Ratusan Pasangan Ikut Pernikahan Massal di Nabire

Prosesi tarian adat Saireri warnai Nikah massal di depan halaman kantor Bupati Nabire. (Foto: Frans/PapuaLives)

NABIRE – Sebanyak 179 pasangan  telah hidup bersama mengikuti pernikahan pencatatan sipil massal secara gratis yang difasilitasi  Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak (DP3A) bekerjasama dengan Dinas Dukcapil Kabupaten Nabire hal ini dilakukan guna melindungi harkat dan martabat perempuan dan anak yang diwarnai dengan pemabagian Bingkisan alat rumahtangga,undian Dorprise , dan nikah secara simbolis dari perwakilan pasangan termuda dan pasangan tertua di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua.

Nikah masal tersebut dihadiri Wakil Bupati Amirullah Hasim , Forkopimda, Kepala Suku, Tokoh Agama dan seluruh Masyarakat dan kerabat dekat turut meramaikan prosesi Nikah Massal yang berlangsung di depan Halaman Kantor Bupati (03/08/2020) siang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak (DP3A)  Kabupaten Nabire, Yufinia Mote, S.SIT sambutannya menyampaikan bahwa inti dari sebuah Pernikahan dalam rangka upaya melindungi perempuan dan anak.

“Pernikahan merupakan langkah awal dan menghargai serta melindungi harkat dan martab seseorang , kebahagiaan dan kesempurnaan dalam hidup, Pernikahan merupakan langkah awal  untuk mempersiapkan generasi yang bekualitas, cerdas, ceria, generasi emas Papua, lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dan masih banyak lagi hikmat dan manfaatnya” kata Mote seperti dikutip media papualives.com, dalam kata sambutanya (03/09/2020) siang tadi.

Selain itu, Ibu Yufinia yang juga ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nabire itu, juga menyampaikan betapa pentingnya sebuah Pernikahan yang mana diketahui Pernikahan adalah ikatan lahir dan batin antara ikatan rumah tangga.

” Begitu banyak manfaat Pernikahan yang diajarkan agama baik dari agama Kristen ,Islam dan Hindu dan Budha dan lainnya.” ungkap Mote dikutip diakhir kata Sambuan itu.

Ditempat yang sama, Ketua Panitia Suzana Maruanaiya mengatakan tujuan dari Nikah Massal ini untuk meningkatkan perlindungan perempuan untuk mendapatkan hak-hak perkawinan yang diakui oleh Agama dan Negara.

” Memberikan hak-hak anak untuk memperoleh akte kelahiran , meningkatkan perlindungan perempuan dari KDRT.”ungkap Suzana dikutip media ini dalam sambuatannya.

Acara ini berlangsung lancar, khitdmat dan penuh kebahagiaan yang mana acara ini sangat membantu penyelenggaran pemerintah terutama dalam tertib administrasi dan membantu pasangan yang kurang mampu di kota Nabire dan sekitarnya.

Berikan Komentar Anda