Thomas Hamadi Terpilih Jadi Ketua Kerukunan Masyarakat Adat Tabi di Nabire

Ketua terpilih IKMAT, Thomas Hamadi, S.IP (batik hijau) bersama Ketua Pantia Musda ke-I Drs.Yustus Paisey,MM ketika melakukan jumpa pers disela-sela kegiatan. (Foto: Frans/PapuaLives)

NABIRE – Dalam rangka digelarnya  Musda ke-1 Kerukunan Keluarga Besar Jayapura (BP-KKBJ) di Nabire dengan mengangkat Thema “Menjalin Kekerabatan Menuju Persatuan” Akhirnya Thomas Amadi, S.IP resmi terpilih menjadi Ketua Kerukunan Masyarakat Adat Tabi (IKMAT) periode 2020-2025 yang sebelumnya bernama  KKBJ nama baru kerukunan itu juga disahkan dalam Musda ke-I tersebut.

Dalam kesempatan itu, Ketua terpilih IKMAT, Thomas Hamadi menyampaikan bahwa kedepan kerukunan harus mengikuti mekanisme yang ada di Pemerintah sehingga ada pengesahan secara legitimasi mempunyai kekuatan hukum terdaftar di Kesbangpol.

“Kerukunan ini akan menjadi badan hukum yang kedepannya akan bermitra dengan Pemerintah. Oleh karena itu, selama menjabat pelaksana tugas ketua umum, banyak hal yang telah saya lakukan seperti menjaga kerukunan ini tetap solid, aman, tenang dan mengakomodir semua kebutuhan kepentingan kerukunan,” jelasnya.

Thomas berharap kedepan pengurus yang terpilih dapat memberikan perhatian yang sepenuhnya dalam mengayomi, mengakomodir semua kebutuhan yang ada dalam organisasi ini.

“Pengurus bertanggung jawab atas program yang telah diputuskan atau semua yang telah dibicarakan di dalam komisi yang dituangkan dalam program kerja harus dilaksanakan karena itu yang dimintakan oleh forum yang mewakili masyarakat kerukunan,” tuturnya.

Ditempat sama, Ketua Panitia Musda, Yustus Paisey  mengatakan tujuan diadakan musda adalah konsolidasi organisasi IKMAT di Kabupaten Nabire. “Konsolidasi ini meliputi organisasi, pendidikan, keuangan, ekonomi, kesehatan dan pemberdayaan wanita,” ungkap Paisey.

Selain itu, Dirinya menyampaikan bahwa Ikatan Kerukunan Masyarakat Adat Tabi di Nabire cukup banyak dan biasa disebut mamberamo tami.

“Dari mamberamo sampai ke tami merupakan jumlah yang sangat besar sehingga perlu ada satu wadah untuk menampung aspirasi masyarakat,” pungkasnya ketika ditemui media.

Berikan Komentar Anda