RPM-Simapitowa Nyatakan Sikap Tolak Otsus jilid II

NABIRE– Terkait dengan pernyataan sikap penolakkan Otonomi Khusus (Otsus) jilid II yang di lakukan oleh organisasi Rumpung Pelajar Mahasis Siriwo Mapia Piyaiye Topo Wanggar (RPM – SIMAPITOWA) Cabang Nabire yang berlangsung di Sekretaria RPM SIMAPITOWA Kalibobo pada Sabtu 05/09/2020 pukul 17:00 Waktu Papua.

Manfred Madai selaku koordinator lapangan menyatakan bahwa, dengan tegas kami mahasiswa asal Simapitowa menolak otonomi khusus jilid II di tanah Papua. Pelajar Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi menolak otsus jilid II karena di nilai racun Negara yang tumbuh subur di Tanah Papua.

” Tak ada keuntungan selama otsus di Tanah Papua akan tetapi hanya ada kekerasan yang begitu meranda di Tanah Papua oleh karena itu dengan tegas kami tolak otsus jilid II dan kami minta referendum bagi Bangsa Papua,” Kata Madai Kepada wartawan Papualives.com ketika diwawancarai

Lanjutanya, Kami mahasiswa Simapitowa minta kepada pemerintah daerah dalam hal ini, Gubernur Papua dan Papua barat, DPR Papua, DRP Papua Barat dan MRP Papua dan Papua Barat agar tidak intervensi untuk melanjutkan otsus jilid II akan tetapi beri kewenangan penuh kepada Rakyat Papua.

“Otsus lahir pada tahun 2001 hanya karena orang Papua minta Merdeka oleh karena itu kami sekarang kami minta merdeka bagi Bangsa Papua bukan lagi otsus jilid II. ”Ungkapnya (05/09/2020) kemarin.

Sementara itu Beneditus Kegiye selaku senior menyatakan bahwa, Tujuan utama dari pada penolakan hanya karena meningkatnya kekerasan di tanah Papua maka itu, Mahasiswa Simapitowa dengan tegas menolak.

“Jika negera beri otsus jilid II dan Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat terima kami mahasiswa membela kepada kelompok yang berjuang sepertinya KNPB dan ULMWP. Pada prinsipnya kami mahasiswa Papua tetap mendukung KNPB dan ULMWP jika mereka terapkan Mogok sipil pun kami siap mendukungnya.”tuturnya (05/09/2020)

Sementara itu Manoah Mote ketua RPM-SIMAPITOWA menambahkan bahwa Mahasiswa merupakan agen perubahan,karena itu pihaknya menolak Otsus jilid II.

“hanya karena kami sayang rakyat Papua karena realita yang terjadi selama itu pembunuh dan pertumpahan dari meningkat di Tanah Papua.” tambah Mote kepada media ini.

Berikan Komentar Anda