Beranda News Gubernur Meki Nawipa Resmikan Kantor Yayasan Mutiara Hitam Papua di Nabire

Gubernur Meki Nawipa Resmikan Kantor Yayasan Mutiara Hitam Papua di Nabire

969

NABIRE – Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa telah meresmikan Kantor Yayasan Mutiara Hitam memiliki wilayah kerja mencakup Papua, Papua Barat, Papua Selatan yang berkantor pusat di Nabire. Kesempatan itu juga sekaligus resmi meluncurkan Program Black Pearl English Academy (BFA) Berlangsung Kamis , [26/06/2025] siang.

Program Black Pearl English Academy diluncurkan sebagai bagian dari komitmen Yayasan Mutiara Hitam dalam upaya membangun kualitas sumber daya manusia di Papua, khususnya melalui peningkatan keterampilan bahasa Inggris.

Dalam sambutannya, Gubernur menyatakan bahwa pentingnya pendidikan sebagai kunci kemajuan Papua. Dirinya mengakui ada satu harapan, satu orang Papua bisa sekolah, saya yakin dan percaya negeri ini bisa maju.

Menurutnya adanya agasan pendirian akademi ini telah ia dorong sejak menjabat sebagai Bupati, dan kini terus ia realisasikan sebagai Gubernur Papua Tengah.

* Tanah Papua memiliki segala potensi dan anugerah Tuhan untuk dapat mandiri dan berkembang tanpa harus bergantung pada luar negeri, termasuk dalam hal pendidikan.”jelasnya.

Mantan Bupati Paniai ini juga menyampaikan bahwa Papua tidak harus bergantung ke luar negeri untuk mendapatkan pendidikan yang baik. Tuhan sudah kasih kita potensi luar biasa di tanah ini, khususnya di Papua Tengah. Gubernur berharap anak-anak Papua bisa memperoleh akses pendidikan bahasa Inggris yang berkualitas langsung dari Papua tidak harus keluar Papua.

” Mereka bisa memperoleh pendidikan dari tanah kelahiran mereka, serta menjadi generasi yang unggul, percaya diri, dan berintegritas dalam membangun masa depan Tanah Papua.”tutur Gubernur Meki.

Untuk diketahui bahwa Akademi ini juga dapat diharapkan menjadi pusat pembelajaran dan pemberdayaan bagi generasi muda, terutama Orang Asli Papua (OAP) di wilayah Provinsi Papua Tengah.

Acara tersebut dihadiri, Ketua dan Wakil Ketua GKI Sinode se-tanah Papua, perwakilan Dinas Pendidikan Papua Tengah, perwakilan Pemerintah Daerah Nabire, Ketua Yayasan dan pengurus yayasan, Lembaga donatur dari Australia, pemilik lahan Petrus Samuel Yap Marey, serta sejumlah tamu undangan.

Iklan