ketimpang sesama, akhirnya apa yang terjadi ?homo homini lupus est( manusia menjadi serigala bagi manusia lain), ini merupakan dampak negative terbesar yang terjadi pada kehidupan manusia. Korban globalisasi ini banyak terjadi pada generasi bangsa (millennial), terjadi antara oknom dan oknom, oknom dan orang tua, oknom dan guru, serta oknom dan masyarakat. Banyak penipuan di media sosial, banyak anak sangat sering menggunakan handphone dibanding membaja buku, berdiskusi atau belajar, rasa hormat terhadap guru, orang tua, masyarakat atau sesama mulai berkurang, para remaja berperilaku menyimpang terhadap sesama maupun warga. Arus teknologi telah mengubah kehidupan manusia. Napsu manusia telah dikendalikan oleh teknologi.

Dengan melihat berbagai fenomena sosial yang terjadi, kaum berpendidikan, para intelek dan beberapa lembaga sosial lainnya mulai sadar bahwa betapa pentingnya mempertahankan budaya rakyat papua. Berbagai cara telah dibuat untuk mempertahankan budaya, noken telah terdaftar sebagai warisan dunia melalui seorang intelek papua, Titus Pikey dan beberapa langkah telah dibuat demi mempertahankan budaya. Mereka sadar bahwa globalisasi akan meninggalkan sebuah jejak kebudayaan rakyat papua, yang akan dijadikan sebagai sebuah dongeng. Perkembangan dunia yang sangat pesat, suku asli Australia suku Aborigin kini tinggal cerita, hal terpahit ini dikhawatirkan akan terjadi di papua.

Papua ialah sebuah pulau di timur Indonesia yang memiliki beranekaragam suku, bahasa serta budaya. Hal ini merupakan kekayaan yang diwariskan para leluhur kepada generasi demi generasi hingga kini. Budaya bagi rakyat papua, merupakan seorang ibu yang melahirkan anaknnya, melahirkan secara moral, jati diri, dan pandangan. Seorang ibu akan mengajarkan sesutau yang baik, ia ingin anaknya menjadi anak yang tumbuh menjadi seseorang yang baik. Budaya merupakan sesutu yang membentuk seseorang sejak lahir, perilaku seseorang itu merupakan budaya yang tumbuh dalam dirinya. Tidak ada manusia yang hidup tanpa budaya, manusia tidak luput dari budaya, sebab itu manusia dikatakan sebagai makhluk sosial. Manusia menjadi punah karena hilangnya eksistensi kebudayaan.

Masuknya globalisasi membuat papua berada pada ambang kepunahan. Apa yang bakal terjadi jika manusia papua hidup tanpa budaya, tanpa budaya manusia tidak memiliki identitas. Manusia papua akan menjadi cerita sejarah, kebudayaan akan hanya ditampilkan melalui layar kaca, kehidupan rakyat papua akan disajikan dalam bentuk dongeng. Semua itu akan terjadi pada rakyat Papua, jika globalisasi menjadi prioritas hidup.

Setelah manusia papua melewati era globalisasi, dua hal bakal terjadi! Yang pertama rakyat papua akan hidup dalam kebudayaan modern, atau rakyat papua menjadi punah tak diketahui keberadaannya. Perkembangan dunia tidak akan berhenti berkembang, seiring dengan waktu manusia akan berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Perkembangan ini akan melahirkan sesutu yang baru, yang tak pernah terbayangkan. Di dalam perkembangan itu akan melahirkan dua hal, sesuatu yang baru akan lahir dan sesutu yang lama akan hilang. Dua hal ini akan terjadi pada manusia papua setelah era globalisasi. Jika rakyat papua tidak mencegah hal ini pada era globalisasi maka beberapa hal akan terjadi! Rakyat papua hidup pada budaya modern, rakyat papua menjadi punah ( ras, budaya, bahasa dan suku), sejarah papua akan hilang dan nama papua mungkin diganti menjadi “new papua”. Yang berikut! Jika kebudayaan tetap dicegah pada era globalisasi, maka yang terjadi adalah budaya rakyat papua akan mendapat kontroversi ke model yang lebih modern, hanya ada satu bahasa, budaya, dan suku yang dijadikan sebagai identitas rakyat papua, dan ras Melanesia akan bercampur dengan ras lainnya, hitam kulit keriting rambut hanya tinggal kenangan.

Tetap pertahankan nama Papua sebagai identitas, jati diri, dan budaya. Meski kami hidup di tengah-tengah perkembangan, kami tetap menjaga harkat dan martabat kami melalui budaya. Perkembangan tidak akan menghilangkan kami, jika kami tetap menjaga budaya.

Berikan Komentar Anda